Dari Pada Antri di ATM mending Bayar2 Sambil Santai di HP Pribadi. Lebih Murah dan Dapat Cashback !

Bayi Prematur

Tak ada satu wanita pun yang ingin melahirkan bayi prematur, tapi sekitar satu dari delapan ibu di Amerika Serikat melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37.

Kasih sayangmu tak terbalaskan

Kasih sayang ibu dan dukungan penuh keluarga menyelamatkan bayi prematur secara maksimal.

Keajaiban Bayi Prematur

Memiliki bayi prematur bukanlah akhir dari segalanya, justru dari sinilah keajaiban hidup akan terwujud.

Bayi prematur adalah sumber inspirasi kami

Bayi mungilku sumber spirit dan inspirasi bagi kami sekeluarga. Memotivasi kami untuk memastikan hidupnya sangat berkualitas.

Keistimewaan Bayi Prematur

Yakinlah bahwa dia memang istimewa. Dia lebih cerdas dan hebat dibanding bayi seusianya yang lahir normal.

Sabtu, 17 Desember 2011

Bila Bayi Anda Prematur


Tak ada satu wanita pun yang ingin melahirkan bayi prematur, tapi sekitar satu dari delapan ibu di Amerika Serikat melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37. Saat bayi-bayi prematur itu lahir, mereka membutuhkan perawatan yang sangat spesial. Meski sebagian besar bayi-bayi prematur –termasuk mereka yang lahir dengan berat badan kurang dari 1 kilogram– selamat dan bertahan hidup, justru orang tuanya tidak siap. Mereka syok dan tidak tahu apa yang harus ditanyakan, apalagi cara menangani bayi yang amat kecil itu. Oleh sebab itu, kami menyusun pedoman menangani bayi di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan di rumah.

MENYUSUI SENDIRI, JIKA MEMUNGKINKAN.

Karena bayi-bayi prematur tumbuh lebih cepat dibanding bayi lainnya, kebutuhan nutrisinya pun berbeda. Susu formula bagi bayi prematur memang dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, tapi air susu ibu (ASI) memiliki kelebihan: mengandung antibodi yang akan melindungi bayi dari infeksi-infeksi yang tidak bisa ditangkal oleh sistem kekebalan alami tubuhnya. “Begitu bayi lahir, saat itu pula air susu sang ibu mengalir,“ ujar Toby Debra Yanowits, MD, neonatalogist di Magee-Womens Hospital, University of Pittsburgh Medical Center. “Banyak ibu yang melahirkan ketika usia kehamilan baru 24-25 minggu, selang beberapa jam setelah persalinan sudah memompa air susunya.“ Bayi-bayi yang lahir terlalu dini, sebelum usia kehamilan mencapai 32-34 minggu, belum mampu menghisap puting susu ibunya atau dot, maka para perawat di NICU akan memberikan ASI melalui selang yang dimasukkan ke lubang hidung atau mulut bayi.

Salah satu alasan penting untuk memompa ASI (yang perlu Anda lakukan setiap 3 jam hingga bayi Anda dapat menyusu) kemungkinan adalah apa yang akan Anda rasakan: “Dengan ditempatkannya bayi-bayi prematur di NICU, banyak ibu merasa tak berdaya,“ ujar Mandy Brown Belfort, MD, neonatalogist NICU di Children’s Hospital Boston, “Dengan memberi ASI, Anda akan merasa berdaya, sebab Anda tahu bahwa Anda satu-satunya orang yang bisa memberikan apa yang dibutuhkan si kecil.“

DEKAP ERAT BAYI ANDA.

Membangun kedekatan emosional dengan bayi prematur di NICU tidaklah mudah. Mereka umumnya dikelilingi selang infus untuk makanan, IV lines, dan ventilator. Belum lagi, mereka tidur di dalam inkubator terisolasi. “Kami berupaya melibatkan orang tua sedini mungkin,“ ungkap Dr. Yanowitz. “Begitu kondisi bayi stabil, kami menyarankan si ibu untuk melakukan ‘kangoroo care.’” Disebut demikian karena cara Anda menggendong bayi: langsung didekap ke dada Anda, di balik kaos yang Anda kenakan. Penelitian menunjukkan kontak kulit secara langsung membantu bayi menjaga kehangatan suhu tubuh, menambah berat badan, tidur pulas, dan mengurangi stres. Plus, ikatan batin antara Ibu dan anak akan terjalin sempurna.

BANTU DIA UNTUK TIDUR NYENYAK.

Kondisi sleep apnea (bayi berhenti bernapas selama 20 detik atau lebih) adalah kondisi yang umum dialami oleh bayi-bayi prematur. “Kami memonitor hal ini di NICU, dan bayi tidak akan diizinkan untuk dibawa pulang hingga dinyatakan bebas apnea selama sepekan penuh,“ ujar Dr. Yanowitz. Tak seperti kebanyakan bayi yang baru lahir, bayi-bayi yang dirawat di NICU ditidurkan tengkurap untuk membantu perkembangan paru-parunya yang tidak berkembang sempurna. Ini aman dilakukan di rumah sakit karena tersedia alat monitor pernapasan dan bayi-bayi ini diawasi oleh para staf yang terlatih. Tapi di rumah, Anda dianjurkan untuk menidurkan bayi terlentang. “Bayi-bayi prematur punya risiko lebih tinggi terkena SIDS (sindroma kematian mendadak),“ ungkap Dr. Yanowitz.

Ritual tidur lainnya yang harus Anda biasakan adalah: membangunkan bayi untuk disusui setiap beberapa jam. Bayi prematur tidak punya banyak cadangan makanan dan membutuhkan asupan makanan lebih sering untuk dapat mengimbangi bayi-bayi lainnya.

BAWA DIA PULANG.

Kebanyakan bayi prematur pulang ke rumah pada tanggal lahir yang seharusnya atau mendekati –rata-rata 36-38 minggu, tergantung seberapa prematur si bayi– dan umumnya bisa dibawa pulang tanpa perlu dibekali alat khusus. Namun demikian, Anda tetap harus waspada. Setelah meninggalkan NICU, bayi tetap rentan terhadap infeksi –terutama RSV (respiratory syncytial virus), yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan bukan tidak mungkin dia harus kembali opname. “Beli cairan gel pembersih tangan berbahan dasar alkohol dan minta siapapun untuk menggunakannya. Jangan biarkan orang yang sedang sakit menggendong bayi Anda,” kata Dr. Belfort mewanti-wanti. Untuk menjaga bayi Anda tetap sehat dan aman, Dr. Belfort juga menyarankan agar semua anggota keluarga dan perawat bayi mendapatkan vaksin antiflu.

Terakhir, usahakan menjaga suasana rumah setenang mungkin. Musik yang terlalu keras, cahaya terang, dan kegaduhan membuat bayi-bayi prematur kesal. “Setiap bayi itu unik,” kata Dr. Belfort. ”Tapi, bayi prematur lebih sensitif terhadap keramaian, cahaya, dan suara.”

Sumber : http://www.parentsindonesia.com/article.php?type=article&cat=birth&id=266

Selasa, 15 November 2011

Metode Kanguru Penting Buat Bayi Prematur

Kangoroo mother care (KMC) adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. Tujuannya agar bayi kecil tetap hangat. Dapat dimulai segera setelah lahir atau setelah bayi stabil.

KMC atau yang kita kenal dengan metode kangguru dapat dilakukan dirumah sakit atau di rumah setelah bayi pulang. Bayi tetap bisa dirawat dengan metode kangguru meskipun belum bisa menyusu, berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum.

Pengertian
• Posisi kangguru : Kontak antara ibu dan bayi dari kulit ke kulit.
• nutrisi secara kangguru: ASI dini dan eksklusif
• Dukungan secara kangguru: Jangan memisahkan ibu dan bayi.

KEUNTUNGAN YANG DI DAPAT DARI METODE KANGURU BAGI PERAWATAN BAYI :
1. Meningkatkan hubungan emosi ibu dan bayi.
2. Menstabilkan suhu tubuh , denyut jantung , dan pernafasan bayi
3. Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi dengan lebih baik
4. Mengurangi stress pada ibu dan bayi
5. Mengurangi lama menangis pada bayi
6. Memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi
7. Meningkatkan produksi ASI
8. Menurunkan risiko terinfeksi selama perawatan di rumah sakit
9. Mempersingkat masa rawat di rumah sakit

Lama dilakukannya metode KMC (metode kangguru)
1. Dilakukan sampai bayi berat badan 2500gr atau mendekati 40 minggu atau sampai bayi merasa tidak nyaman lagi dengan metode tersebut, misalnya sering bergerak, gerakan ekstremitas (tangan dan kaki) berlebihan. Atau bila dilakukan KMC bayi menangis.
2. Bila ibu lelah dan ingin beristirahat, dapat digantikan ayah, saudara atau petugas kesehatan. Bila tidak ada yang bisa menggantikan, bayi diberi pakaian hangat dan topi dan diletakkan di boks bayi dalam ruangan yang hangat.
3. Bila bayi sudah tidak nyaman lagi dengan metode kangguru, maka ibu sebaiknya menyapih bayi, dan sebagai penggantinya dapat melakukan kontak kulit lagi pada waktu bayi sehabis mandi, atau kapan saja bayi menginginkan.

Pakaian dan posisi ibu dan bayi
1. Berilah bayi pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang hangat.
2. Letakkan bayi di dada ibu:
- Dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu, dan lihat apakah kepala bayi sudah ada di depan dada ibu.
- Posisikan bayi dalam “frog position” yaitu fleksi pada siku dan tungkai, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak keatas (ekstensi).
3. Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah dengan selimut yang hangat.
- Tidak perlu baju khusus bila baju yang ibu kenakan sudah cukup hangat dan nyaman selama kontak bayi dengan kulit ibu.
- Pada waktu udara dingin, kamar harus hangat.
- Bila baju ibu tidak dapat menahan berat bayi, ibu dapat menggunakan handuk atau kain, kain lebar yang elastik, atau kantong yang dibuat sedemikian rupa untuk menjaga tubuh bayi.
- Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu. Bayi diletakkan diantara payudara ibu. Baju ditangkupkan kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.

Bagaimana dengan aktifitas ibu
1. Ibu dapat bebas bergerak walau berdiri, duduk, jalan, makan bahkan mengobrol.
2. Pada waktu tidur, metode kangguru ini dapat dilaksanakan dengan cara posisi ibu setengah duduk atau dengan meletakkan bantal di belakang punggung ibu.

Bagaimana dengan nutrisi dan pertumbuhan bayi
1. Posisi KMC ideal untuk menyusui bayi
2. Ibu dapat melakukan pemberian ASI, tidak perlu cemas hanya saja cara menyusui dan perlekatan yang benar perlu dipelajari.
3. Bila ibu tidak dapat menyusui, beri ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum.
4. Pantau jumlah ASI yang diberikan oleh ibu, jangan sampai bayi dehidrasi dan berikan ASI tanpa jadwal dalam arti kapanpun bayi bisa minum ASI.

Sumber : http://www.kangaroomothercare.com Buku panduan manajemen masalah bayi baru lahir untuk dokter, perawat, bidan di rumah sakit rujukan dasar,2003.

http://bidanshop.blogspot.com/2009/12/metode-kangguru-penting-buat-bayi_31.html

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Membawa Pulang Bayi Prematur

Dikarenakan bayi prematur dilahirkan sebelum siap secara fisik untuk meninggalkan rahim, mereka membutuhkan perhatian medis khusus sesegera mungkin setelah dilahirkan. Bayi anda mungkin membutuhkan beberapa tes medis yang berbeda dari yang dibutuhkan bayi yang cukup umur. Hal ini akan membutuhkan waktu beberapa hari bahkan mingguan sebelum bayi anda dapat dibawa pulang.

Kondisi OKE untuk Pulang
Saat ini ketika bayi anda diperbolehkan pulang, dokter spesialis anak anda akan menyetujui untuk memperbolehkan bayi anda keluar dari rumah sakit, berdasarkan beberapa tatalaksana seperti :

* Bayi anda dapat bernapas sendiri
* Bayi anda dapat mempertahankan suhu tubuhnya
* Bayi anda dapat menyusui baik dengan ASI atau melalui botol susu
* Bayi anda telah bertambah beratnya dengan mantap saat keluar dari RS

Masalah medis lainnya harus telah dibereskan, atau perawatan yang diperlukan di rumah harus telah disiapkan sebelum bayi meninggalkan rumah sakit. >/p>

Pertanyaan yang Harus diajukan sebelum Meninggalkan Rumah Sakit
Dokter spesialis anak anda akan menghubungi anda sebelum bayi anda meninggalkan rumah sakit.
Pastikan beliau menjelaskan beberapa hal berikut :

* Bagaimana merawat bayi di rumah
* Kapan perlu menghubungi dokter atau rumah sakit
* Bagaimana mengetahui apakah bayi anda cukup minum, cukup tidur dan pertambahan berat badannya cukup
* Obat-obatan apa saja yang dibutuhkan
* Seberapa seringnya bayi anda dibaa ke dokter. Pengecekan rutin dengan dokter spesialis anak sangat penting bagi kesehatan anak anda. Pastikan anda mendiskusikan hal-hal yang meragukan mengenai kesehatan bayi anda.



Jika Anda Harus Membawa Pulang Peralatan Rumah Sakit
Beberapa bayi prematur membutuhkan monitor dan perlengkapan lain di rumah. Misalnya, jika masalah yang dihadapi adalah apnea (henti napas) maka dapat dilakukan monitoring dirumah. Beberapa bayi juga membutuhkan oksigen dan perawatan lain. Anda dan pengasuh akan dilatih sedemikian rupa untuk menjaga dan menangani bayi anda dan kebutuhan lainnya yang diperlukan sebelum bayi anda pulang ke rumah. Anda juga akan diajarkan mengenai pelaksanaan infant cardiopulmonary resuscitation (pemberian napas dan kompresi jantung buatan pada bayi/CPR).

Penyelesaian di Rumah
Bayi prematur harus diberi makan setiap saat, dan akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di rumah. Terimalah beberapa bantuan yang ditawarkan selama di rumah untuk beberpa minggu kedepan, sehingga anda anda juga dapat terbiasa dengan keberadaan bayi di rumah. Istirahat yang Cukup di Malam Hari bagi Anda dan Bayi Anda Bayi anda membutuhkan banyak tidur untuk bisa tumbuh dan berkembang. Bayi anda dapat beristirahat dengan mudah, begitu juga anda. Anda dapat mengikuti beberapa saran untuk menidurkan bayi anda sebagai berikut :
Posisi Tidur : Telentang The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa bayi yang sehat ditidurkan dengan cara telentang. Bayi-bayi yang tidur pada perutnya (tengkurap) beresiko tinggi terhadap sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS-Sudden Infant Death Syndrom).
Menempatkan bayi pada punggungnya saat tidur tidak meningkatkan resiko pada problem lain (contohnya, tersedak, kepala rata/flat head, atau susah tidur). Bagaimana pun juga bayi prematur dengan masalah tertentu (seperti masalah paru-paru) dapat membutuhkan tidur dengan cara menyamping. Terlepas dari apakah bayi anda tidur dengan punggung atau menyamping, bayi anda membutuhkan “tummy time” saat dia bangun. Tanyakan dokter spesialis anak anda mengenai posisi tidur yang baik untuk bayi anda. Sebagai tambahan dalam posisi tidur yang baik, anda dapat mengurangi resiko SIDS dengan cara berikut :

* Menjaga letak selimut, bantal, mainan bayi di luar tempat tidur bayi.
* Pastikan kamar tidur bayi anda tidak terlalu panas atau dingin.
* Tidak merokok dalam kamar bayi.
* Mendapat perawatan kesehatan reguler untuk bayi anda.
* Memberikan ASI pada bayi anda.

Jika Anda Membutuhkan Dukungan
Kadangkala orang tua membutuhkan bantuan dalam merawat bayi prematur. Atau membutuhkan orang lain untuk mengatasi faktor stres menjadi orang tua baru. Jika masalah ini timbul, maka :

* Berbicaralah dengan dokter spesialis anak anda untuk mendapatkan dukungan terbesar.
* Mengambil kelas parenting atau bergabung dengan parent support group. Pihak rumah sakit dapat menawarkan hal ini atau memberikan seorang konselor jika anda membutuhkan bantuan seorang profesional. (DO)

Sumber : http://happimommi.wordpress.com/2008/09/08/apa-yang-diharapkan-ketika-membawa-pulang-bayi-prematur/#more-238

Senin, 14 November 2011

Cara Mencairkan ASI yang Beku (Thawing) atau Menghangatkan ASI

1. Gunakan ASI yang lebih lama terlebih dahulu.
Bayi boleh diberi ASI dalam keadaan dingin, setara dengan suhu ruang, atau dihangatkan.

2. Thaw ASI dengan meletakkannya pada kulkas semalam sebelum akan digunakan atau hangatkan dengan menaruhnya pada wadah berisi air hangat.

3. Jangan sampai batas air hangat rendaman di mangkok menyentuh bibir wadah ASI.

4.ASI dapat disimpan di kulkas selama 24 jam setelah di-thawed.

5. Jangan pernah gunakan microwave oven atau kompor untuk memanaskan susu, karena dapat meletup dan dapat merusak antibodi dalam ASI.

Goyang-goyang wadah ASI untuk mencampur kembali krim yang memisah, dan untuk menyebarkan hangatnya. Jangan diaduk.

ASI yang tertinggal di wadah setelah diberikan ke bayi harus dibuang dan jangan dipakai lagi.

Seperti halnya semua makanan, jangan membekukan kembali ASI setelah dihangatkan.

Panduan Menyimpan ASI

1.ASI dapat disimpan pada suhu ruang (≤ 25 C) selama 6 – 8 jam. Suhu ruang yang > 25C tidak dapat disamakan keamanannya dengan penyimpanan pada suhu ruang ≤ 25 C. Wadah harus ditutup dan dijaga sedinign mungkin; menutup wadah dengan kain dingin dapat menjaganya lebih dingin.

2.ASI dapat disimpan dalam tas pendingin (cooler bag) tertutup dengan ice pack selama 24 jam.

3.ASI aman ditaruh di kulkas hingga 5 hari. Simpanlah ASI di bagian belakang bagian utama kulkas, karena suhu disanalah yang paling dingin.

4.Jenis freezer tempat ASI disimpan sanag menentukan lama ASI beku dapat disimpan. Secara umum, simpanlah ASI di bagian belakang freezer dimana suhu paling konstan.
Bila freezer menjadi satu dengan kulkas (kulkas 1 pintu) dengan suhu -15C, maka ASI dapat bertahan selama 2 minggu 4. Bila freezer berbeda pintu dengan kulkas bawah (kulkas 2 pintu) dengan suhu -18C, maka ASI dapat bertahan 3 – 6 bulan.

5.Bila menggunakan freezer khusus seperti chest freezer atau upright manual defrost deep freezer yang jarang dibuka dengn suhu -20C, maka ASI dapat bertahan 6 – 12 bulan.

Panduan diatas hanya berlaku untuk bayi cukup bulan yang sehat; panduan akan berbeda lagi untuk bayi prematur, sakit, atau dirawat.

Protokol Penyimpanan ASI di Rumah untuk Bayi Cukup Bulan (The Academy of Breastfeeding Medicine)

Petunjuk Umum

1. Cucilah tangan sebelum memerah.

2. Gunakan wadah dan alat pompa yang sudah dicuci dengan sabun, dibilas dan dipanaskan. Jika ada, bisa dicuci di dishwasher, karena dishwasher dilengkapi dengan pemanas air sehingga akan lebih bersih. Jika tidak ada dishwasher, disarankan merebus wadah setelah pencucian. Merebus terutama disarankan pada daerah dimana persediaan air tidak terjamin kebersihannya.

3.Simpan dalam porsi kecil untuk meminimalkan ASI yang terbuang. Simpanlah dalam takaran 60 ml dan bila bayi masih lapar dapat ditambah dengan porsi kedua supaya ASI yang tidak habis tidak terbuang percuma.

4.Simpanlah juga dalam porsi yang lebih kecil misalnya 30 – 60 ml untuk tambahan atau untuk situasi yang tidak diharapkan. Susu dalam jumlah sedikit dapat membuat bayi tetap merasa senang sampai ibunya datang untuk menyusui secara langsung.

5. Susu yang didapat dari perahan di kantor dapat ditambahkan ke ASI yang telah ditaruh di kulkas pada hari yang sama dengan syarat sebelumnya dimasukkan ke kulkas dulu selama minimal 1 jam. Jadi setelah suhunya diperkirakan sama, baru bisa dicampur, tapi dengan syarat di hari yang sama. Jangan mencampur dengan ASI yang diperah hari sebelumnya.

6. Jangan mencampur ASI yang baru diperah (masih hangat) dengan ASI yang sudah dibekukan karena akan mencairkan ASI yang telah beku tersebut.

7.Tempelkan label pada wadah ASI dan tuliskan informasi dengan jelas tanggal ASI diperah, dan pisahkan dengan ASI dari hari atau tanggal yang berbeda.

8.Jangan isi penuh wadah, sisakan ruang kosong karena saat membeku ASI biasanya memuai.

9.Jangan heran bila komponen ASI memisah selama disimpan karena memang ASI tidak homogen. Bagian krimnya akan naik ke atas dan kelihatan lebih kental dan putih. Sebelum diberikan, goyang-goyangkan wadah ASI secara lembut agar komponen ASI menyatu kembali. Tapi jangan kocok kuat-kuat.

10. Warna ASI dapat bervariasi dari hari ke hari tergantung dari makanan yang Ibu makan. Bisa agak kebiruan, kekuningan atau kecoklatan. ASI yang dibekukan juga baunya akan beda dengan ASI yang masih segar. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan ASI bila bayi dapat menerimanya.

Sumber :http://m.weddingku.com/forum-topic.asp?zona=JKT&discussionID=784582&discussionTypeID=41

Teknik Menyusui Bayi Prematur

Koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas saat menyusui umumnya dimiliki bayi yang lahir di usia kehamilan 34-35 minggu. Namun, ada juga bayi prematur (32 minggu) yang mampu melakukannya.

Tentu saja tidak semua bayi prematur “segesit” itu karena perkembangan setiap bayi itu unik. Bayi prematur dengan berat lahir 700 gram mampu mengisap ASI langsung dari payudara ibu.

Bagaimana jika belum mampu?

* Dokter akan menggunakan alat bantu selang nasogastric tube yang dipasang dari mulut bayi langsung masuk ke lambung. Selang ini juga membantu dokter memantau tingkat kematangan pencernaan bayi, dengan melihat volume ASI yang dapat dicerna, serta ada tidaknya perdarahan lambung yang sering dialami bayi prematur.
* Volume ASI yang diberikan disesuaikan dengan kondisi pencernaan bayi.
* Bayi yang lahir sebelum usia kandungan 34-35 minggu biasanya belum memiliki refleks mengisap. Untuk merangsang timbulnya refleks mengisap, ASI diberikan menggunakan botol dilengkapi dot.
* Setelah bayi mengembangkan refleks mengisap, mulai aktif, dan suhu tubuhnya normal (tidak mengalami penurunan suhu tubuh), Anda boleh mengajarinya mengisap ASI langsung dari puting payudara.
* Bila bayi masih mengalami kesulitan, berikan ASI menggunakan cangkir dan sendok. Caranya, biarkan bayi menjulurkan lidah untuk menjilat ASI, jadi jangan menuangkan ASI ke mulutnya

Tips Khusus Menyusui Bayi Prematur

Karena kondisinya belum sekuat bayi yang lahir dengan usia kehamilan yang sudah mencukupi, bayi prematur perlu tips khusus untuk menyusui. Berikut tipsnya:

* Semakin sering dan lama bayi diberi ASI, kenaikan BB terlihat nyata. Idealnya 15-25 gram per hari dalam 3 bulan pertama.
* Bila kenaikan BB lambat, susui bayi pada salah satu payudara agak lama sehingga mendapatkan ASI hindmilk – ASI yang keluar setelah beberapa menit bayi menyusu, warnanya putih, kental dan kaya lemak. Kalorinya yang tinggi membantu meningkatkan BB bayi.
* Bila bayi tidak kuat mengisap payudara agak lama, pompa ASI beberapa saat hingga ASI jenis foremilk - ASI yang keluar di awal menyusui, warnanya bening, encer, kaya protein - keluar. Setelah itu barulah menyusui bayi sehingga ia langsung mendapatkan ASI hindmilk.
* Susui bayi 20 menit di satu payudara, 20 menit lagi di payudara satunya. Namun, pola menyusui bayi umumnya berbeda-beda.
* Beri ASI sesering mungkin. Bila bayi sering tertidur, bangunkan dengan menggelitik daun telinga atau telapak kaki.
* Bila bayi sering muntah, susui lebih sering dengan waktu menyusui lebih pendek dan volume ASI lebih sedikit.
* Bila BB bayi tetap rendah, sertai pemberian ASI dengan susu bubuk khusus yang diperkaya zat gizi yang diperlukan bayi prematur untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan (human milk fortified). Konsultasikan dengan dokter.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tips/Kehamilan/tips.khusus.menyusui.bayi.prematur/001/005/303/10/3

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Leukosit Tinggi Atau Rendah


Sel darah putih atau Leukosit merupakan " bala tentara" kita. Tugasnya melindungi tubuh agar tahan menghadapi serangan kuman, entah itu virus, bakteri, atau sejenisnya.Pendek kata leukosit berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.


Dalam melakukan aktivitas sehari-hari manusia tidak luput dari serangan berbagai macam kuman pembawa bibit penyakit. Beruntung, tidak setiap serangan tersebut bisa merobohkan tubuh, berkat pasukan tempur yang selalu siap melawan kuman. Pasukan tempur itu adalah sel darah putih yang dikenal dengan sebutan leukosit.

Sebagai gambaran, luka akibat goresan merupakan pintu masuk bagi kuman. Nah, di daerah luka itulah sel darah putih akan berkumpul dan berperang melawan kuman hingga tuntas. Bagian tubuh yang luka seringkali tampak merah dan membengkak serta seringkali mengeluarkan nanah. Itu merupakan efek dari peperangan kuman melawan sel darah putih.

Jika sel darah putih menang, kuman akan hilang dan tubuh kembali normal. Sebaliknya, jika sel darah putih kalah, diperlukan obat-obatan dari luar untuk membantu sel darah putih melawan kuman. Bisa dibayangkan betapa pentingnya sel darah putih dalam tubuh kita.



GANGGUAN SUMSUM TULANG

Sebagian orang pernah mengalami kekurangan sel darah putih atau disebut Leukopenia. Kondisi ini terjadi bila jumlah sel darah putih kurang dari 5.000 dalam setiap tetes darah. Manusia normalnya memiliki sel darah putih berjumlah 5.000 hingga 10.000 dalam setiap tetes darahnya.
Leukopenia bisa disebabkan sumsum tulang mengalami gangguam. Sum-sum tulang merupakan produsen sel darah putih. Jika sum-sum tulang bermasalah, otomatis jumlah sel darah putih akan mengalami gangguan juga.

Leukopenia bisa juga disebabkan oleh infeksi. Infeksi dari kuman atau bakteri bisa menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih. Kurangnya sel darah putih juga bisa terjadi karena adanya penyakit autoimun seperti HIV/AIDS atau lupus.

Pengaruh obat-obatan seperti efek dari kemoterapi pun bisa menyebabkan terjadinya leukopenia.
Beberapa jenis obat yang digunakan pada kemoterapi bisa merusak sum-sum tulang, sehingga produksi sel darah merah menurun. Meski demikian, kondisi ini tidak selalu terjadi pada setiap orang, bergantung kondisi masing-masing pasien.

Namun, keadaan ini tidak berlangsung lama pada pasien yang menjalani kemoterapi. Biasanya jumlah sel darah putih akan menurun selama beberapa hari. Ini disebabkan oleh efek obat kemoterapi, tetapi kemudian leukosit akan kembali pada jumlah normal lagi.


KANKER DARAH


Penyebab lain dari leukopenia adalah kanker, terutama kanker darah. Banyak orang beranggapan bahwa kanker akan memicu jumlah leukosit. Padahal kanker juga bisa menurunkan kadar leukosit. Apalagi jika kanker tersebut sudah menyerang sumsum tulang dan menyebar ke seluruh tubuh. Penyebab ini yang seringkali luput atau menipu perhatian dokter.

Kekurangan sel darah putih bisa menyebabkan seseorang rentan terserang penyakit ataupun infeksi. Bahkan penyakit ringan seperti flu saja bisa membuat pasien leukopenia menderita hebat.

Ini diakibatkan kurangnya pasukan tempur dalam tubuh. Penyakit yang seharusnya bisa dengan mudah ditangani oleh tubuh menjadi sulit sembuh.


ATASI PENYEBABNYA


Leukopenia seringkali diketahui ketika pasien memeriksakan diri ke dokter karena keluhan penyakit. Penyakit yang dialami itu kerap kali merupakan gejala dari leukopenia.
Cara tercepat untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes jumlah darah putih. Kemudian dokter akan memeriksa penyebab terjadinya penurunan jumlah sel darah putih. Jika sudah diketahui, barulah bisa ditentukan cara pengobatannya.

Untuk saat ini cara paling efektif untuk menangani leukopenia adalah dengan mengatasi penyebabnya. Jika leukopenia disebabkan oleh infeksi, obati saja infeksinya. Jika disebabkan oleh kanker, obatilah kankernya.

Belu ada pola makan atau diet yang berhubungan untuk menambah jumlah sel darah putih. Kalau leukopenia dikarenakan kanker, pola makan tidak bisa menaikkan jumlah leukosit. Karena itu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang lebih untuk membantu proses pemulihan.

PENYEBAB LEUKOSIT TURUN NAIK

Kadar sel darah putih atau leukosit yang terlalu tinggi atau leukositosis, bisa mengindikasikan:

* Naiknya produksi leukosit guna melawan infeksi.
* Reaksi obat-obatan.
* Penyakit pada sumsum tulang, sehingga produksi leukosit menjadi abnormal.
* Gangguan sistem imun.

Pemicu spesifik yang meningkatkan kadar sel darah putih, yaitu:

* Leukemia limfositik akut/ kronis.
* Leukemia myelogenous akut/ kronis.
* Alergi parah.
* Obat kortikosteroid dan epinefrin.
* Campak.
* Infeksi bakteri.
* Infeksi virus
* Rematoid artritis.
* Penyakit TBC.
* Batuk rejan.
* Kerusakan jaringan, misalnya akibat luka bakar.
* Stress psikis dan fisik.
* Merokok.


Sementara kadar sel darah putih bisa juga turun di bawah normal ( kurang dari 3.500 sel per mikroliter darah) karena :

* Infeksi virus.
* Kelainan kongenital yang terkait dengan fungsi sumsum tulang.
* Kanker.
* Gangguan autoimun.
* Obat-obatan yang merusak sel darah putih.

Pemicu spesifik yang menurunkan leukosit :
* Alergi berat.
* Anemia aplastis.
* Kemoterapi.
* Obat-obatan antibiotik, diuretik, dan prednison.
* HIV/AIDS.
* Hipertiroid.
* Penyakit infeksi.
* Penyakit lupus
* Terapi radiasi.
* Rematoid artritis.
* Kekurangan vitamin.


BELUM TENTU LEUKEMIA

Sel darah putih atau leukosit bertugas melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Jumlah sel darah putih akan meningkat jika tubuh diserang kuman. Ini dilakukan untuk mengimbangi jumlah kuman yang masuk. Kondisi jumlah leukosit di atas batas normal disebut leukemia atau leukositosis.

Sel darah putih juga bisa berkembang biak melebihi batas normal, meski tubuh tidak diserang infeksi. Sumsum tulang belakang memproduksi sel-sel darah putih dalam jumlah yang sangat banyak.
Sayangnya tidak semua sel darah putih tersebut layak disebut sel normal.
Kebanyakan dari mereka tidak normal atau tidak berfungsi selayaknya.

Jika berlangsung terus jumlah sel darah putih abnormal ini akan menumpuk dan berbalik menyerang fungsi organ tubuh kita sendiri. Hal ini bisa disebabkan banyak hal. Yang paling umum ditemui adalah karena kanker darah atau kanker leukemia.
Kanker ini memiliki banyak variasi dan bisa menyerang orang dewasa maupun anak-anak.


GEJALA LEUKEMIA

Gejala leukemia antara lain: demam, mudah lelah, kehilangan berat secara drastis, atau mudah berdarah. Bisa juga sering tersengal-sengal, rasa sakit pada tulang, dan berkeringat sangat banyak terutama di malam hari.
Gejala ini tentu tidak semua sama pada setiap orang. Pada orang-orang tertentu bisa saja muncul sebagai gejala flu atau demam biasa, sehingga terabaikan. Bahkan ada yang tidak menggejala sama sekali.

Namun, gejala tadi tidak bisa menjadi acuan pasti adanya leukemia. Bisa saja karena tubuh sebenarnya sedang melawan kuman, jadi memproduksi leukosit lebih banyak.

Untuk memastikan perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Terutama pemeriksaan jumlah sel darah putih.

FAKTOR LEUKEMIA


Beberapa faktor leukemia antara lain: sering menjalani kemoterapi dan bekerja dengan bahan kimia. Meski demikian, tidak setiap orang yang memiliki faktor risiko akan mengalami leukemia.
Ada orang yang tidak memiliki faktor risiko, tetapi terkena leukemia. Itu bisa saja karena faktor genetik.


MACAM_MACAM TERAPI LEUKEMIA

Leukemia bukan kanker berbentuk padat yang dapat diangkat lewat operasi. Pengobatan leukemia terbilang rumit, tergantung dari usia, kondisi tubuh pasien, dan tipe leukemianya. Belum lagi jika kanker tersebut sudah menyebar ke banyak bagian tubuh.

Pilihan terapi untuk leukemia antara lain:

1. KEMOTERAPI

Kemoterapi adalah: pengobatan yang umum dilakukan untuk menangani leukemia. Terapi ini menggunakan cairan kimia untuk membunuh sel leukemia.
Pasien bisa hanya menerima satu jenis obat atau berbagai macam obat, bergantung dari jenis leukemianya. Cara pengobatannya bisa dalam bentuk pil atau disuntikkan ke dalam saluran darah.

2. TERAPI BIOLOGIS

Dikenal juga sebagai terapi imuno.Terapi biologis menggunakan berbagai macam substansi untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien agar kuat melawan sel kanker.

3. TERAPI KINASE INHIBITOR

Obat yang mengandung zat imatinib mesilat ini merupakan pilihan pertama bagi kebanyakan penderita leukemia jenis myelogen kronis.


4. TERAPI OBAT LAIN

Arsenik trioksida dan semua jenis asam trans retinoik merupakan obat antikanker. Cara kerjanya membuat sel leukemia menjadi tua dan mati.

5. TERAPI RADIASI

Terapi yang menggunakan sinar x ini bertujuan untuk menghancurkan sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya. Pasien bisa disinari hanya pada bagian tertentu tubuhnya, lokasi sel leukemia berada. Jika sel leukemia sudah menyebar, tentu seluruh tubuh harus disinar.

6. TRANSPLANTASI SUMSUM TULANG BELAKANG

Proses ini bertujuan mengganti sumsum tulang belakang yang sudah terkontaminasi leukemia dengan sumsum tulang belakang yang masih bersih dan sehat.

7. TERAPI SEL PUNCA

Serupa dengan transplantasi sumsum tulang belakang. Bedanya, terapi ini menggunakan sel induk yang berada dalam aliran darah. Sel punca bisa diambil dari dalam tubuh pasien sendiri atau dari donor yang cocok dengan tubuh pasien.
Para dokter lebih sering menggunakan terapi ini karena masa pemulihan lebih cepat dan tingkat risiko terkena infeksi lebih rendah.




Semoga bermanfaat, salam
Sumber: GHS

Jumat, 11 November 2011

Perkembangan Janin Usia 3 Bulan

Perkembangan Janin Minggu ke-9
Pada minggu ini bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan, sementara perempuan masih sesekali meragukan. Mulut dan hidung janin sudah terlihat dengan jelas. Tungkai dan lengan mulai tumbuh. Janin sudah bisa membuka dan menutup mulutnya, dan ia mulai berlatih melakukan gerakan menelan dan menghisap. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan tubuh. Sebentuk kuku pada setiap jari tangan dan kakinya muncul di minggu ini. Pada minggu ini janin memiliki panjang sekitar 39 mm dengan berat 20 gram. Pada minggu ini perut dan rongga dada sudah terpisah dan otot mata dan bibir atas terbentuk. Pembentukan kulit dan fungsinya berkembang menuju penyempurnaan.
Perkembangan Janin Minggu ke-10
Pada minggu ini jenis kelamin perempuan dapat teridentifikasi dengan jelas. Tulang sudah menggantikan kartilago (tulang muda). Diafragma memisahka jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk. Otak berkembang cepat dalam bulan terakhir ini sehingga proporsi kepala lebih besar dari pada tubuh. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang. Pembentukan telinga berakhir. Janin telah mampu menekuk tangannya menjadi setengah kepalan.
Perkembangan Janin Minggu ke-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Organ seks luar sudah terbentuk, juga folikel-folikel rambut dan gigi. Bayi sudah dapat menelan cairan amnion dan mengeluarkannya kembali (kencing). Mata sudah terbentuk lengkap, jaringan tangan dan kaki tumbuh, meskipun belum disatukan oleh jaringan kulit.
Gerakan demi gerakan janin kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
Perkembangan Janin Minggu ke-12
Ukuran Janin sekarang sekitar 8 cm. semua organ vital bayi sudah terbentuk. Dengan signal dari otak, otot akan merespons dan bayi sudah dapat menendang. Akhir trimester pertama, organ-organ tubuh bayi sudah terbentuk. rasa mual dan lelah anda biasanya sudah berkurang atau hilang. perkembangan selanjutnya
akan terlihat pertumbuhan bayi (dan juga anda) yang semakin membesar. Janin usia tiga bulanakan mengalami cegukan,yang normal terjadi. Cegukan terjadi dengan frekuensi hingga 90 kaki cegukan dalam satu jam. Cegukan pada janin berfungsi untukmemperkuat otot-otot pada bagian organ pernafasan.
Bila diinginkan, di minggu ini pun bisa diagnosa penyakit keturunan semisal thalassemia dan sindroma Down, yang bisa dilakukan lewat pemeriksaan Chorion Villus (CVS) guna memastikan ada-tidak kerusakan pada kromosom. Caranya dengan mengambil sampel sel-sel plasenta yang bisa dilakukan secara transabdominal melalui perut atau leher rahim/transervikal.
Kelainan kromosom dapat terjadi karena ada kelainan kromosom pada orang tua. Atau akibat pengaruh virus, bakteri, penyakit maupun zat berbahaya lain yang menyerang sel-sel embrio.
PESAN

* Karena pada triwulan I adalah fase terbentuknya organ-organ vital lainnya dan perkembangan otaknya, maka jangan sampai kurang mengkonsumsi zat pembangun, zat tenaga, zata pengatur, vitamin dan mineral utamanya zat besi. Makan makanan yang beraneka ragam dengan cukup kwalitas dan kwantitas dengan porsi kecil-kecil tetapi sering.
* Bila keluhan-keluhan hamil muda belum bisa di atasi, segeralah menghubungi petugas kesehatan terdekat.
* Dapatkan suntikan imunisasi TT – 2 dengan selang suntikan TT1+TT2 4-g Mg perikasa kehamilan minimal 1 kali selama triwulan I
* Bahaya pada triwulan I adalah keguguran.
* Pada wanita yang mudah keguguran, sebaiknya dinasehatkan supaya jangan melakukan bersenggama pada hamil muda dan dilakukan harus dengan hati hati.

Sumber : http://bidanku.com/index.php?/perkembangan-janin-usia-3-bulan

Perkembangan Janin Usia 2 Bulan

Perkembangan Janin Minggu ke-4
Saat si zigot kecil menemukan tempat di dalam rahim. dengan berakhirnya minggu ini, anda tidak mendapat menstruasi, dan menjadi tanda pertama kemungkinan kehamilan. beberapa wanita mengalami sedikit pendarahan atau flek kecokelatan yang disalahartikan sebagai menstruasi, padahal sebenarnya pendarahan yang sedikit itu terjadi karena adanya implantasi zigot ke dinding rahim anda. setelah terjadi implantasi atau menempelnya zigot pada dinding rahim, akan mulai terjadi pelepasan hormon HCG (untuk menilai tes kehamilan).
Perkembangan Janin Minggu ke-5
Ukuran bayi anda sekarang kira-kira sebesar biji apel dan pada minggu ini di sebut sebagai embrio. Bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri. Plasenta dan tali pusat sudah bekerja sepenuhnya pada minggu ini. vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, dan sistem saraf mulai berkembang. benjolan tangan dan kaki janin mulai terlihat. Selain sel pada benjolan tangan janin akan mengalami kematian sehingga akan membentuk jari-jari tangan. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam. Demikian pula sistem pencernaan makin sempurna dengan terjadi pembedaan yang kian nyata antara cikal-bakal usus besar dan usus buntu. Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Begitu juga struktur muka secara keseluruhan mulai bisa “terbaca”.
Perkembangan Janin Minggu ke-6
Saat ini bayi sudah berbentuk embrio dengan panjang kurang lebih 1/17 inci. Embrio terlihat seperti berudu. Pada minggu ini dapat mengenali kepala, ekor, tangan dan anggota badan masih seperti tunas atau benjolan. Pada minggu ini terjadi pembentukan awal hati, pankreas, paru-paru, kelenjar tiroid, dan jantung. Pembuluh-pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing. Di minggu ini rongga mulut sudah tampak. Begitu juga struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan letaknya. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar.
Perkembangan Janin Minggu ke-7
Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 11-17 mm. Jantung sudah terbentuk lengkap dan lebih sempurna. Saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama kalinya. Bayi mempunyai refleks dan bergerak spontan (anda belum dapat merasakannya). akhir minggu ini otak akan terbentuk lengkap. Bagian hidung, bibir, lidah dan gigi mulai terbentuk, begitupula cikal bakal mata yang terlihat berwarna hitam tanpa kelopak. Tunas-tunas lengan sudah menyiku, sementara jari-jari tangan pun sudah mengarah terpisah satu sama lain. Sedangkan pemisahan jemari kakinya samar terlihat, meski telapak kakinya masih rata. Tunas tangan yang lebih cepat tumbuh ketimbang tunas kaki inilah yang agaknya bisa menjawab pertanyaan mengapa bayi kelak lebih dulu belajar memegang benda-benda di sekitarnya ketimbang belajar berjalan.
Perkembangan Janin Minggu ke-8
Embrio sekarang berukuran panjang sekitar 25-30 mm. Kepalanya membulat dan wajah polos kekanak-kanakan mulai tampak nyata dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam. Lengan dan kaki sudah terbagi menjadi komponen paha, kaki, tangan, lengan, dan bahu. organ reproduksinya mulai terbentuk begitu juga dengan kartilago dan tulang. Telinga luar sudah terbentuk sempurna, dan mata membentuk pigmen. Pada akhir minggu ini, janin sudah mampu mendengar. Didalam otak, jaringan saraf berhubungan dengan lobi penciuman di otak. jantung sudah memompa dengan kuat dan irama teratur.
Pergerakan pertama janin dapat dideteksi melalui USG. Tubuh yang ringkih ini pun mulai bisa bergerak secara tak teratur, yang jika dijumlahkan rata-rata sebanyak 60 kali gerakan dalam sejam. Pada minggu ini, perut dan ronga dada sudah terpisah dan otot mata serta bibir bagian atas terbentuk. Jaringan kulit, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak mulai terbentuk. Jantung berdetak dengan frekuensi 120 kali/menit. Ronga mulut, cikal bakal gigi dan lidah, alat kelamin, serta sel-sel pembentuk bulu mata mulai berkembang. Seluruh organ internal janin sudah terbentuk.
PESAN

* Pada saat ibu menyadari tentang kehamilan ini, calon bayi sudah tumbuh cukup lama sehingga ibu perlu mengejar pemasukan zat gizi yang diperlukan antara lain : zat pembangunan, zat tenaga, zat pengatur/vitamin dan mineral utamanya zat besi.
* Sebelum turun dari tempat tidur, makan sesuai, misalnya makan kue biskuit.
* Makan porsi kecil tetapi sering, mudah dicerna tidak terlalu berbumbu dan banyak minum air buah segar
* Pemberian zat besi tablet


Mengatasi keluhan hamil muda antara lain:

* Dengan menyadari peristiwa kehamilan , adalah hal yang kodrati yang dialami oleh semua perempuan dan mohon kepada Tuhan semoga proses kehamilan berjalan lancar, selamat sampai masa persalinan dan nifas.
* Hati-hati dengan pemberian obat-obatan yang dimakan untuk mengatasi keluhan pusing-pusing, pana dan sebagainya seperti : antalgin, tetracilin dan sebagainya, karena obat-obatan tersebut dapat berakibat pada pembentukan organ-organ tubuh vital.

Sumber : http://bidanku.com/index.php?/perkembangan-janin-usia-2-bulan

Perkembangan Janin Usia 1 Bulan

Perkembangan Janin Usia 1 Bulan. Pada mingu pertama terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, di mana terjadi juga proses pertukaran kromosom dari sel sperma dan sel telur yang mengandung gen pembawa sifat bagi janin. Bersamaan dengan itu, kadar hormon estrogen dan progesteron terus meningkat, yang menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur dan metabolisme tubuh ibu untuk mendukung menumbuhkembangkan janin.Sel t elur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim. Dalam perjalanan dari ovarium menuju ke rahim, sel telur ini akan terus membelah diri membentuk suatu massa sel, yang disebut blastosis. Setelah tiba di rahim, blastosis akan menempel (implantasi) di dinding rahim. Dengan berakhirnya ini, Ibu tidak akan mendapat haid.

Juga terjadi perdarahan, yang kebanyakan perempuan mengartikannya sebagai darah haid. Perdarahan yang terjadi adalah dampak dari implantasi sel telur pada dinding rahim. setelah terjadi implantasi atau menempelnya zigot pada dinding rahim, akan mulai terjadi pelepasan hormon HCG (untuk menilai tes kehamilan). Bagian embrio yang tidak melekat pada rahim akan tumbuh. Tulang belakang, tulang ekor, tulang iga,dan sistem syaraf pusat mulai terbentuk. Begitu pula jantung dan jaringan pembuluh darah. Akan terbentuk dua buah lubang pada wajah pada janin. Lubang ini akan terisi oleh mata. Pada mingu kelima ukuran bayi anda sekarang kira-kira sebesar biji apel dan pada minggu ini di sebut sebagai embrio. bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri. plasenta dan tali pusat sudah bekerja sepenuhnya pada minggu ini. vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, dan sistem saraf mulai berkembang. Jantung mulai berfungsi dan berdetak, memompakan darah ke seluruh bagian tubuh janin. Sel-sel mulai membentuk cikal bakal organ seperti cikal bakal ginjal, rahang bawah, tulang-tulang leher, wajah, tangan, serta kaki. Pada akhir minggu keempat, ukuran janin yang berbentuk 1.000 kaki lebih besar daripada sel telur yang dibuahi.

Pesan

Pada bulan pertama ini, ibu hamil harus menjaga janin sebaik mungkin. Janin yang masih dalam proses pembentukan awal memiliki kondisi yang lemah. Karena itu, masa ini disebut masa kritis.
Untuk persiapan mental; pertama yakinkan dan beri dukungan dulu suami kepada isteri bahwa sekarang telah menerima anugerah yang sungguh luar biasa dari Tuhan (ingatlah kepada pasutri yg bertahun-tahun belum dikarunia), yang harus dipelihara dijaga dan dirawat dengan baik (tentunya hal ini banyak memerlukan pengorbanan, dan ingatkan pengorbanan ini nggak gampang, kedepannya ibu hamil akan banyak mengalami perubahan-perubahan), untuk suami, beri dia dukungan dan perhatian lebih dari biasanya, serta ciptakan suasana rumah anda yang harmonis, bahagia dan tenteram. Jaga atau bantu isteri ketika menghadapi berbagai macam tekanan dan permasalahan. Ingatkan terus, bahwa dia sekarang sedang berbadan dua, artinya psikologis ibu akan mempengaruhi janin yg sedang dikandungnya. Terus Jangan lupa berdoa. Perubahan emosi yang labil sudah mulai terlihat. Calon ibu kadang marah/bahagia/sedih secara tiba-tiba tanpa alasan jelas. Lingkungan sekitar ibu hamil sebaiknya memahami dan mengerti kondisi ini. Buatlah kondisi yang nyaman bagi bu hamil, dan jangan sampai kondisi emosional ibu yang labil menjadi semakin buruk.

Untuk persiapan fisik, mulai sekarang jaga stamina ibu hamil jangan terlalu capek juga jangan terlalu diam. Banyaklah makanan bergizi terutama sayuran dan buah-buahan, banyak minum air putih, minum susu untuk ibu hamil (kalo bisa 2x sehari), minumlah multivitamin selama kehamilan. Pada masa kritis ini sebaiknya ibu menjaga fisik engan baik dan jangan sampai mengalami stress. Jangan pernah memukul bagian perut secara lembut, apalagi keras.

Makan makanan bergizi, dan mulailah berkonsultasi dengan dokter kandungan ataupun bidan.

http://bidanku.com/index.php?/perkembangan-janin-usia-1-bulan

Proses Terjadinya Kehamilan

Terjadinya kehamilan. Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim,

saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

Inti sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah menjadi empat bagian. Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel akan sampai di bagian uterus.Dalam jangka waktu satu minggu setelah perubahan, akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk ola sebesar pentol jarum, yang disebut (blastocyt). Dalam proses selanjutnya, yaitu sekitar 5 hari berikutnya, blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium.

Selama dua hingga empat minggu pertam perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. Pada masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. Plasenta merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) dan embrio. Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. Melalui lasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.

Pijat Bayi Prematur


Oleh    :    Daniel sadana
                Fisioterapi anak Remedia R.S. AZRA
   

Pijat bayi sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu, pada berbagai bangsa dan kebudayaan, dengan berbagai bentuk terapi dan tujuan. Pijat bayi merupakan pengungkapan rasa kasih saying antara orang tua dengan anak lewat sentuhan pada kulit yang berdampak sangat luar biasa. White (1976) dan Field (1986) menyatakan dengan modalitas multi stimulasi memberikan efek yang posistif seperti pertambahan berat badan, respon bayi yang lebih baik dan lebih aktif serta masa perawatan di rumah sakit yang lebih pendek. Pemantauan yang dilakukan tersebut ketika bayi berumur 8 bulan,efeknya lebih positif.
Disini kita akan membicarakan pijat bayi pada bayi prematur.  Indikasi bayi prematur yang sering dirujuk ke fisioterapi untuk pijat bayi adalah sebagai berikut :
  • Berat badan kurang dari 1500 gr
  • Masa gestasi kurang dari 32 minggu
  • Asfiksia berat
  • Perdarahan intraventrikular, intrakranial, periventrikula, leukomlasia
  • Hidrosefalus atau mikrosefalus
  • Distonia( hipertoni, hipotoni)
  • Kelainan musculoskeletal :
  • Kejang yang berulang
  • Penyakit neuromuskuler
 
Tujuan pijat bayi dalam sudut pandang fisioterapis adalah :
  • Mencegah posisi yang salah
  • Mencegah terjadinya kontraktur
  • Memperbaiki tonus otot
  • Meningkatkan visual dan auditory reaction
  • Pendidikan orang tua dalam cara menggendong, memandikan bayi.
Apa yang dapat dilakukan orang tua pada bayi prematur?
  • Sentuhan yang menjalin ikatan dengan bayi
Sentuhlah dan bicaralah dengan bayi , walau tidak berspon, sentuhan dan suara merupakan salah satu bentuk rasa kasih saying yang membuat nyaman dan tentram. Hal ini sanagt membantu dalam proses penyembuhan dan ikatan emosional. Sentuhan pada bayi premtur tentulah berbeda dengan pada bayi normal. Beberapa bentuk metode pijat bayi premature :
     o    Metode hammock
     o    Metode kangguru.

Pada intinya metode di atas adalah jalinan kasih antara orang tua dengan anak

  • Amati  reaksi bayi pada waktu dipijat

        Biasanya bayi menunjukan reaksi di wajahnya, senang atau menangis. Hal ini menjadi petunjuk kapan anda
        harus memulai pijat kapan anda harus berhenti memijat. 
  • Konsulkan ke dokter spesialis anak, rehabilitasi medik anak dan fisioterapis terdekat anda untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam.
Manfaat pijat bayi prematur:
  • Rasa kasih saying
  • Memberi rasa nyaman
  • Menambah berat badan
  • Meningkatkan proses tumbuh dan kembang bayi
  • Dan lain-lain

Apakah Berbahaya Jika Leukosit Anak Saya Tinggi?

Dear parent, sudah dua minggu anak saya Khanza dirawat di RS dan masih di dalam inkubator. Setelah melihat kondisinya yang stabil, aktifitasnya yang saya lihat secara kasat mata sama dengan bayi-bayi pada umumnya hanya saja tubuhnya lebih mungil dari bayi pada umumnya seperti menggeliat/ngulet, bersin, menguap karena ngantuk, melarak-melirik, dan sebagainya memberanikan saya untuk bicara dengan dokternya agar bisa dirawat jalan saja. Kebetulan kakak-kakak istri berpengalaman mengurus bayi prematur karena keduanya punya bayi prematur yang lahir pada usia tujuh bulan juga (gestasi 30 minggu). Belum lagi jaminan bidan yang akan membantu merawat si Khanza jika sudah pulang.

Tapi ternyata rencana Allah berbeda, hasil tes lab yang dilakukan tadi pagi justru menjelaskan kalau lekosit Khanza tinggi yang menandakan bahwa dia sedang terinveksi bakteri/virus tertentu. Dokter tidak mengijinkan pulang karena telah diberi antibiotik yang akan ketahuan hasilnya setelah tiga hari.

Sebagai orang tua jelas saya sangat khawatir. Apakah ini berbahaya atau tidak. Cari-cari tahu tentang informasi seputar lekosit, saya beranggapan dengan lekosit tinggi berarti sel darah putih anak saya bekerja baik, dimana sel darah putihnya bisa berkembang untuk melawan benda asing yang masuk ketubuhnya. Tapi khawatir juga kalau terlalu tinggi dan tidak kunjung normal, ada kekhawatiran justru menjadi leukimia. Apakah ada parent atau dokter yang bisa membantu saya, mungkin ada dari kalian yang pernah mengalami hal yang sama dengan saya, apakah berbahaya jika lekosit pada bayi saya terlalu tinggi dan apa sarannya untuk membuat saya lebih tenang. Meski bayi saya sudah ditangani dr. spesialis anak, saya tetap membutuhkan second opinion dari yang lain. Help ya parent :(

Hitung Darah Lengkap (HDL)


Tes laboratorium yang paling umum adalah hitung darah lengkap (HDL) atau complete blood count (CBC). Tes ini, yang juga sering disebut sebagai ‘hematologi’, memeriksa jenis sel dalam darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih dan trombosit (platelet). Hasil tes menyebutkan jumlahnya dalam darah (misalnya jumlah sel per milimeter kubik) atau persentasenya. Tes laboratorium lain dibahas pada Lembaran Informasi (LI) 122 dan 123.

Semua sel darah dibuat di sumsum tulang. Beberapa obat atau penyakit dapat merusak sumsum tulang sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah dan putih.
Setiap laboratorium mempunyai ‘nilai rujukan’ untuk semua hasil tes. Biasanya, tes laboratorium akan memperlihatkan hasil tes yang berada di luar nilai normal. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hasil tes laboratorium, lihat LI 120.

Angka dalam laporan sering sulit ditafsirkan. Beberapa angka dilaporkan dengan satuan ‘x10.e3’ atau ‘x103’. Ini berarti jumlah yang dicatat harus dikalikan 1.000. Contohnya, bila hasil adalah 8,77 dengan satuan ‘x10.e3’, jumlah sebenarnya adalah 8.770.

Tes Sel Darah Merah

Sel darah merah, yang juga disebut sebagai eritrosit, bertugas mengangkut oksigen dari paru ke semua sel di seluruh tubuh. Fungsi ini dapat diukur melalui tiga macam tes. Hitung Sel Darah Merah (red blood cell count/RBC) yang menghitung jumlah total sel darah merah. Hemoglobin(Hb) yaitu protein dalam sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru ke bagian tubuh lain Hematokrit(Ht atau HCT) mengukur persentase sel darah merah dalam seluruh volume darah.

Orang yang tinggal di dataran tinggi umumnya mempunyai lebih banyak sel darah merah. Ini merupakan upaya tubuh mengatasi kekurangan oksigen.

Eritrosit, Hb dan Ht yang sangat rendah menunjukkan adanya anemia, yaitu sel tidak mendapat cukup oksigen untuk berfungsi secara normal. Jika kita anemia, kita sering merasa lelah dan terlihat pucat. Lihat LI 551 mengenai kelelahan dan LI 552 mengenai anemia.

Volume Eritrosit Rata-Rata (VER) atau mean corpuscular volume (MCV) mengukur besar rata-rata sel darah merah. VER yang kecil berarti ukuran sel darah merahnya lebih kecil dari ukuran normal. Biasanya hal ini disebabkan oleh kekurangan zat besi atau penyakit kronis. VER yang besar dapat disebabkan oleh obat antiretroviral (ARV), terutama AZT dan d4T. Keadaan ini tidak berbahaya. Namun VER yang besar dapat menunjukkan adanya anemia megaloblastik, dengan sel darah merahnya besar dan berwarna muda. Biasanya hal ini disebabkan oleh kekurangan asam folat.

Sementara VER mengukur ukuran rata-rata sel darah merah, Red Blood Cell Distribution Width (RDW) mengukur kisaran ukuran sel darah merah. Hasil tes ini dapat membantu mendiagnosis jenis anemia dan kekurangan beberapa vitamin.

Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER) atau mean corpuscular hemoglobin (MCH) dan Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (KHER) atau mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC atau CHCM) masing-masing mengukur jumlah dan kepekatan hemoglobin. HER dihitung dengan membagi hemoglobin total dengan jumlah sel darah merah total.

Trombositatau plateletberfungsi membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan dan keropeng. Jika trombosit kita kurang, kita mudah mengalami perdarahan atau memar. Orang terinfeksi HIV kadang trombositnya rendah (disebut trombositopenia). ARV dapat mengatasi keadaan ini. Jumlah trombosit hampir tidak pernah menjadi begitu tinggi sehingga mempengaruhi kesehatan.

Tes Sel Darah Putih

Sel darah putih (disebut juga leukosit) membantu melawan infeksi dalam tubuh kita.
Hitung Sel Darah Putih (white blood cell count/WBC) adalah jumlah total leukosit. Leukosit tinggi (hitung sel darah putih yang tinggi) umumnya berarti tubuh kita sedang melawan infeksi. Leukosit rendah artinya ada masalah dengan sumsum tulang. Leukosit rendah, yang disebut leukopenia atau sitopenia, berarti tubuh kita kurang mampu melawan infeksi.

Hitung Jenis (differential) menghitung lima jenis sel darah putih: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. Hasil masing-masing dilaporkan sebagai persentase jumlah leukosit. Persentase ini dikalikan leukosit untuk mendapatkan hitung ‘mutlak’. Contohnya, dengan limfosit 30% dan leukosit 10.000, limfosit mutlak adalah 30% dari 10.000 atau 3.000.

Neutrofil berfungsi melawan infeksi bakteri. Biasa jumlahnya 55-70% jumlah leukosit. Jika neutrofil kita rendah (disebut neutropenia), kita lebih mudah terkena infeksi bakteri. Penyakit HIV lanjut dapat menyebabkan neutropenia. Begitu juga, beberapa jenis obat yang dipakai oleh Odha (misalnya gansiklovir untuk mengatasi virus sitomegalo, lihat LI 501) dan AZT (semacam ARV; lihat LI 411).

Ada dua jenis utama limfosit: sel-T yang menyerang dan membunuh kuman, serta membantu mengatur sistem kekebalan tubuh; dan sel-B yang membuat antibodi, protein khusus yang menyerang kuman. Jumlah limfosit umumnya 20-40% leukosit. Salah satu jenis sel-T adalah sel CD4, yang tertular dan dibunuh oleh HIV (lihat LI 124). Hitung darah lengkap tidak termasuk tes CD4. Tes CD4 ini harus diminta sebagai tambahan. Hasil hitung darah lengkap tetap dibutuhkan untuk menghitung jumlah CD4, sehingga dua tes ini umumnya dilakukan sekaligus.

Monositatau makrofag mencakup 2-8% leukosit. Sel ini melawan infeksi dengan ‘memakan’ kuman dan memberi tahu sistem kekebalan tubuh mengenai kuman apa yang ditemukan. Monosit beredar dalam darah. Monosit yang berada di berbagai jaringan tubuh disebut makrofag. Jumlah monosit yang tinggi umumnya menunjukkan adanya infeksi bakteri.

Eosinofilbiasanya 1-3% leukosit. Sel ini terlibat dengan alergi dan tanggapan terhadap parasit. Kadang kala penyakit HIV dapat menyebabkan jumlah eosinofil yang tinggi. Jumlah yang tinggi, terutama jika kita diare, kentut, atau perut kembung, mungkin menandai keberadaan parasit.

Fungsi basofiltidak jelas dipahami, namun sel ini terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang, misalnya asma atau alergi kulit. Sel ini jumlahnya kurang dari 1% leukosit.

Persentase limfosit mengukur lima jenis sel darah putih: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil, dalam bentuk persentase leukosit. Untuk memperoleh limfosit total, nilai ini dikalikan dengan leukosit. Misalnya, bila limfosit 30,2% dan leukosit 8.770, limfosit totalnya adalah 0,302 x 8.770 = 2.648.

Laju Endap Darah (LED) atau Sed Rate mengukur kecepatan sel darah merah mengendap dalam tabung darah. LED yang tinggi menunjukkan adanya radang. Namun LED tidak menunjukkan apakah itu radang jangka lama, misalnya artritis, atau disebabkan oleh tubuh yang terserang infeksi.

Sumber artikel

Jumat, 04 November 2011

Ajak Keluarga Jadi "Induk Kangguru" Bagi Bayi Prematur


SIAPA pun tentu mengharapkan bayi yang dikandungnya akan terlahir normal tanpa masalah. Banyak ibu melahirkan yang dihinggapi kecemasan berlebihan karena memiliki anak prematur (usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu).

Bayi yang dilahirkan prematur biasanya membutuhkan perawatan intensif maupun semiintensif di rumah sakit. Hal ini karena sistem atau organ-organ tubuhnya belum matang sehingga bayi butuh bantuan untuk tetap hidup. Namun, tidak semua bayi prematur harus dirawat di rumah sakit. Jika kondisinya memungkinkan, bayi prematur bisa langsung dibawa pulang.

Penentuan kondisi bayi layak dibawa pulang atau tidak, bukan hanya berdasar pada usia kehamilan tapi juga berat badan bayi saat lahir. Dengan berat badan minimal 1,8-2 kilogram sudah aman untuk dibawa pulang asalkan tidak ada kelainan atau memiliki faktor penyulit akibat belum sempurnanya semua organ tubuh.

Berat badan dua kilogram ini setara dengan usia kehamilan 34 minggu di mana bayi sudah memiliki refleks isap dan pola napas teratur. Pada bayi yang lahir di bawah 34 minggu belum memiliki pola napas teratur sehingga terkadang "lupa" bernapas karena paru-parunya belum sempurna.

Sebelum pulang, bayi prematur harus mampu minum secara aktif. Untuk bayi prematur dengan berat badan di bawah 1,8 kilogram sebaiknya dirawat terlebih dulu di rumah sakit. Di rumah sakit, bayi prematur dirawat di dalam inkubator untuk menjaga kestabilan suhu tubuh. Beberapa bayi juga membutuhkan bantuan oksigen untuk bernapas serta dibantu perawat untuk minum susu. Lama masa perawatan bayi prematur berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan bayi.

Ketika bayi prematur boleh dibawa pulang, dibutuhkan kesiapan orangtua untuk merawat bayi prematur di rumah. Mau tidak mau orangtua harus belajar merawat bayi prematur karena bayi ini membutuhkan perawatan khusus yang berbeda dengan bayi-bayi pada umumnya.

Salah satu hal paling penting adalah orangtua di rumah harus menjaga kehangatan tubuh si bayi prematur. Karena kulitnya masih sangat tipis, bayi prematur sangat rentan terhadap dingin. Cara paling tepat untuk menjaga suhu tubuh bayi prematur adalah dengan metode kanguru.

Metode ini meniru cara kangguru menghangatkan badan anaknya. Seorang bayi yang lahir prematur, umumnya akan diletakkan ke dalam inkubator agar suhu tubuhnya tetap normal serta diberi bantuan oksigen untuk pernapasannya. Selain inkubator, suhu tubuh bayi dapat dipertahankan kehangatannya dengan menggunakan metode kangguru.

Metode yang ditemukan tahun 1993 ini, merupakan salah satu cara paling efektif dan murah untuk menghangatkan bayi, dengan cara mendekapkan bayi pada tubuh ibunya tanpa dibatasi busana. Prinsipnya adalah kulit bayi menempel pada kulit ibu agar bayi dapat mengambil panas dari tubuh ibunya.

Karena metode kanguru ini sejatinya dilakukan selama 24 jam dalam sehari. Oleh karena itu, kehadiran 'ibu pengganti' amat diperlukan, terlebih saat sang Bunda butuh istirahat. Di saat seperti itulah, Anda dapat mengajak anggota keluarga lainnya untuk turut serta menggantikan posisi Anda sementara menjadi 'induk kanguru' bagi si kecil!

Metode kanguru ini dianjurkan untuk dilakukan setelah dua minggu kelahiran dengan jangka waktu hingga berat badan bayi dirasa cukup baik atau sekira 1.800 gram. Dapat pula diterapkan hingga usia bayi 36 minggu.

Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara kebersihan ibu dan bayi, pemberian ASI (bayi prematur tetap harus diberi ASI setiap 2-3 jam sekali). Bayi dengan berat badan 1,8 kg-2 kg sudah memiliki refleks mengisap yang baik. Jika bayi masih kesulitan mengisap, pemberian ASI bisa melalui pipet. Jika kenyataannya ASI tidak bisa keluar, bayi prematur bisa diberi susu formula.

Sekarang ini di pasaran banyak susu formula khusus untuk bayi prematur, namun pemberiannya harus berkonsultasi dengan dokter. Ada literatur yang menyebutkan, pemberian susu tidak boleh terlalu banyak, hanya sekitar 10-30 cc/kg berat badan per hari karena bayi prematur masih mengalami gangguan pada sistem penyerapan.

Dalam masa-masa bayi diletakkan dalam kantung kanguru, sebaiknya bayi tidak dimandikan karena rentan kedinginan. Untuk menjaga kebersihan, bayi prematur cukup dilap dengan air hangat lalu segera dikeringkan dengan handuk kemudian digendong lagi dengan metoda kanguru. Jika ruangan memakai penyejuk ruangan, suhu minimum ruangan sebaiknya tidak kurang dari 25 derajat Celcius.
(Mom& Kiddie//nsa)

Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2008/11/24/196/167300/search.html

Kamis, 03 November 2011

Stimulasi Dini Bayi Prematur

Berbagai permasalahan yang beresiko mengganggu perkembangan bayi prematur diperlukan rangsangan yang terus menerus melalui berbagai sistem dan fungsi tubuh agar keterlambatan dan resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang ada dapat dioptimalkan. Intervensi yang dilakukan sejak dini, dilakukan secara berkesinambungan dan berlangsung lebih lama akan memberikan manfaat lebih besar di bandingkan dengan intervensi yang terlambat atau dilakukan dalam waktu singkat.

Stimulasi psikososial
Bayi dengan kelahiran prematur adalah bayi dengan resiko tinggi yang secara klinis belum menunjukkan hambatan perkembangan, tetapi berpotensi untuk mengalami gangguan perkembangan akibat faktor-faktor resiko biomedik ataupun lingkungan psikososial atau ekonomi, yang dialami sejak masa konsepsi sampai masa neonatal. Prematuritas termasuk salah satu resiko biomedik yang tersering ditemukan dan berpotensi untuk menghambat tumbuh kembang. Umumnya gangguan perkembangan bersumber pada gangguan perkembangan otak.
Plastisitas otak adalah kemampuan susunan syaraf untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan atau kerusakan yang disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Pada bayi, kemampuan plastisitas ini tinggi karena jumlah neuron, percabangan akson, dendrit serta jumlah sinaps jauh lebih banyak dibandingkan dengan dewasa. Struktur yang dimanfaatkan akan menetap bahkan berkembang menjadi rangkaian fungsional, tetapi bila tidak dimanfaatkan maka struktur tersebut akan mengalami eliminasi.

Stimulasi bayi prematur yang harus dilakukan adalah

1. Stimulasi Rangsang Taktil (pijat, fleksi, ekstensi, posisi)
2. Stimulasi Vestibular kinestetik (menggoyang, mengayun)
3. Stimulas Pendengaran (menanyi, musik, rekaman suara ibu, irama jantung ibu)
4. Stimulasi Visual (gerakan, warna, bentuk)

Stimulasi Dini Yang Bisa Dilakukan Pada Bayi Prfematur Sesuai Usia perkembangan

Stimulasi sebaiknya dilakukan secara teratur dan berlkesinambungan dalam janghka panjang. Stimulasi dapat dilakukan dalam kehidupoan sehari-hari saat menjelang tidur, memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan.

* Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan. Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dapat dilakukan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan
* Stimulasi untuk bayi 3 – 6 bulan. Stimulasi untuk bayi umur 3 – 6 bulan dapat dilakukan dengan cara dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.
* Stimulasi untuk bayi 3 – 6 bulan. Stimulasi untuk umur 6 – 9 bulan dapat dilakukan dengan cara memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.
* Stimulasi untuk bayi 9 – 12 bulan. Stimulasi untuk umur 9 – 12 bulan dapat dilakukan dengan cara mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.
* Stimulasi untuk bayi 12 – 18 bulan. Stimulasi untuk umur 12 – 18 bulan dapat dilakukan dengan cara latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.
* Stimulasi untuk bayi 18 – 24 bulan. Stimulasi untuk umur 18 – 24 bulan dapat dilakukan dengan cara menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.
* Stimulasi untuk bayi 2 – 3 tahun. Stimulasi umur 2 – 3 tahun dapat dilakukan dengan cara mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.
* Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Kebutaan Ancam Bayi Prematur

Jakarta-Apakah anda tahu bahwa Bayi lahir premature mengalami ancaman kebutaan yang sangat tinggi?. Bagi anda yang pernah mengalaminya mungkin tahu, namun tidak semua orang mengetahuinya. Walaupun akhir-akhir ini kasus tersebut semakin mencuat ke permukaan.

Apa sebenarnya penyebab kebutaan bayi lahir premature?. Dr. Rini Hersetyati, SpM mencoba menjelaskannya pada seminar yang digelar Klinik Mata Nusantara, kamis (25/06) siang di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Menurut DR. Rini penyebab kebutaan bayi lahir premature adalah Retinopathy of prematurity (ROP), yaitu kelainan pada mata yang disebabkan adanya gangguan perkembangan retina (selaput syaraf yang melapisi dinding dalam bola mata). Bayi yang lahir normal tidak dilahirkan dengan symptom ROP, melainkan dengan retina yang belum matang (pembuluh darah di retina belum lengkap).

”Sebenarnya tidak semua bayi premature lahir dengan ROP. Kalaupun ada gejalanya, kebanyakan ROP tersebut membaik tanpa pengobatan pada stadium yang awal. Akan tetapi bila pada bayi prematur dengan ROP yang berkembang ke stadium yang lanjut diperlukan penanganan secepatnya,” jelas dr. Rini dalam seminar tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, ROP pada umumnya terjadi pada kedua mata. Kendati demikian perkembangan stadiumnya tidak sama pada kedua mata. Bisa jadi salah satu matanya jadi lebih buruk. Namun memang sangat jarang ditemukan adanya kasus ROP sebelah mata. Faktor risiko ROP terjadi bila berat lahir bayi kurang dari 1500 gr dan umur kelahiran bayi kurang dari 32 minggu (8 bulan) atau bayi yang lahir prematur.

Bayi prematur memiliki banyak risiko, hingga resiko kematian. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi neonatologi, bayi prematur dengan berat yang minimal sekalipun dapat bertahan hidup.

Sayangnya dengan semakin besarnya kemungkinan hidup, risiko ROP semakin besar juga, termasuk ROP pada stadium lanjut. ROP stadium lanjut dapat berakibat kebutaan bagi bayi.
”Kepedulian kami adalah memberikan informasi bagaimana menangani dan memahami ROP dengan baik dan benar hingga tidak berakhir fatal,” tambah dr. Rini.

Perkembangan bola mata

Lebih lanjut dr. Rini menjelaskan, Sebelum sampai pada penanganan perkembangan bola mata pada bayi sejak masa kehamilan. Sejak janin memasuki usia 4 minggu hingga minggu ke 40 terjadi perkembangan yang aktif pada mata.

Pada saat akhir masa kehamilan (fullterm) perkembangan mata bayi ukurannya mencapai setengah mata orang dewasa dan terus berkembang sampai umur 2 tahun. Bagi bayi prematur pertumbuhan bolamata tidaklah sempurna hingga bisa mengakibatkan ROP sampai stadium 5. Pada ROP stadium 5 ini hampir dipastikan bayi menjadi buta.

Agar kefatalan tidak terjadi, setiap bayi prematur harus mendapatkan diagnosa ROP dan dilakukan pada saat bayi berumur 4 – 6 minggu oleh dokter mata subspesialis retina dengan menggunakan Indirect ophthalmoscope atau dengan RETCAM II.

Sebelum diperiksa mata bayi akan diberi obat tetes yang berfungsi untuk melebarkan pupil supaya dokter dapat melihat retina dan pembuluh darahnya secara luas.

”Pemeriksaan dilakukan dengan bius topikal dan dibawah pengawasan dokter anestesi dan dokter anak atau perawat NICU sehingga keadaan umum bayi selalu diawasi,” tutur Rini lebih jauh.

Bayi akan terus diperiksa tiap 1 atau 2 minggu sampai dokter menyatakan perkembangan retinanya aman, yaitu Perkembangan pembuluh darah retina sudah lengkap.

Pada observasi selama 2 minggu berurutan menunjukkan adanya ROP stadium 2 di zona 3 tanpa tanda perburukan, sehingga bayi akan diperiksa ulang sampai pembuluh darah di retina lengkap dan sampai Tidak ditemukannya ROP lagi (terjadi regresi).

Kebanyakan bayi dengan ROP ringan (stadium 1 – stadium 3 ringan) akan mengalami perbaikan spontan (regresi) tanpa komplikasi atau timbul jaringan parut. Tetapi ada pula yang mengalami regresi tetapi masih berpotensi untuk terjadi komplikasi di kemudian hari.

Komplikasi tersebut berupa Strabismus (mata juling) dan ambliopia (mata malas), Myopia (rabun jauh), Glaukoma sampai Ablasio Retina, yang bisa terjadi pada usia 10 tahunan karena tarikan dari jaringan parut akibat pertumbuhan bola mata atau pengkerutan cairan vitreous. Oleh karena itu pada anak – anak dengan riwayat ROP sebaiknya tetap kontrol ke dokter mata setahun sekali walaupun tidak ada keluhan.

Bagaimana bila ROP terjadi. Penanganan aktif yang dilakukan adalah Laser atau Cryoterapi. Terapi laser lebih dianjurkan karena lebih aman, tidak terjadi pembengkakan dan risiko henti nafas juga sangat kecil dibanding cryoterapi.

”Penanganan dengan laser maupun cryo dilaporkan dapat mencegah kebutaan pada bayi ROP sebesar 50% dengan kata lain bahwa bayi ROP dengan threshold disease tersebut walaupun sudah diterapi setengahnya tetap akan terjadi kebutaan,” terang Rini.

Alternatif akhir bila ROP sudah stadium 4 adalah operasi vitrektomi dengan menyedot cairan vitreous dan membersihkan jaringan ikat. Tingkat keberhasilan setiap tindakan sangat tergantung pada keahlian dan pengetahuan dokter. Namun bila sejak awal bayi prematur didiagnosa ROP, kemungkinan risiko besar tidak akan terjadi. Jadi sayangi buah hati Anda dengan melakukan pencegahan dari pada pengobatan melalui diagnosa sejak Dini.
(EB-News/waa)

Sumber : http://ummizalfa.blogspot.com/2009/07/kebutaan-ancam-bayi-prematur.html

Rabu, 02 November 2011

Cara Perawatan Bayi Prematur di Rumah


Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut sebagai prematur. Bayi tersebut biasanya memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Merawat bayi prematur tidak sama denganbayi cukup bulan, karena terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan. Di bawah ini dibahas cara-cara perawatan bayi prematur semenjak pulang dari rumah sakit.

Pemulangan dari rumah sakit

Berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum bayi dipulangkan dari rumah sakit meliputi keterlibatan orang tua dalam perawatan bayi, rencana untuk kebutuhan khusus seperti oksigen dan pengawasan henti napas, edukasi ketrampilan khusus tentang resusitasi jantung paru. Selain itu, terdapat beberapa kriteria sosial untuk pemulangan bayi, mencakup (1) konfirmasi bahwa orang tua dapat menyediakan kebutuhan dasar bayi, (2) jaminan orang tua mengetahui semua kebutuhan bayi dan cara untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin timbul setelah pemulangan, dan (3) rencana melanjutkan perawatan kesehatan dan dukungan untuk orang tua. Stres yang dialami orang tua ketika bayi mereka dirawat dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar, sehingga edukasi ke orang tua seringkali perlu diulang kembali setelah bayi dipulangkan. Selain itu, orang tua harus memperoleh bantuan yang cukup di rumah untuk mendukung mereka dalam merawat bayi.

Sebagian besar NICU (Neonatal Intensive Care Unit) mempunyai syarat-syarat tertentu untuk pemulangan. Panduan medis untuk pemulangan adalah sebagai berikut : (1) suhu tubuh dapat dipertahankan bila bayi berada di ruangan, biasanya pada usia 34 minggu atau berat 2000 gram; (2) bayi dapat makan melalui mulut cukup untuk mendapatkan tambahan berat seberat 20-30 g per hari; (3) bayi tidak mendapatkan pengobatan yang membutuhkan penanganan di rumah sakit, dan (4) tidak terdapat perubahan besar dalam pengobatan atau pemberian oksigen.

Bepergian

Orang tua sebaiknya menggunakan tempat duduk (car seat) khusus bayi sejak pertama kali bepergian, saat membawa anak pulang dari NICU. Kepala atau badan bayi tidak boleh merosot/malas/tidak tegak (slouch) dan sabuk tidak boleh diletakkan di sekitar kepala atau perut bayi. Handuk yang digulung atau popok dapat digunakan untuk mengganjal. Bayi tidak boleh diletakkan di kursi depan kendaraan jika air bag pada sisi penumpang dapat diaktivasi. Bayi harus terlihat oleh orang dewasa, baik secara langsung atau melalui kaca spion. Bayi dengan riwayat penurunan kadar oksigen, henti napas, atau bradikardi (denyut jantung lambat) bila berada dalam keadaan setengah tegak harus diletakkan dalam posisi telentang atau telungkup menggunakan alat pengaman alternatif. Bayi tidak boleh ditinggal sendiri di dalam mobil bahkan untuk waktu yang singkat.

Visite dokter

Bayi harus diperiksa dokter dalam beberapa hari setelah dipulangkan dari NICU. Dokter tersebut harus mengetahui tentang riwayat kehamilan, setelah bayi baru lahir, dan faktor risiko komplikasi. Bayi harus dibawa ke dokter tiap satu atau dua minggu sampai diperoleh kenaikan berat badan yang sesuai dan adanya adaptasi dengan keadaan rumah.

Pemberian makan

Asupan kalori, cairan, dan suplementasi vitamin dan mineral harus diawasi selama kunjungan tiap minggu. Kebutuhan gizi pada saat di NICU biasanya 1200 kkal/kg/hari. Jumlah ini biasanya turun menjadi 100 kkal/kg/hari pada saat pemulangan. Bayi yang diberikan formula dengan kandungan kalori melebihi 24 kkal/ons lebih rentan terhadap dehidrasi. Maka dari itu bayi harus dilihat adanya tanda-tanda dehidrasi dan kadar elektrolit harus diperiksa jika timbul muntah atau diare yang signifikan. Sebagian besar bayi tidak tahan terhadap formula mengandung lebih dari 30 kkal/ons (ASI dan formula standar mengandung sekitar 20 kkal/ons).

ASI melindungi dari infeksi dan bayi yang mendapat ASI memiliki pertumbuhan pada usia 18 bulan yang lebih baik daripada bayi yang mendapat susu formula. Ibu yang berencana menyusui sebaiknya menggunakan pompa payudara setelah bayi lahir untuk merangsang payudara. Susu yang dipompakan dapat diberikan kepada bayi. Apabila bayi mampu mengisap, ibu harus mulai menyusui untuk mendorong produksi susu lebih lanjut. Pada waktu pemulangan dari rumah sakit, sebagian besar bayi prematur membutuhkan pemberian makan paling sedikit tiap tiga jam.

Ibu harus menyusui tiap 1,5-2 jam dalam sehari pada 24-48 jam pertama setelah pulang dari rumah sakit untuk memastikan produksi susu yang cukup. Setelah itu, bayi normalnya disususi tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Enam sampai 8 popok basah per 24 jam menunjukkan asupan cairan yang cukup.

Bila bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam setengah sampai satu jam. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes susu, mendorong puting atau memposisikan bayi. Pemberian tambahan gizi dengan menggunakan selang saat bayi sedang disusui berguna bagi bayi yang membutuhkan kalori lebih banyak daripada jumlah yang diperoleh selama mendapatkan ASI biasa. Konsultan laktasi dapat membantu mengatasi masalah-masalah dalam menyusui.

Mekanisme menelan pada bayi belum mampu menerima makanan padat sampai 2,5-3,5 bulan setelah tanggal lahir yang seharusnya. Susu sapi idealnya tidak boleh diberikan sampai bayi berusia 12 bulan setelah tanggal lahir yang seharusnya. Bayi kecil menurut masa kehamilan atau bayi sakit dengan catch-up growth harus tetap diberikan ASI atau formula sampai ukuran tubuhnya berada dalam kisaran normal sesuai masa kehamilan. Bayi sakit seringkali membutuhkan intervensi diet khusus.

Vitamin D, E, K, dan asam folat penting terutama untuk bayi berat lahir rendah. Selain vitamin D, biasanya tidak terdapat defisiensi vitamin setelah pemulangan dari NICU. Gejala dan tanda defisiensi vitamin D, tembaga dan seng dapat dilihat pada tabel.


TABEL 1. Gejala dan Tanda Defisiensi Tembaga, Seng, dan Vitamin D pada Bayi
Defisiensi
Kebutuhan pada bayi prematur
Kebutuhan pada bayi cukup bulan
Uji untuk mengkonfirmasi defisiensi
Gejala dan tanda
Tembaga
100 µg per kg per hari
Sampai 6 bulan:
0.4-.6 mg/hari
6-12 bulan:
0.6-0.7 mg/hari 1-2 tahun:
0.7-1.0 mg/hari
Tembaga dalam serum, serum ceruloplasmin
Anemia, neutropenia (kadar neutrosit rendah), depigmentasi kulit dan rambut, kulit menyerupai dermatitis seboroik, anoreksia, diare, kemunduran psikomotor, henti napas, gagal tumbuh
Seng
750 µg per kg per hari
5 mg/hari
Seng plasma
Acrodermatitis enteropathica (dermatitis sekitar lubang pada tubuh dan anggota tubuh), diare, kebotakan, gagal tumbuh, lebih rentan terhadap infeksi
Vitamin D
400 IU per hari
400 IU per hari
Vitamin D dalam serum
Perubahan bentuk tulang iga, tungkai, lutut, gagal tumbuh, kadar kalsium dan fosfat dalam darah rendah

Walaupun defisiensi vitamin jarang terjadi, semua bayi yang diberi ASI sebaiknya diberikan suplementasi vitamin selama satu tahun pertama. Dosis standar vitamin bayi yang memberikan 400 IU vitamin D per hari dianjurkan baik untuk bayi prematur maupun cukup bulan. Jika bayi diberikan formula standar, pemberian vitamin tambahan dianjurkan sampai bayi minum sebanyak 950 ml formula per hari. Jika formula khusus yang diberikan, kandungan vitaminnya harus dicek untuk menentukan apakah diperlukan suplementasi vitamin.

Suplementasi besi dianjurkan, baik dalam bentuk formula dengan fortifikasi besi atau dalam bentuk cair, diberikan dengan dosis 2-4 mg/kg/hari pada bayi yang mendapat ASI atau bayi yang mendapat formula dengan kadar besi rendah. Suplentasi besi sebaiknya dimulai 2 minggu sampai 2 bulan setelah kelahiran dan dilanjutkan selama 12-15 bulan.

Walaupun jarang, defisiensi seng dan tembaga telah dilaporkan pada bayi prematur usia 3-6 bulan. Defisiensi seng terjadi pada bayi yang mendapat ASI dari ibu yang mempunyai suatu defisiensi metabolik yang mencegah keluarnya seng ke dalam ASI. Kebutuhan seng dan tembaga serta gejala dan tanda defisiensi tembaga dan seng dapat dilihat pada tabel.

Pertumbuhan

Selama dua tahun pertama, pertumbuhan dicatat menggunakan usia koreksi untuk prematuritas. Grafik pertumbuhan untuk bayi prematur rata-rata telah didisain khusus. Juga terdapat grafik pertumbuhan khusus bayi baru lahir untuk bayi sakit atau kecil menurut masa kehamilan. Setelah bayi mencapai usia 2 tahun, grafik pertumbuhan standar dapat digunakan.

Banyak bayi prematur yang mengalami catch-up growth. Catch-up growth biasanya pertama kali terlihat pada lingkar kepala bayi, diikuti dengan berat dan panjang badan. Hal ini biasanya terjadi selama 2-3 tahun pertama dan maksimum saat usia 36-40 minggu setelah pembuahan. Hanya sedikit terjadi setelah usia 3 tahun. Bayi prematur dengan retardasi pertumbuhan dalam rahim dan tanpa catch-up growth mempunyai resiko perkembangan tertunda lebih besar dan masalah medis lainnya daripada bayi prematur dengan laju pertumbuhan normal. Bahkan saat remaja, anak-anak yang lahir prematur lebih kecil dibandingkan anak yang tidak lahir prematur. Menarche (menstruasi pertama kali) juga terjadi lebih lambat pada anak yang lahir prematur. Suatu penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang lahir prematur cenderung melahirkan bayi prematur pula. Penelitian lain juga menemukan kecenderungan yang sama, namun tidak signifikan secara statistik.

Perkembangan

perkembangan bayi selama 2 tahun ini harus di-plot dari perkiraan tanggal lahir bayi yang seharusnya bukan dari tanggal lahir bayi. Kuesioner praskrining perkembangan Denver, uji skrining perkembangan Denver, dan Inventori perkembangan Gesell merupakan uji yang sudah diakui. Skrining perkembangan tidak menggantikan pemeriksaan saraf. Pemeriksaan perkembangan saraf neonatus merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan dan dapat menilai refleks dan kekuatan otot, saraf otak dan fungsi motorik, respons sensorik dan perilaku. Jika ditemukan kelainan, perlu dipertimbangkan konsultasi dengan ahli perkembangan anak. Dalam rangka mencegah kecacatan dilakukan program intervensi yang mendukung dan meningkatkan interaksi orang tua dan anak, walaupun angka kesuksesan tidak terlalu besar. Program intervensi ini dianjurkan diikuti oleh bayi berat lahir rendah dan orang tuanya.

Tidur

Bayi prematur tidur lebih banyak daripada bayi cukup bulan. Kendati demikian, bayi prematur juga bangun lebih sering dibandingkan bayi cukup bulan. Periode tidur rata-rata bayi prematur lebih singkat daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur juga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk dapat pindah dari lingkungan NICU ke rumah. Melembutkan musik dan mengurangi terangnya lampu secara bertahap dapat membantu. Bayi tidur telentang karena telah diketahui bahwa posisi telungkup berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Kasur yang terlalu empuk dan permukaan lainnya yang dapat memerangkap udara pernapasan juga berkaitan dengan SIDS dan sebaiknya dihindari.

Penglihatan dan Pendengaran

Strabismus (juling) lebih sering ditemukan pada bayi prematur. Karena juling dapat menjadi tanda kelainan di dalam mata, konsultasi dengan dokter mata umumnya diperlukan. Pada banyak bayi berat lahir sangat rendah, juling pada usia enam minggu menghilang saat mencapai usia 9 bulan. Juling yang timbul saat usia 9 bulan cenderung menetap. The American Academy of Pediatrics, the American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, and the American Academy of Ophthalmology menganjurkan melakukan pemeriksaan skrining awal pada usia 4-6 minggu, dengan follow-up tergantung hasil pemeriksaan awal.

Ada beberapa keadaan seperti hiponatremia (kadar natrium dalam darah yang rendah), alkalosis metabolik dan penggunaan ventilator mekanik dalam waktu lama yang merupakan faktor resiko terjadinya ketulian. Penggunaan obat golongan aminoglikosida atau furosemide merupakan faktor resiko tambahan. Definisi tuli menurut badan kesehatan dunia WHO adalah hilangnya pendengaran rata-rata lebih dari 25 dB pada frekuensi 500, 1.000 dan 2.000 Hz. Berdasarkan definisi tersebut, sekitar 5% bayi prematur yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu mengalami ketulian pada usia 5 tahun. Orang tua harus memperhatikan adanya tanda-tanda hilangnya pendengaran pada bayi. Respons bayi terhadap suara keras dapat diperiksa oleh dokter dan kemampuan mengerti dan mengekspresikan bahasa dapat dinilai dengan alat skrining perkembangan. Konsultasi dengan ahli THT dapat dilakukan jika orang tua melihat tanda-tanda hilangnya pendengaran atau jika ditemukan kelainan saat skrining.

(VC)

Sumber : www.aafp.org