Dari Pada Antri di ATM mending Bayar2 Sambil Santai di HP Pribadi. Lebih Murah dan Dapat Cashback !

Bayi Prematur

Tak ada satu wanita pun yang ingin melahirkan bayi prematur, tapi sekitar satu dari delapan ibu di Amerika Serikat melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37.

Kasih sayangmu tak terbalaskan

Kasih sayang ibu dan dukungan penuh keluarga menyelamatkan bayi prematur secara maksimal.

Keajaiban Bayi Prematur

Memiliki bayi prematur bukanlah akhir dari segalanya, justru dari sinilah keajaiban hidup akan terwujud.

Bayi prematur adalah sumber inspirasi kami

Bayi mungilku sumber spirit dan inspirasi bagi kami sekeluarga. Memotivasi kami untuk memastikan hidupnya sangat berkualitas.

Keistimewaan Bayi Prematur

Yakinlah bahwa dia memang istimewa. Dia lebih cerdas dan hebat dibanding bayi seusianya yang lahir normal.

Tampilkan postingan dengan label Info Bayi Prematur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Bayi Prematur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2014

Bayi Ini Lahir Saat Baru Berusia Kandungan 10 Minggu

 
Emily Menggenggam tangan ibunya (Daily Mail)

Pada umumnya bayi di lahirkan pada saat berumur kira – kira 39 minggu atau 9 bulan dalam kandungan. Namun bayi dari wanita Skotlandia ini harus di lahirkan meskipun baru berumur 10 minggu di dalam kandungan. Dokter terpaksa harus mengeluarkan bayi malang tersebut melalui operasi.
 
Emily di dalam tabung incubator (Daily Mail)

Sabtu, 17 Desember 2011

Bila Bayi Anda Prematur


Tak ada satu wanita pun yang ingin melahirkan bayi prematur, tapi sekitar satu dari delapan ibu di Amerika Serikat melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37. Saat bayi-bayi prematur itu lahir, mereka membutuhkan perawatan yang sangat spesial. Meski sebagian besar bayi-bayi prematur –termasuk mereka yang lahir dengan berat badan kurang dari 1 kilogram– selamat dan bertahan hidup, justru orang tuanya tidak siap. Mereka syok dan tidak tahu apa yang harus ditanyakan, apalagi cara menangani bayi yang amat kecil itu. Oleh sebab itu, kami menyusun pedoman menangani bayi di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan di rumah.

MENYUSUI SENDIRI, JIKA MEMUNGKINKAN.

Karena bayi-bayi prematur tumbuh lebih cepat dibanding bayi lainnya, kebutuhan nutrisinya pun berbeda. Susu formula bagi bayi prematur memang dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, tapi air susu ibu (ASI) memiliki kelebihan: mengandung antibodi yang akan melindungi bayi dari infeksi-infeksi yang tidak bisa ditangkal oleh sistem kekebalan alami tubuhnya. “Begitu bayi lahir, saat itu pula air susu sang ibu mengalir,“ ujar Toby Debra Yanowits, MD, neonatalogist di Magee-Womens Hospital, University of Pittsburgh Medical Center. “Banyak ibu yang melahirkan ketika usia kehamilan baru 24-25 minggu, selang beberapa jam setelah persalinan sudah memompa air susunya.“ Bayi-bayi yang lahir terlalu dini, sebelum usia kehamilan mencapai 32-34 minggu, belum mampu menghisap puting susu ibunya atau dot, maka para perawat di NICU akan memberikan ASI melalui selang yang dimasukkan ke lubang hidung atau mulut bayi.

Salah satu alasan penting untuk memompa ASI (yang perlu Anda lakukan setiap 3 jam hingga bayi Anda dapat menyusu) kemungkinan adalah apa yang akan Anda rasakan: “Dengan ditempatkannya bayi-bayi prematur di NICU, banyak ibu merasa tak berdaya,“ ujar Mandy Brown Belfort, MD, neonatalogist NICU di Children’s Hospital Boston, “Dengan memberi ASI, Anda akan merasa berdaya, sebab Anda tahu bahwa Anda satu-satunya orang yang bisa memberikan apa yang dibutuhkan si kecil.“

DEKAP ERAT BAYI ANDA.

Membangun kedekatan emosional dengan bayi prematur di NICU tidaklah mudah. Mereka umumnya dikelilingi selang infus untuk makanan, IV lines, dan ventilator. Belum lagi, mereka tidur di dalam inkubator terisolasi. “Kami berupaya melibatkan orang tua sedini mungkin,“ ungkap Dr. Yanowitz. “Begitu kondisi bayi stabil, kami menyarankan si ibu untuk melakukan ‘kangoroo care.’” Disebut demikian karena cara Anda menggendong bayi: langsung didekap ke dada Anda, di balik kaos yang Anda kenakan. Penelitian menunjukkan kontak kulit secara langsung membantu bayi menjaga kehangatan suhu tubuh, menambah berat badan, tidur pulas, dan mengurangi stres. Plus, ikatan batin antara Ibu dan anak akan terjalin sempurna.

BANTU DIA UNTUK TIDUR NYENYAK.

Kondisi sleep apnea (bayi berhenti bernapas selama 20 detik atau lebih) adalah kondisi yang umum dialami oleh bayi-bayi prematur. “Kami memonitor hal ini di NICU, dan bayi tidak akan diizinkan untuk dibawa pulang hingga dinyatakan bebas apnea selama sepekan penuh,“ ujar Dr. Yanowitz. Tak seperti kebanyakan bayi yang baru lahir, bayi-bayi yang dirawat di NICU ditidurkan tengkurap untuk membantu perkembangan paru-parunya yang tidak berkembang sempurna. Ini aman dilakukan di rumah sakit karena tersedia alat monitor pernapasan dan bayi-bayi ini diawasi oleh para staf yang terlatih. Tapi di rumah, Anda dianjurkan untuk menidurkan bayi terlentang. “Bayi-bayi prematur punya risiko lebih tinggi terkena SIDS (sindroma kematian mendadak),“ ungkap Dr. Yanowitz.

Ritual tidur lainnya yang harus Anda biasakan adalah: membangunkan bayi untuk disusui setiap beberapa jam. Bayi prematur tidak punya banyak cadangan makanan dan membutuhkan asupan makanan lebih sering untuk dapat mengimbangi bayi-bayi lainnya.

BAWA DIA PULANG.

Kebanyakan bayi prematur pulang ke rumah pada tanggal lahir yang seharusnya atau mendekati –rata-rata 36-38 minggu, tergantung seberapa prematur si bayi– dan umumnya bisa dibawa pulang tanpa perlu dibekali alat khusus. Namun demikian, Anda tetap harus waspada. Setelah meninggalkan NICU, bayi tetap rentan terhadap infeksi –terutama RSV (respiratory syncytial virus), yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan bukan tidak mungkin dia harus kembali opname. “Beli cairan gel pembersih tangan berbahan dasar alkohol dan minta siapapun untuk menggunakannya. Jangan biarkan orang yang sedang sakit menggendong bayi Anda,” kata Dr. Belfort mewanti-wanti. Untuk menjaga bayi Anda tetap sehat dan aman, Dr. Belfort juga menyarankan agar semua anggota keluarga dan perawat bayi mendapatkan vaksin antiflu.

Terakhir, usahakan menjaga suasana rumah setenang mungkin. Musik yang terlalu keras, cahaya terang, dan kegaduhan membuat bayi-bayi prematur kesal. “Setiap bayi itu unik,” kata Dr. Belfort. ”Tapi, bayi prematur lebih sensitif terhadap keramaian, cahaya, dan suara.”

Sumber : http://www.parentsindonesia.com/article.php?type=article&cat=birth&id=266

Selasa, 15 November 2011

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Membawa Pulang Bayi Prematur

Dikarenakan bayi prematur dilahirkan sebelum siap secara fisik untuk meninggalkan rahim, mereka membutuhkan perhatian medis khusus sesegera mungkin setelah dilahirkan. Bayi anda mungkin membutuhkan beberapa tes medis yang berbeda dari yang dibutuhkan bayi yang cukup umur. Hal ini akan membutuhkan waktu beberapa hari bahkan mingguan sebelum bayi anda dapat dibawa pulang.

Kondisi OKE untuk Pulang
Saat ini ketika bayi anda diperbolehkan pulang, dokter spesialis anak anda akan menyetujui untuk memperbolehkan bayi anda keluar dari rumah sakit, berdasarkan beberapa tatalaksana seperti :

* Bayi anda dapat bernapas sendiri
* Bayi anda dapat mempertahankan suhu tubuhnya
* Bayi anda dapat menyusui baik dengan ASI atau melalui botol susu
* Bayi anda telah bertambah beratnya dengan mantap saat keluar dari RS

Masalah medis lainnya harus telah dibereskan, atau perawatan yang diperlukan di rumah harus telah disiapkan sebelum bayi meninggalkan rumah sakit. >/p>

Pertanyaan yang Harus diajukan sebelum Meninggalkan Rumah Sakit
Dokter spesialis anak anda akan menghubungi anda sebelum bayi anda meninggalkan rumah sakit.
Pastikan beliau menjelaskan beberapa hal berikut :

* Bagaimana merawat bayi di rumah
* Kapan perlu menghubungi dokter atau rumah sakit
* Bagaimana mengetahui apakah bayi anda cukup minum, cukup tidur dan pertambahan berat badannya cukup
* Obat-obatan apa saja yang dibutuhkan
* Seberapa seringnya bayi anda dibaa ke dokter. Pengecekan rutin dengan dokter spesialis anak sangat penting bagi kesehatan anak anda. Pastikan anda mendiskusikan hal-hal yang meragukan mengenai kesehatan bayi anda.



Jika Anda Harus Membawa Pulang Peralatan Rumah Sakit
Beberapa bayi prematur membutuhkan monitor dan perlengkapan lain di rumah. Misalnya, jika masalah yang dihadapi adalah apnea (henti napas) maka dapat dilakukan monitoring dirumah. Beberapa bayi juga membutuhkan oksigen dan perawatan lain. Anda dan pengasuh akan dilatih sedemikian rupa untuk menjaga dan menangani bayi anda dan kebutuhan lainnya yang diperlukan sebelum bayi anda pulang ke rumah. Anda juga akan diajarkan mengenai pelaksanaan infant cardiopulmonary resuscitation (pemberian napas dan kompresi jantung buatan pada bayi/CPR).

Penyelesaian di Rumah
Bayi prematur harus diberi makan setiap saat, dan akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di rumah. Terimalah beberapa bantuan yang ditawarkan selama di rumah untuk beberpa minggu kedepan, sehingga anda anda juga dapat terbiasa dengan keberadaan bayi di rumah. Istirahat yang Cukup di Malam Hari bagi Anda dan Bayi Anda Bayi anda membutuhkan banyak tidur untuk bisa tumbuh dan berkembang. Bayi anda dapat beristirahat dengan mudah, begitu juga anda. Anda dapat mengikuti beberapa saran untuk menidurkan bayi anda sebagai berikut :
Posisi Tidur : Telentang The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa bayi yang sehat ditidurkan dengan cara telentang. Bayi-bayi yang tidur pada perutnya (tengkurap) beresiko tinggi terhadap sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS-Sudden Infant Death Syndrom).
Menempatkan bayi pada punggungnya saat tidur tidak meningkatkan resiko pada problem lain (contohnya, tersedak, kepala rata/flat head, atau susah tidur). Bagaimana pun juga bayi prematur dengan masalah tertentu (seperti masalah paru-paru) dapat membutuhkan tidur dengan cara menyamping. Terlepas dari apakah bayi anda tidur dengan punggung atau menyamping, bayi anda membutuhkan “tummy time” saat dia bangun. Tanyakan dokter spesialis anak anda mengenai posisi tidur yang baik untuk bayi anda. Sebagai tambahan dalam posisi tidur yang baik, anda dapat mengurangi resiko SIDS dengan cara berikut :

* Menjaga letak selimut, bantal, mainan bayi di luar tempat tidur bayi.
* Pastikan kamar tidur bayi anda tidak terlalu panas atau dingin.
* Tidak merokok dalam kamar bayi.
* Mendapat perawatan kesehatan reguler untuk bayi anda.
* Memberikan ASI pada bayi anda.

Jika Anda Membutuhkan Dukungan
Kadangkala orang tua membutuhkan bantuan dalam merawat bayi prematur. Atau membutuhkan orang lain untuk mengatasi faktor stres menjadi orang tua baru. Jika masalah ini timbul, maka :

* Berbicaralah dengan dokter spesialis anak anda untuk mendapatkan dukungan terbesar.
* Mengambil kelas parenting atau bergabung dengan parent support group. Pihak rumah sakit dapat menawarkan hal ini atau memberikan seorang konselor jika anda membutuhkan bantuan seorang profesional. (DO)

Sumber : http://happimommi.wordpress.com/2008/09/08/apa-yang-diharapkan-ketika-membawa-pulang-bayi-prematur/#more-238

Jumat, 11 November 2011

Apakah Berbahaya Jika Leukosit Anak Saya Tinggi?

Dear parent, sudah dua minggu anak saya Khanza dirawat di RS dan masih di dalam inkubator. Setelah melihat kondisinya yang stabil, aktifitasnya yang saya lihat secara kasat mata sama dengan bayi-bayi pada umumnya hanya saja tubuhnya lebih mungil dari bayi pada umumnya seperti menggeliat/ngulet, bersin, menguap karena ngantuk, melarak-melirik, dan sebagainya memberanikan saya untuk bicara dengan dokternya agar bisa dirawat jalan saja. Kebetulan kakak-kakak istri berpengalaman mengurus bayi prematur karena keduanya punya bayi prematur yang lahir pada usia tujuh bulan juga (gestasi 30 minggu). Belum lagi jaminan bidan yang akan membantu merawat si Khanza jika sudah pulang.

Tapi ternyata rencana Allah berbeda, hasil tes lab yang dilakukan tadi pagi justru menjelaskan kalau lekosit Khanza tinggi yang menandakan bahwa dia sedang terinveksi bakteri/virus tertentu. Dokter tidak mengijinkan pulang karena telah diberi antibiotik yang akan ketahuan hasilnya setelah tiga hari.

Sebagai orang tua jelas saya sangat khawatir. Apakah ini berbahaya atau tidak. Cari-cari tahu tentang informasi seputar lekosit, saya beranggapan dengan lekosit tinggi berarti sel darah putih anak saya bekerja baik, dimana sel darah putihnya bisa berkembang untuk melawan benda asing yang masuk ketubuhnya. Tapi khawatir juga kalau terlalu tinggi dan tidak kunjung normal, ada kekhawatiran justru menjadi leukimia. Apakah ada parent atau dokter yang bisa membantu saya, mungkin ada dari kalian yang pernah mengalami hal yang sama dengan saya, apakah berbahaya jika lekosit pada bayi saya terlalu tinggi dan apa sarannya untuk membuat saya lebih tenang. Meski bayi saya sudah ditangani dr. spesialis anak, saya tetap membutuhkan second opinion dari yang lain. Help ya parent :(

Hitung Darah Lengkap (HDL)


Tes laboratorium yang paling umum adalah hitung darah lengkap (HDL) atau complete blood count (CBC). Tes ini, yang juga sering disebut sebagai ‘hematologi’, memeriksa jenis sel dalam darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih dan trombosit (platelet). Hasil tes menyebutkan jumlahnya dalam darah (misalnya jumlah sel per milimeter kubik) atau persentasenya. Tes laboratorium lain dibahas pada Lembaran Informasi (LI) 122 dan 123.

Semua sel darah dibuat di sumsum tulang. Beberapa obat atau penyakit dapat merusak sumsum tulang sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah dan putih.
Setiap laboratorium mempunyai ‘nilai rujukan’ untuk semua hasil tes. Biasanya, tes laboratorium akan memperlihatkan hasil tes yang berada di luar nilai normal. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hasil tes laboratorium, lihat LI 120.

Angka dalam laporan sering sulit ditafsirkan. Beberapa angka dilaporkan dengan satuan ‘x10.e3’ atau ‘x103’. Ini berarti jumlah yang dicatat harus dikalikan 1.000. Contohnya, bila hasil adalah 8,77 dengan satuan ‘x10.e3’, jumlah sebenarnya adalah 8.770.

Tes Sel Darah Merah

Sel darah merah, yang juga disebut sebagai eritrosit, bertugas mengangkut oksigen dari paru ke semua sel di seluruh tubuh. Fungsi ini dapat diukur melalui tiga macam tes. Hitung Sel Darah Merah (red blood cell count/RBC) yang menghitung jumlah total sel darah merah. Hemoglobin(Hb) yaitu protein dalam sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru ke bagian tubuh lain Hematokrit(Ht atau HCT) mengukur persentase sel darah merah dalam seluruh volume darah.

Orang yang tinggal di dataran tinggi umumnya mempunyai lebih banyak sel darah merah. Ini merupakan upaya tubuh mengatasi kekurangan oksigen.

Eritrosit, Hb dan Ht yang sangat rendah menunjukkan adanya anemia, yaitu sel tidak mendapat cukup oksigen untuk berfungsi secara normal. Jika kita anemia, kita sering merasa lelah dan terlihat pucat. Lihat LI 551 mengenai kelelahan dan LI 552 mengenai anemia.

Volume Eritrosit Rata-Rata (VER) atau mean corpuscular volume (MCV) mengukur besar rata-rata sel darah merah. VER yang kecil berarti ukuran sel darah merahnya lebih kecil dari ukuran normal. Biasanya hal ini disebabkan oleh kekurangan zat besi atau penyakit kronis. VER yang besar dapat disebabkan oleh obat antiretroviral (ARV), terutama AZT dan d4T. Keadaan ini tidak berbahaya. Namun VER yang besar dapat menunjukkan adanya anemia megaloblastik, dengan sel darah merahnya besar dan berwarna muda. Biasanya hal ini disebabkan oleh kekurangan asam folat.

Sementara VER mengukur ukuran rata-rata sel darah merah, Red Blood Cell Distribution Width (RDW) mengukur kisaran ukuran sel darah merah. Hasil tes ini dapat membantu mendiagnosis jenis anemia dan kekurangan beberapa vitamin.

Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER) atau mean corpuscular hemoglobin (MCH) dan Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (KHER) atau mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC atau CHCM) masing-masing mengukur jumlah dan kepekatan hemoglobin. HER dihitung dengan membagi hemoglobin total dengan jumlah sel darah merah total.

Trombositatau plateletberfungsi membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan dan keropeng. Jika trombosit kita kurang, kita mudah mengalami perdarahan atau memar. Orang terinfeksi HIV kadang trombositnya rendah (disebut trombositopenia). ARV dapat mengatasi keadaan ini. Jumlah trombosit hampir tidak pernah menjadi begitu tinggi sehingga mempengaruhi kesehatan.

Tes Sel Darah Putih

Sel darah putih (disebut juga leukosit) membantu melawan infeksi dalam tubuh kita.
Hitung Sel Darah Putih (white blood cell count/WBC) adalah jumlah total leukosit. Leukosit tinggi (hitung sel darah putih yang tinggi) umumnya berarti tubuh kita sedang melawan infeksi. Leukosit rendah artinya ada masalah dengan sumsum tulang. Leukosit rendah, yang disebut leukopenia atau sitopenia, berarti tubuh kita kurang mampu melawan infeksi.

Hitung Jenis (differential) menghitung lima jenis sel darah putih: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. Hasil masing-masing dilaporkan sebagai persentase jumlah leukosit. Persentase ini dikalikan leukosit untuk mendapatkan hitung ‘mutlak’. Contohnya, dengan limfosit 30% dan leukosit 10.000, limfosit mutlak adalah 30% dari 10.000 atau 3.000.

Neutrofil berfungsi melawan infeksi bakteri. Biasa jumlahnya 55-70% jumlah leukosit. Jika neutrofil kita rendah (disebut neutropenia), kita lebih mudah terkena infeksi bakteri. Penyakit HIV lanjut dapat menyebabkan neutropenia. Begitu juga, beberapa jenis obat yang dipakai oleh Odha (misalnya gansiklovir untuk mengatasi virus sitomegalo, lihat LI 501) dan AZT (semacam ARV; lihat LI 411).

Ada dua jenis utama limfosit: sel-T yang menyerang dan membunuh kuman, serta membantu mengatur sistem kekebalan tubuh; dan sel-B yang membuat antibodi, protein khusus yang menyerang kuman. Jumlah limfosit umumnya 20-40% leukosit. Salah satu jenis sel-T adalah sel CD4, yang tertular dan dibunuh oleh HIV (lihat LI 124). Hitung darah lengkap tidak termasuk tes CD4. Tes CD4 ini harus diminta sebagai tambahan. Hasil hitung darah lengkap tetap dibutuhkan untuk menghitung jumlah CD4, sehingga dua tes ini umumnya dilakukan sekaligus.

Monositatau makrofag mencakup 2-8% leukosit. Sel ini melawan infeksi dengan ‘memakan’ kuman dan memberi tahu sistem kekebalan tubuh mengenai kuman apa yang ditemukan. Monosit beredar dalam darah. Monosit yang berada di berbagai jaringan tubuh disebut makrofag. Jumlah monosit yang tinggi umumnya menunjukkan adanya infeksi bakteri.

Eosinofilbiasanya 1-3% leukosit. Sel ini terlibat dengan alergi dan tanggapan terhadap parasit. Kadang kala penyakit HIV dapat menyebabkan jumlah eosinofil yang tinggi. Jumlah yang tinggi, terutama jika kita diare, kentut, atau perut kembung, mungkin menandai keberadaan parasit.

Fungsi basofiltidak jelas dipahami, namun sel ini terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang, misalnya asma atau alergi kulit. Sel ini jumlahnya kurang dari 1% leukosit.

Persentase limfosit mengukur lima jenis sel darah putih: neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil, dalam bentuk persentase leukosit. Untuk memperoleh limfosit total, nilai ini dikalikan dengan leukosit. Misalnya, bila limfosit 30,2% dan leukosit 8.770, limfosit totalnya adalah 0,302 x 8.770 = 2.648.

Laju Endap Darah (LED) atau Sed Rate mengukur kecepatan sel darah merah mengendap dalam tabung darah. LED yang tinggi menunjukkan adanya radang. Namun LED tidak menunjukkan apakah itu radang jangka lama, misalnya artritis, atau disebabkan oleh tubuh yang terserang infeksi.

Sumber artikel

Jumat, 04 November 2011

Ajak Keluarga Jadi "Induk Kangguru" Bagi Bayi Prematur


SIAPA pun tentu mengharapkan bayi yang dikandungnya akan terlahir normal tanpa masalah. Banyak ibu melahirkan yang dihinggapi kecemasan berlebihan karena memiliki anak prematur (usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu).

Bayi yang dilahirkan prematur biasanya membutuhkan perawatan intensif maupun semiintensif di rumah sakit. Hal ini karena sistem atau organ-organ tubuhnya belum matang sehingga bayi butuh bantuan untuk tetap hidup. Namun, tidak semua bayi prematur harus dirawat di rumah sakit. Jika kondisinya memungkinkan, bayi prematur bisa langsung dibawa pulang.

Penentuan kondisi bayi layak dibawa pulang atau tidak, bukan hanya berdasar pada usia kehamilan tapi juga berat badan bayi saat lahir. Dengan berat badan minimal 1,8-2 kilogram sudah aman untuk dibawa pulang asalkan tidak ada kelainan atau memiliki faktor penyulit akibat belum sempurnanya semua organ tubuh.

Berat badan dua kilogram ini setara dengan usia kehamilan 34 minggu di mana bayi sudah memiliki refleks isap dan pola napas teratur. Pada bayi yang lahir di bawah 34 minggu belum memiliki pola napas teratur sehingga terkadang "lupa" bernapas karena paru-parunya belum sempurna.

Sebelum pulang, bayi prematur harus mampu minum secara aktif. Untuk bayi prematur dengan berat badan di bawah 1,8 kilogram sebaiknya dirawat terlebih dulu di rumah sakit. Di rumah sakit, bayi prematur dirawat di dalam inkubator untuk menjaga kestabilan suhu tubuh. Beberapa bayi juga membutuhkan bantuan oksigen untuk bernapas serta dibantu perawat untuk minum susu. Lama masa perawatan bayi prematur berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan bayi.

Ketika bayi prematur boleh dibawa pulang, dibutuhkan kesiapan orangtua untuk merawat bayi prematur di rumah. Mau tidak mau orangtua harus belajar merawat bayi prematur karena bayi ini membutuhkan perawatan khusus yang berbeda dengan bayi-bayi pada umumnya.

Salah satu hal paling penting adalah orangtua di rumah harus menjaga kehangatan tubuh si bayi prematur. Karena kulitnya masih sangat tipis, bayi prematur sangat rentan terhadap dingin. Cara paling tepat untuk menjaga suhu tubuh bayi prematur adalah dengan metode kanguru.

Metode ini meniru cara kangguru menghangatkan badan anaknya. Seorang bayi yang lahir prematur, umumnya akan diletakkan ke dalam inkubator agar suhu tubuhnya tetap normal serta diberi bantuan oksigen untuk pernapasannya. Selain inkubator, suhu tubuh bayi dapat dipertahankan kehangatannya dengan menggunakan metode kangguru.

Metode yang ditemukan tahun 1993 ini, merupakan salah satu cara paling efektif dan murah untuk menghangatkan bayi, dengan cara mendekapkan bayi pada tubuh ibunya tanpa dibatasi busana. Prinsipnya adalah kulit bayi menempel pada kulit ibu agar bayi dapat mengambil panas dari tubuh ibunya.

Karena metode kanguru ini sejatinya dilakukan selama 24 jam dalam sehari. Oleh karena itu, kehadiran 'ibu pengganti' amat diperlukan, terlebih saat sang Bunda butuh istirahat. Di saat seperti itulah, Anda dapat mengajak anggota keluarga lainnya untuk turut serta menggantikan posisi Anda sementara menjadi 'induk kanguru' bagi si kecil!

Metode kanguru ini dianjurkan untuk dilakukan setelah dua minggu kelahiran dengan jangka waktu hingga berat badan bayi dirasa cukup baik atau sekira 1.800 gram. Dapat pula diterapkan hingga usia bayi 36 minggu.

Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara kebersihan ibu dan bayi, pemberian ASI (bayi prematur tetap harus diberi ASI setiap 2-3 jam sekali). Bayi dengan berat badan 1,8 kg-2 kg sudah memiliki refleks mengisap yang baik. Jika bayi masih kesulitan mengisap, pemberian ASI bisa melalui pipet. Jika kenyataannya ASI tidak bisa keluar, bayi prematur bisa diberi susu formula.

Sekarang ini di pasaran banyak susu formula khusus untuk bayi prematur, namun pemberiannya harus berkonsultasi dengan dokter. Ada literatur yang menyebutkan, pemberian susu tidak boleh terlalu banyak, hanya sekitar 10-30 cc/kg berat badan per hari karena bayi prematur masih mengalami gangguan pada sistem penyerapan.

Dalam masa-masa bayi diletakkan dalam kantung kanguru, sebaiknya bayi tidak dimandikan karena rentan kedinginan. Untuk menjaga kebersihan, bayi prematur cukup dilap dengan air hangat lalu segera dikeringkan dengan handuk kemudian digendong lagi dengan metoda kanguru. Jika ruangan memakai penyejuk ruangan, suhu minimum ruangan sebaiknya tidak kurang dari 25 derajat Celcius.
(Mom& Kiddie//nsa)

Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2008/11/24/196/167300/search.html

Kamis, 03 November 2011

Stimulasi Dini Bayi Prematur

Berbagai permasalahan yang beresiko mengganggu perkembangan bayi prematur diperlukan rangsangan yang terus menerus melalui berbagai sistem dan fungsi tubuh agar keterlambatan dan resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang ada dapat dioptimalkan. Intervensi yang dilakukan sejak dini, dilakukan secara berkesinambungan dan berlangsung lebih lama akan memberikan manfaat lebih besar di bandingkan dengan intervensi yang terlambat atau dilakukan dalam waktu singkat.

Stimulasi psikososial
Bayi dengan kelahiran prematur adalah bayi dengan resiko tinggi yang secara klinis belum menunjukkan hambatan perkembangan, tetapi berpotensi untuk mengalami gangguan perkembangan akibat faktor-faktor resiko biomedik ataupun lingkungan psikososial atau ekonomi, yang dialami sejak masa konsepsi sampai masa neonatal. Prematuritas termasuk salah satu resiko biomedik yang tersering ditemukan dan berpotensi untuk menghambat tumbuh kembang. Umumnya gangguan perkembangan bersumber pada gangguan perkembangan otak.
Plastisitas otak adalah kemampuan susunan syaraf untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan atau kerusakan yang disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Pada bayi, kemampuan plastisitas ini tinggi karena jumlah neuron, percabangan akson, dendrit serta jumlah sinaps jauh lebih banyak dibandingkan dengan dewasa. Struktur yang dimanfaatkan akan menetap bahkan berkembang menjadi rangkaian fungsional, tetapi bila tidak dimanfaatkan maka struktur tersebut akan mengalami eliminasi.

Stimulasi bayi prematur yang harus dilakukan adalah

1. Stimulasi Rangsang Taktil (pijat, fleksi, ekstensi, posisi)
2. Stimulasi Vestibular kinestetik (menggoyang, mengayun)
3. Stimulas Pendengaran (menanyi, musik, rekaman suara ibu, irama jantung ibu)
4. Stimulasi Visual (gerakan, warna, bentuk)

Stimulasi Dini Yang Bisa Dilakukan Pada Bayi Prfematur Sesuai Usia perkembangan

Stimulasi sebaiknya dilakukan secara teratur dan berlkesinambungan dalam janghka panjang. Stimulasi dapat dilakukan dalam kehidupoan sehari-hari saat menjelang tidur, memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan.

* Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan. Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dapat dilakukan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan
* Stimulasi untuk bayi 3 – 6 bulan. Stimulasi untuk bayi umur 3 – 6 bulan dapat dilakukan dengan cara dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.
* Stimulasi untuk bayi 3 – 6 bulan. Stimulasi untuk umur 6 – 9 bulan dapat dilakukan dengan cara memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.
* Stimulasi untuk bayi 9 – 12 bulan. Stimulasi untuk umur 9 – 12 bulan dapat dilakukan dengan cara mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.
* Stimulasi untuk bayi 12 – 18 bulan. Stimulasi untuk umur 12 – 18 bulan dapat dilakukan dengan cara latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.
* Stimulasi untuk bayi 18 – 24 bulan. Stimulasi untuk umur 18 – 24 bulan dapat dilakukan dengan cara menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.
* Stimulasi untuk bayi 2 – 3 tahun. Stimulasi umur 2 – 3 tahun dapat dilakukan dengan cara mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.
* Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Kebutaan Ancam Bayi Prematur

Jakarta-Apakah anda tahu bahwa Bayi lahir premature mengalami ancaman kebutaan yang sangat tinggi?. Bagi anda yang pernah mengalaminya mungkin tahu, namun tidak semua orang mengetahuinya. Walaupun akhir-akhir ini kasus tersebut semakin mencuat ke permukaan.

Apa sebenarnya penyebab kebutaan bayi lahir premature?. Dr. Rini Hersetyati, SpM mencoba menjelaskannya pada seminar yang digelar Klinik Mata Nusantara, kamis (25/06) siang di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Menurut DR. Rini penyebab kebutaan bayi lahir premature adalah Retinopathy of prematurity (ROP), yaitu kelainan pada mata yang disebabkan adanya gangguan perkembangan retina (selaput syaraf yang melapisi dinding dalam bola mata). Bayi yang lahir normal tidak dilahirkan dengan symptom ROP, melainkan dengan retina yang belum matang (pembuluh darah di retina belum lengkap).

”Sebenarnya tidak semua bayi premature lahir dengan ROP. Kalaupun ada gejalanya, kebanyakan ROP tersebut membaik tanpa pengobatan pada stadium yang awal. Akan tetapi bila pada bayi prematur dengan ROP yang berkembang ke stadium yang lanjut diperlukan penanganan secepatnya,” jelas dr. Rini dalam seminar tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, ROP pada umumnya terjadi pada kedua mata. Kendati demikian perkembangan stadiumnya tidak sama pada kedua mata. Bisa jadi salah satu matanya jadi lebih buruk. Namun memang sangat jarang ditemukan adanya kasus ROP sebelah mata. Faktor risiko ROP terjadi bila berat lahir bayi kurang dari 1500 gr dan umur kelahiran bayi kurang dari 32 minggu (8 bulan) atau bayi yang lahir prematur.

Bayi prematur memiliki banyak risiko, hingga resiko kematian. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi neonatologi, bayi prematur dengan berat yang minimal sekalipun dapat bertahan hidup.

Sayangnya dengan semakin besarnya kemungkinan hidup, risiko ROP semakin besar juga, termasuk ROP pada stadium lanjut. ROP stadium lanjut dapat berakibat kebutaan bagi bayi.
”Kepedulian kami adalah memberikan informasi bagaimana menangani dan memahami ROP dengan baik dan benar hingga tidak berakhir fatal,” tambah dr. Rini.

Perkembangan bola mata

Lebih lanjut dr. Rini menjelaskan, Sebelum sampai pada penanganan perkembangan bola mata pada bayi sejak masa kehamilan. Sejak janin memasuki usia 4 minggu hingga minggu ke 40 terjadi perkembangan yang aktif pada mata.

Pada saat akhir masa kehamilan (fullterm) perkembangan mata bayi ukurannya mencapai setengah mata orang dewasa dan terus berkembang sampai umur 2 tahun. Bagi bayi prematur pertumbuhan bolamata tidaklah sempurna hingga bisa mengakibatkan ROP sampai stadium 5. Pada ROP stadium 5 ini hampir dipastikan bayi menjadi buta.

Agar kefatalan tidak terjadi, setiap bayi prematur harus mendapatkan diagnosa ROP dan dilakukan pada saat bayi berumur 4 – 6 minggu oleh dokter mata subspesialis retina dengan menggunakan Indirect ophthalmoscope atau dengan RETCAM II.

Sebelum diperiksa mata bayi akan diberi obat tetes yang berfungsi untuk melebarkan pupil supaya dokter dapat melihat retina dan pembuluh darahnya secara luas.

”Pemeriksaan dilakukan dengan bius topikal dan dibawah pengawasan dokter anestesi dan dokter anak atau perawat NICU sehingga keadaan umum bayi selalu diawasi,” tutur Rini lebih jauh.

Bayi akan terus diperiksa tiap 1 atau 2 minggu sampai dokter menyatakan perkembangan retinanya aman, yaitu Perkembangan pembuluh darah retina sudah lengkap.

Pada observasi selama 2 minggu berurutan menunjukkan adanya ROP stadium 2 di zona 3 tanpa tanda perburukan, sehingga bayi akan diperiksa ulang sampai pembuluh darah di retina lengkap dan sampai Tidak ditemukannya ROP lagi (terjadi regresi).

Kebanyakan bayi dengan ROP ringan (stadium 1 – stadium 3 ringan) akan mengalami perbaikan spontan (regresi) tanpa komplikasi atau timbul jaringan parut. Tetapi ada pula yang mengalami regresi tetapi masih berpotensi untuk terjadi komplikasi di kemudian hari.

Komplikasi tersebut berupa Strabismus (mata juling) dan ambliopia (mata malas), Myopia (rabun jauh), Glaukoma sampai Ablasio Retina, yang bisa terjadi pada usia 10 tahunan karena tarikan dari jaringan parut akibat pertumbuhan bola mata atau pengkerutan cairan vitreous. Oleh karena itu pada anak – anak dengan riwayat ROP sebaiknya tetap kontrol ke dokter mata setahun sekali walaupun tidak ada keluhan.

Bagaimana bila ROP terjadi. Penanganan aktif yang dilakukan adalah Laser atau Cryoterapi. Terapi laser lebih dianjurkan karena lebih aman, tidak terjadi pembengkakan dan risiko henti nafas juga sangat kecil dibanding cryoterapi.

”Penanganan dengan laser maupun cryo dilaporkan dapat mencegah kebutaan pada bayi ROP sebesar 50% dengan kata lain bahwa bayi ROP dengan threshold disease tersebut walaupun sudah diterapi setengahnya tetap akan terjadi kebutaan,” terang Rini.

Alternatif akhir bila ROP sudah stadium 4 adalah operasi vitrektomi dengan menyedot cairan vitreous dan membersihkan jaringan ikat. Tingkat keberhasilan setiap tindakan sangat tergantung pada keahlian dan pengetahuan dokter. Namun bila sejak awal bayi prematur didiagnosa ROP, kemungkinan risiko besar tidak akan terjadi. Jadi sayangi buah hati Anda dengan melakukan pencegahan dari pada pengobatan melalui diagnosa sejak Dini.
(EB-News/waa)

Sumber : http://ummizalfa.blogspot.com/2009/07/kebutaan-ancam-bayi-prematur.html

Rabu, 02 November 2011

Cara Perawatan Bayi Prematur di Rumah


Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut sebagai prematur. Bayi tersebut biasanya memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Merawat bayi prematur tidak sama denganbayi cukup bulan, karena terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan. Di bawah ini dibahas cara-cara perawatan bayi prematur semenjak pulang dari rumah sakit.

Pemulangan dari rumah sakit

Berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum bayi dipulangkan dari rumah sakit meliputi keterlibatan orang tua dalam perawatan bayi, rencana untuk kebutuhan khusus seperti oksigen dan pengawasan henti napas, edukasi ketrampilan khusus tentang resusitasi jantung paru. Selain itu, terdapat beberapa kriteria sosial untuk pemulangan bayi, mencakup (1) konfirmasi bahwa orang tua dapat menyediakan kebutuhan dasar bayi, (2) jaminan orang tua mengetahui semua kebutuhan bayi dan cara untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin timbul setelah pemulangan, dan (3) rencana melanjutkan perawatan kesehatan dan dukungan untuk orang tua. Stres yang dialami orang tua ketika bayi mereka dirawat dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar, sehingga edukasi ke orang tua seringkali perlu diulang kembali setelah bayi dipulangkan. Selain itu, orang tua harus memperoleh bantuan yang cukup di rumah untuk mendukung mereka dalam merawat bayi.

Sebagian besar NICU (Neonatal Intensive Care Unit) mempunyai syarat-syarat tertentu untuk pemulangan. Panduan medis untuk pemulangan adalah sebagai berikut : (1) suhu tubuh dapat dipertahankan bila bayi berada di ruangan, biasanya pada usia 34 minggu atau berat 2000 gram; (2) bayi dapat makan melalui mulut cukup untuk mendapatkan tambahan berat seberat 20-30 g per hari; (3) bayi tidak mendapatkan pengobatan yang membutuhkan penanganan di rumah sakit, dan (4) tidak terdapat perubahan besar dalam pengobatan atau pemberian oksigen.

Bepergian

Orang tua sebaiknya menggunakan tempat duduk (car seat) khusus bayi sejak pertama kali bepergian, saat membawa anak pulang dari NICU. Kepala atau badan bayi tidak boleh merosot/malas/tidak tegak (slouch) dan sabuk tidak boleh diletakkan di sekitar kepala atau perut bayi. Handuk yang digulung atau popok dapat digunakan untuk mengganjal. Bayi tidak boleh diletakkan di kursi depan kendaraan jika air bag pada sisi penumpang dapat diaktivasi. Bayi harus terlihat oleh orang dewasa, baik secara langsung atau melalui kaca spion. Bayi dengan riwayat penurunan kadar oksigen, henti napas, atau bradikardi (denyut jantung lambat) bila berada dalam keadaan setengah tegak harus diletakkan dalam posisi telentang atau telungkup menggunakan alat pengaman alternatif. Bayi tidak boleh ditinggal sendiri di dalam mobil bahkan untuk waktu yang singkat.

Visite dokter

Bayi harus diperiksa dokter dalam beberapa hari setelah dipulangkan dari NICU. Dokter tersebut harus mengetahui tentang riwayat kehamilan, setelah bayi baru lahir, dan faktor risiko komplikasi. Bayi harus dibawa ke dokter tiap satu atau dua minggu sampai diperoleh kenaikan berat badan yang sesuai dan adanya adaptasi dengan keadaan rumah.

Pemberian makan

Asupan kalori, cairan, dan suplementasi vitamin dan mineral harus diawasi selama kunjungan tiap minggu. Kebutuhan gizi pada saat di NICU biasanya 1200 kkal/kg/hari. Jumlah ini biasanya turun menjadi 100 kkal/kg/hari pada saat pemulangan. Bayi yang diberikan formula dengan kandungan kalori melebihi 24 kkal/ons lebih rentan terhadap dehidrasi. Maka dari itu bayi harus dilihat adanya tanda-tanda dehidrasi dan kadar elektrolit harus diperiksa jika timbul muntah atau diare yang signifikan. Sebagian besar bayi tidak tahan terhadap formula mengandung lebih dari 30 kkal/ons (ASI dan formula standar mengandung sekitar 20 kkal/ons).

ASI melindungi dari infeksi dan bayi yang mendapat ASI memiliki pertumbuhan pada usia 18 bulan yang lebih baik daripada bayi yang mendapat susu formula. Ibu yang berencana menyusui sebaiknya menggunakan pompa payudara setelah bayi lahir untuk merangsang payudara. Susu yang dipompakan dapat diberikan kepada bayi. Apabila bayi mampu mengisap, ibu harus mulai menyusui untuk mendorong produksi susu lebih lanjut. Pada waktu pemulangan dari rumah sakit, sebagian besar bayi prematur membutuhkan pemberian makan paling sedikit tiap tiga jam.

Ibu harus menyusui tiap 1,5-2 jam dalam sehari pada 24-48 jam pertama setelah pulang dari rumah sakit untuk memastikan produksi susu yang cukup. Setelah itu, bayi normalnya disususi tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Enam sampai 8 popok basah per 24 jam menunjukkan asupan cairan yang cukup.

Bila bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam setengah sampai satu jam. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes susu, mendorong puting atau memposisikan bayi. Pemberian tambahan gizi dengan menggunakan selang saat bayi sedang disusui berguna bagi bayi yang membutuhkan kalori lebih banyak daripada jumlah yang diperoleh selama mendapatkan ASI biasa. Konsultan laktasi dapat membantu mengatasi masalah-masalah dalam menyusui.

Mekanisme menelan pada bayi belum mampu menerima makanan padat sampai 2,5-3,5 bulan setelah tanggal lahir yang seharusnya. Susu sapi idealnya tidak boleh diberikan sampai bayi berusia 12 bulan setelah tanggal lahir yang seharusnya. Bayi kecil menurut masa kehamilan atau bayi sakit dengan catch-up growth harus tetap diberikan ASI atau formula sampai ukuran tubuhnya berada dalam kisaran normal sesuai masa kehamilan. Bayi sakit seringkali membutuhkan intervensi diet khusus.

Vitamin D, E, K, dan asam folat penting terutama untuk bayi berat lahir rendah. Selain vitamin D, biasanya tidak terdapat defisiensi vitamin setelah pemulangan dari NICU. Gejala dan tanda defisiensi vitamin D, tembaga dan seng dapat dilihat pada tabel.


TABEL 1. Gejala dan Tanda Defisiensi Tembaga, Seng, dan Vitamin D pada Bayi
Defisiensi
Kebutuhan pada bayi prematur
Kebutuhan pada bayi cukup bulan
Uji untuk mengkonfirmasi defisiensi
Gejala dan tanda
Tembaga
100 µg per kg per hari
Sampai 6 bulan:
0.4-.6 mg/hari
6-12 bulan:
0.6-0.7 mg/hari 1-2 tahun:
0.7-1.0 mg/hari
Tembaga dalam serum, serum ceruloplasmin
Anemia, neutropenia (kadar neutrosit rendah), depigmentasi kulit dan rambut, kulit menyerupai dermatitis seboroik, anoreksia, diare, kemunduran psikomotor, henti napas, gagal tumbuh
Seng
750 µg per kg per hari
5 mg/hari
Seng plasma
Acrodermatitis enteropathica (dermatitis sekitar lubang pada tubuh dan anggota tubuh), diare, kebotakan, gagal tumbuh, lebih rentan terhadap infeksi
Vitamin D
400 IU per hari
400 IU per hari
Vitamin D dalam serum
Perubahan bentuk tulang iga, tungkai, lutut, gagal tumbuh, kadar kalsium dan fosfat dalam darah rendah

Walaupun defisiensi vitamin jarang terjadi, semua bayi yang diberi ASI sebaiknya diberikan suplementasi vitamin selama satu tahun pertama. Dosis standar vitamin bayi yang memberikan 400 IU vitamin D per hari dianjurkan baik untuk bayi prematur maupun cukup bulan. Jika bayi diberikan formula standar, pemberian vitamin tambahan dianjurkan sampai bayi minum sebanyak 950 ml formula per hari. Jika formula khusus yang diberikan, kandungan vitaminnya harus dicek untuk menentukan apakah diperlukan suplementasi vitamin.

Suplementasi besi dianjurkan, baik dalam bentuk formula dengan fortifikasi besi atau dalam bentuk cair, diberikan dengan dosis 2-4 mg/kg/hari pada bayi yang mendapat ASI atau bayi yang mendapat formula dengan kadar besi rendah. Suplentasi besi sebaiknya dimulai 2 minggu sampai 2 bulan setelah kelahiran dan dilanjutkan selama 12-15 bulan.

Walaupun jarang, defisiensi seng dan tembaga telah dilaporkan pada bayi prematur usia 3-6 bulan. Defisiensi seng terjadi pada bayi yang mendapat ASI dari ibu yang mempunyai suatu defisiensi metabolik yang mencegah keluarnya seng ke dalam ASI. Kebutuhan seng dan tembaga serta gejala dan tanda defisiensi tembaga dan seng dapat dilihat pada tabel.

Pertumbuhan

Selama dua tahun pertama, pertumbuhan dicatat menggunakan usia koreksi untuk prematuritas. Grafik pertumbuhan untuk bayi prematur rata-rata telah didisain khusus. Juga terdapat grafik pertumbuhan khusus bayi baru lahir untuk bayi sakit atau kecil menurut masa kehamilan. Setelah bayi mencapai usia 2 tahun, grafik pertumbuhan standar dapat digunakan.

Banyak bayi prematur yang mengalami catch-up growth. Catch-up growth biasanya pertama kali terlihat pada lingkar kepala bayi, diikuti dengan berat dan panjang badan. Hal ini biasanya terjadi selama 2-3 tahun pertama dan maksimum saat usia 36-40 minggu setelah pembuahan. Hanya sedikit terjadi setelah usia 3 tahun. Bayi prematur dengan retardasi pertumbuhan dalam rahim dan tanpa catch-up growth mempunyai resiko perkembangan tertunda lebih besar dan masalah medis lainnya daripada bayi prematur dengan laju pertumbuhan normal. Bahkan saat remaja, anak-anak yang lahir prematur lebih kecil dibandingkan anak yang tidak lahir prematur. Menarche (menstruasi pertama kali) juga terjadi lebih lambat pada anak yang lahir prematur. Suatu penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang lahir prematur cenderung melahirkan bayi prematur pula. Penelitian lain juga menemukan kecenderungan yang sama, namun tidak signifikan secara statistik.

Perkembangan

perkembangan bayi selama 2 tahun ini harus di-plot dari perkiraan tanggal lahir bayi yang seharusnya bukan dari tanggal lahir bayi. Kuesioner praskrining perkembangan Denver, uji skrining perkembangan Denver, dan Inventori perkembangan Gesell merupakan uji yang sudah diakui. Skrining perkembangan tidak menggantikan pemeriksaan saraf. Pemeriksaan perkembangan saraf neonatus merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan dan dapat menilai refleks dan kekuatan otot, saraf otak dan fungsi motorik, respons sensorik dan perilaku. Jika ditemukan kelainan, perlu dipertimbangkan konsultasi dengan ahli perkembangan anak. Dalam rangka mencegah kecacatan dilakukan program intervensi yang mendukung dan meningkatkan interaksi orang tua dan anak, walaupun angka kesuksesan tidak terlalu besar. Program intervensi ini dianjurkan diikuti oleh bayi berat lahir rendah dan orang tuanya.

Tidur

Bayi prematur tidur lebih banyak daripada bayi cukup bulan. Kendati demikian, bayi prematur juga bangun lebih sering dibandingkan bayi cukup bulan. Periode tidur rata-rata bayi prematur lebih singkat daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur juga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk dapat pindah dari lingkungan NICU ke rumah. Melembutkan musik dan mengurangi terangnya lampu secara bertahap dapat membantu. Bayi tidur telentang karena telah diketahui bahwa posisi telungkup berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Kasur yang terlalu empuk dan permukaan lainnya yang dapat memerangkap udara pernapasan juga berkaitan dengan SIDS dan sebaiknya dihindari.

Penglihatan dan Pendengaran

Strabismus (juling) lebih sering ditemukan pada bayi prematur. Karena juling dapat menjadi tanda kelainan di dalam mata, konsultasi dengan dokter mata umumnya diperlukan. Pada banyak bayi berat lahir sangat rendah, juling pada usia enam minggu menghilang saat mencapai usia 9 bulan. Juling yang timbul saat usia 9 bulan cenderung menetap. The American Academy of Pediatrics, the American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, and the American Academy of Ophthalmology menganjurkan melakukan pemeriksaan skrining awal pada usia 4-6 minggu, dengan follow-up tergantung hasil pemeriksaan awal.

Ada beberapa keadaan seperti hiponatremia (kadar natrium dalam darah yang rendah), alkalosis metabolik dan penggunaan ventilator mekanik dalam waktu lama yang merupakan faktor resiko terjadinya ketulian. Penggunaan obat golongan aminoglikosida atau furosemide merupakan faktor resiko tambahan. Definisi tuli menurut badan kesehatan dunia WHO adalah hilangnya pendengaran rata-rata lebih dari 25 dB pada frekuensi 500, 1.000 dan 2.000 Hz. Berdasarkan definisi tersebut, sekitar 5% bayi prematur yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu mengalami ketulian pada usia 5 tahun. Orang tua harus memperhatikan adanya tanda-tanda hilangnya pendengaran pada bayi. Respons bayi terhadap suara keras dapat diperiksa oleh dokter dan kemampuan mengerti dan mengekspresikan bahasa dapat dinilai dengan alat skrining perkembangan. Konsultasi dengan ahli THT dapat dilakukan jika orang tua melihat tanda-tanda hilangnya pendengaran atau jika ditemukan kelainan saat skrining.

(VC)

Sumber : www.aafp.org

Cara Merawat Bayi Prematur di Rumah

Setiap orangtua tentu mengharapkan kelahiran buah hatinya berjalan lancar, sehat, dan tanpa masalah. Namun, adakalanya Allah menakdirkan suatu kenyataan yang berbeda. Terkadang, ada orangtua yang harus menerima kelahiran bayinya lebih awal dari waktu yang diperkirakan, atau lebih dikenal sebagai bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada umur kehamilan kurang dari 36 pekan. Kelahiran yang lebih awal dari seharusnya ini tentu akan menyisakan beberapa permasalahan terkait kesiapan bayi yang belum sempurna dalam menjalani kehidupan di luar rahim ibunya. Berat badan yang rendah, organ tubuh yang belum sempurna, dan rentannya tubuh bayi prematur terhadap berbagai macam infeksi tentu membutuhkan perhatian lebih dari para orangtua. Meskipun demikian, tidak semua bayi prematur harus menjalani perawatan di ruang rawat intensif. Setelah memenuhi beberapa persyaratan tertentu, pihak Rumah Sakit akan memperbolehkan orangtua bayi untuk membawanya pulang. Pada kesempatan ini, akan disampaikan pembahasan tentang perawatan khusus bayi prematur, sebagai bekal bagi orangtua ketika harus merawat bayi prematur di rumah.

Mempertahankan Suhu Normal Bayi
Pada bayi baru lahir dengan berat badan ˂2500 gram atau umur kehamilan ˂36 pekan, perlu penambahan kehangatan tubuh untuk mempertahankan suhu normal. Bayi tersebut dapat dengan cepat mengalami hipotermi (suhu tubuh di bawah normal) dan perlu waktu lebih lama untuk menghangatkannya kembali. Risiko komplikasi dan kematian meningkat secara bermakna bila suhu lingkungannya tidak optimal.
Salah satu cara untuk mempertahankan suhu normal bayi prematur dengan metode Kanguru Mother  Care (KMC) atau Perawatan Bayi Lekat (PBL). Metode ini bermanfaat untuk menstabilkan suhu bayi dengan berat badan ˂2500 gram, terutama direkomendasikan untuk perawatan berkelanjutan bayi dengan berat badan ˂1800 gram. KMC adalah kontak kuli di anatara ibu dan bayinya secara dini, terus menerus, dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. KMC bisa dimulai segera setelah bayi lahir atau setelah bayi stabil, dan dapat dilakukan di rumah setelah bayi boleh pulang. Bayi tetap bisa dirawat dengan KMC meski belum bisa menyusu, yaitu dengan tetap memberikan ASI peras menggunakan sendok. Cara melakukan KMC adalah sebagai berikut:
  • Berilah bayi pakaian, popok, topi, dan kaos kaki yang sudah dihangatkan lebih dahulu (misal dengan cara disetrika)
  • Letakkan bayi di dada ibu dengan posisi tegak dan langsung kontak ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi di dada ibu. Posisikan bayi dalam “frog position” yaitu tertekuk pada siku dan tungkai, sementara kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala bayi agak mendongak.
  • Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah dengan selimut yang sudah dihangatkan sebelumnya. Tidak perlu baju khusus selama baju yang dikenakan sudah cukup hangat dan nyaman selama kontak dengan kulit ibu.
  • Dapat juga menggunakan baju berukuran lebih besar dari badan ibu, kemudian bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, dan ibu memakai selendang yang dililitkan ke perut ibu agar bayi tidak terjatuh.
  • Bila baju ibu tidak cukup menyokong bayi, dapat menggunakan kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi (semacam gendongan).
  • Ibu tetap dapat beraktivitas biasa selama KMC. Pada waktu tidur, posisi ibu setengah duduk atau bisa juga dengan meletakkan beberapa bantal di punggung ibu.
KMC sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat, yaitu dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi; menstabilkan suhu tubuh, pernafasan, dan denyut jantung bayi; meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi; mengurangi stres pada ibu dan bayi; menenangkan bayi (sehingga tidak rewel).

Pemberian Asi
Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Makin kecil tubuhnya, makin sering nutrisi perlu diberikan.  Umumnya refleks hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan > 34 minggu (berat lahir > 2000 gram), sehingga bayi dapat dicoba langsung menyusu pada ibunya. Telah dibuktikan bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menetek dibanding minum dari botol. Bila refleks mengisap bayi sudah muncul, ia dapat langsung menetek pada ibu. Bila belum, susu diberikan dengan sendok khusus. Bayi prematur, disesuaikan dengan berat badannya, akan mendapatkan nutrisi secara bertahap tergantung kondisinya. Bila ia lahir amat kecil, bayi mendapat nutrisi bertahap mulai dari selang (waktu masih di Rumah Sakit) hingga akhirnya bisa menetek pada ibu. Agar ASI tersedia, ibu harus diajarkan cara memompa atau memerah ASI secara teratur  dan yang paling penting adalah ibu tidak boleh stres, cukup istirahat dan makan. Ibu yang stres oleh karena bayi dipisahkan dari ibunya, dapat menghambat produksi ASI.
Pada waktu pemulangan dari rumah sakit, sebagian besar bayi prematur membutuhkan pemberian makan paling sedikit tiap tiga jam. Ibu harus menyusui tiap 1,5-2 jam dalam sehari pada 24-48 jam pertama setelah pulang dari rumah sakit untuk memastikan produksi susu yang cukup. Setelah itu, bayi normalnya disususi tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Enam sampai 8 popok basah per 24 jam menunjukkan asupan cairan yang cukup. Bila bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam setengah sampai satu jam. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes susu, mendorong puting atau memposisikan bayi. Ibu yang mengalami masalah menyusui dapat berkunjung ke klinik laktasi terdekat.

Waktu Istirahat
Bayi prematur tidur lebih banyak daripada bayi cukup bulan. Kendati demikian, bayi prematur juga bangun lebih sering dibandingkan bayi cukup bulan. Periode tidur rata-rata bayi prematur lebih singkat daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur juga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk dapat pindah dari lingkungan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) ke rumah. Mengurangi kebisingan dan meredupkan lampu secara bertahap terbukti dapat membantu bayi tertidur lelap. Usahakan bayi tidur telentang karena telah diketahui bahwa posisi telungkup berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Hindari juga kasur yang terlalu empuk dan permukaan lainnya yang dapat memerangkap udara pernapasan, karena bisa juga meningkatkan risiko terjadinya SIDS.

Konsultasi  pada Ahlinya
Kelahiran bayi prematur yang lebih awal dari waktunya sering menyisakan permasalahan karena belum matangnya organ-organ tubuh. Untuk itu, orangtua dengan bayi prematur hendaknya selalu mengamati perkembangan anaknya dan sering berkonsultasi dengan ahlinya. Permasalahan yang biasanya muncul seperti masalah penglihatan dan pendengaran.
Strabismus (juling) lebih sering ditemukan pada bayi prematur. Karena juling dapat menjadi tanda kelainan di dalam mata, konsultasi dengan dokter mata umumnya diperlukan. Pada banyak bayi berat lahir sangat rendah, juling pada usia enam minggu menghilang saat mencapai usia 9 bulan. Juling yang timbul saat usia 9 bulan cenderung menetap. Dianjurkan melakukan pemeriksaan awal pada usia 4-6 minggu, dengan follow-up tergantung hasil pemeriksaan awal.
Masalah pendengaran yang sering muncul pada bayi prematur adalah ketulian, hal ini disebabkan oleh beberapa keadaan seperti hiponatremia (kadar natrium dalam darah yang rendah), alkalosis metabolik dan penggunaan ventilator mekanik dalam waktu lama. Penggunaan obat golongan aminoglikosida atau furosemide merupakan faktor resiko tambahan. Orang tua harus memperhatikan adanya tanda-tanda hilangnya pendengaran pada bayi. Respons bayi terhadap suara keras dapat diperiksa oleh dokter dan kemampuan mengerti dan mengekspresikan bahasa dapat dinilai dengan alat pemeriksaan untuk mengukur perkembangan. Konsultasi dengan ahli THT dapat dilakukan jika orang tua melihat tanda-tanda hilangnya pendengaran atau jika ditemukan kelainan saat pemeriksaan.

Dibutuhkan Kesabaran dan Ketelatenan
Memiliki seorang bayi yang terlahir prematur tentu membutuhkan perhatian khusus. Kesabaran dan ketelatenan sangat dibutuhkan untuk merawat bayi prematur, karena kondisinya yang berbeda dari bayi pada umumnya yang lahir cukup bulan. Kesulitan dan masalah seringkali muncul selama perawatan, hal ini bisa diimbangi dengan banyak mencari tahu tentang cara perawatan bayi prematur (salah satunya dengan banyak membaca buku) dan tentunya dengan banyak berkonsultasi pada ahlinya. Perhatian dan kasih sayang orangtua mutlak diperlukan agar bayi prematur dapat berkembang secara optimal. Sentuhan dan belaian bahkan terbukti secara bermakna dapat membantu mereka tumbuh normal seperti bayi lainnya. Semakin dini dilakukan stimulasi (rangsangan), maka hasil yang diperoleh juga lebih bagus. Pijat bayi bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa diterapkan oleh orangtua pada bayinya. Satu hal yang perlu diingat, hendaknya orangtua senantiasa bersyukur dengan kehadiran buah hatinya dan tidak berkecil hati meski bayi mereka terlahir prematur. Demikian penjelasan mengenai perawatan bayi prematur, semoga bisa diterapkan dalam merawat bayi prematur di rumah.
Penulis: dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyya

Referensi:
  1. Standar Pelayanan Medis (SPM) Ilmu Kesehatan Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tahun 2000.
  2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Buku Manajemen Laktasi
  3. Arief Mansjoer dkk. Kapita Selekta Kedokteran UI. 1999. Media Aesculapius, UI, Jakarta.

Selasa, 01 November 2011

Payudara Ibu Sebagai Inkubator Alami

Bayi yang dilahirkan prematur memang membutuhkan perawatan intensif maupun semi intensif di rumah sakit. Namun jika keadaan memungkinkan, bayi prematur juga bisa dirawat di rumah.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan para orangtua adalah memastikan suhu badan bayi tetap hangat, karena bayi prematur rentan terkena hipotermia karena kulitnya masih sangat tipis. Itu sebabnya bayi prematur ditempatkan dalam inkubator di rumah sakit.

Di rumah, cara paling tepat agar bayi tetap hangat adalah dengan metode kanguru. Metode ini meniru cara kanguru menghangatkan badan anaknya.

Caranya adalah, bayi ditelanjangi dan hanya memakai popok serta penutup kepala. Bayi lalu dimasukkan ke dalam baju ibunya dan diletakkan di antara payudara ibu. Baju ibu berfungsi untuk menutup seluruh tubuh bayi seperti kantong kanguru.

“Metode kanguru ini yang paling aman karena suhu badan ibu akan mentransfer panas ke bayi sehingga bayi tak akan kedinginan,” kata dr.Rinawati Rohsiswatmo Sp.A, ahli perinatologi dari FKUI RSCM, Selasa (6/7/2010).

Ia menambahkan, sebaiknya bayi tidak diberi pencahayaan atau panas berlebihan. “Tidak perlu diberikan lampu di dekat tempat tidurnya, apalagi botol berisi air panas. Cukup dipeluk di dada ibunya,” katanya.

Metode kanguru ini dilakukan selama 24 jam. Oleh karena itu, dibutuhkan “ibu pengganti” yang bisa dilakukan oleh ayah atau anggota keluarga lainnya. “Prinsipnya adalah kulit bayi menempel pada kulit ibu agar bayi bisa mengambil panas dari tubuh ibunya,” tutur Rina.

Sampai kapan metode kanguru ini dilakukan? “Sampai bayinya sudah tidak mau,” katanya. Bayi pun bisa memberi sinyal misalnya rewel jika dipeluk atau memberontak.

(kompas.com)

Inkubator Berdampak Pada Psikologis Anak

Bayi yang lahir prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) biasanya akan dimasukkan ke dalam inkubator sebelum dinyatakan cukup sehat untuk dibawa pulang. Namun, penanganan terhadap bayi dengan kebutuhan perawatan khusus ini kelak bisa memengaruhi tumbuh kembang anak. Hal itu terutama pada pertumbuhan otak dan emosi, apalagi inkubator memisahkan kontak fisik dan emosi antara bayi dan orangtuanya.

Orangtua juga perlu mencermati bahwa melakukan perawatan di inkubator dengan banyak cahaya akan berdampak kurang baik bagi bayi. Di antaranya mempengaruhi perkembangan bahasa hingga psikologis.

“Secara psikologis, pencahayaan yang terlalu terang akan membuat anak menjadi mudah marah. Berbeda dengan anak yang lebih tenang dan penuh kasih sayang, sebagai efek stimulasi dari kontak fisik bayi dengan orangtuanya,” papar dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA, ahli perinatologi dari FKUI RSCM, Selasa (6/7/2010).

Untuk itu, orangtua perlu mempelajari cara merawat bayi dengan kebutuhan khusus ini tanpa bergantung pada inkubator, yakni dengan mengandalkan sentuhan kulit (skin to skin care) dari orangtuanya. Perawatan ini dikenal sebagai Kangaroo Care (lihat metode kanguru, inkubator alami).

Selain itu, dr Rina menjelaskan bahwa suhu tubuh orangtua bayi atau orang dewasa lebih memberikan kehangatan alami. Jika inkubator memiliki batas aman suhu sekitar 34 derajat celsius, maka tubuh ayah-ibu bisa lebih hangat dari itu. Dengan bantuan perawat atau tenaga medis, orangtua bisa mempelajari metode inkubator alami ini.

Kangaroo Care, kata dr Rina, berasal dari negara miskin Bogota, Kolombia. Karena sulit dan mahalnya perawatan dengan inkubator, Kangaroo Care dipraktikkan dan ternyata memberikan hasil optimal dan dikembangkan di banyak negara maju.

“Bayi yang membutuhkan perawatan lebih khusus, bayi kecil atau bayi lahir prematur, bukan berarti tidak sehat. Bisa jadi bayi itu sehat hanya saja butuh dirawat lebih khusus. Namun, tidak usah terlalu lama di rumah sakit, apalagi dengan bantuan inkubator,” ucap dokter yang mendapatkan penghargaan dokter teladan se-Kalimantan Timur 1990 ini.

Cara lain (sebagai penghangat atau inkubator) yang dianggap tak perlu adalah menggunakan lampu atau botol panas.

Kangaroo Care memang ilmu baru di Indonesia. Namun sejumlah tenaga medis dan rumah sakit sudah mendapatkan pelatihan perawatan ini. Ia menyebutkan, RS Harapan Kita dan RS Budhi Asih adalah beberapa yang sudah memberikan pelatihan tersebut.

“Keberhasilan Kangaroo Care berada di tangan para dokter dan perawat, bagaimana meyakinkan ibu bayi untuk menjalani perawatan ini. Fungsi rumah sakit juga harus diubah, yakni lebih mencerdaskan orangtua,” tandas dr Rina.

(kompas.com)

7 Penyebab Bayi Lahir Prematur


KEHADIRAN buah hati di tengah keluarga merupakan impian setiap pasangan suami istri. Namun tak disadari, banyak kejutan yang sering terjadi selama masa kehamilan berlangsung.

Contohnya, gejala morning sickness yang sering dialami oleh para calon ibu. Namun di antara semuanya itu, ada sebuah kejutan yang paling tidak diinginkan terjadi, yakni melahirkan bayi secara prematur.

Seperti yang kita ketahui, periode kelahiran normal adalah 37-41 minggu. Kelahiran seorang bayi dianggap prematur bila terjadi lebih cepat dari 37 minggu, yang dihitung mulai dari hari pertama periode haid terakhir yang normal. Sebagian bayi prematur memiliki berat badan rendah (low birth weight) dan memang kedua kondisi ini terbukti saling berhubungan. Karena itu, WHO mendefinisikan bayi dengan berat badan lahir rendah apabila berat bayi kurang dari 2.500 gram ketika lahir. Bayi prematur pasti memiliki berat badan lahir rendah, sementara bayi dengan berat badan lahir rendah belum tentu dilahirkan prematur.

Menyibak lebih dalam penyebab bayi lahir secara prematur, Dr Gilberto R Pereira, ahli perinatalogi terkemuka dan professor emeritus di University of Pennsylvania School of Medicine menjelaskan, ada banyak hal yang menyebabkan bayi lahir secara prematur.

“Bayi prematur merupakan bayi yang lahir dengan kondisi khusus yang berbeda dengan bayi kelahiran normal pada umumnya. Oleh karena itu, bayi prematur memiliki kebutuhan khusus serta perawatan yang tepat dan saksama,” ujarnya dalam peluncuran kampanye ”Peduli Bayi Prematur” saat ditemui di Ruang Puri Asri 1, Lantai 1, Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (24/6/2010).

Sebagian besar penyebab prematur tidak diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa penyebab bayi bisa lahir prematur. Di antaranya:

Pre-Eclampsia/ Eclampsia

Gangguan ini sering muncul pada masa kehamilan dan disebut dengan penyakit kehamilan. Gejala-gejala yang umum adalah tingginya tekanan darah, pembengkakan yang tak kunjung sembuh, dan jika diteruskan sang ibu bisa kejang-kejang terus menerus.

Placenta Previa

Kondisi ibu hamil dengan letak plasenta menutupi jalan lahir, termasuk kehamilan berisiko tinggi sehingga bayi lahir secara prematur.

Fetal Growth Retardation

Kegagalan dalam pertumbuhan bayi atau terdapat gangguan pertumbuhan dalam kandungan, dalam hal ini pertumbuhan bayi dalam kandungan tergolong lambat, sehingga bayi harus dikeluarkan dari rahim sang ibu.

Infesction/ Chorio Amnionitis

Salah satu kondisi yang menyebabkan bayi lahir secara prematur adalah infeksi pada selaput pembungkus bayi. Ini bisa terjadi ketika kantung yang berisi bayi dan cairan amniotik pecah atau menyembur sebelum waktunya untuk lahir.

Multiple Gestation

Dalam rahim ibu terdapat bayi kembar dan rahim ibu tidak bisa menampung, sehingga terjadi persalinan secara prematur.

Poly Hydramnios/ Fetal Malformation

Air ketuban terlalu banyak juga bisa menyebabkan bayi lahir secara prematur.

Uterine Abormalities

Rahim yang bentuknya tidak normal, memiliki bentuk rahim yang tidak normal juga bisa memicu kelahiran secara prematur. Terdapat beberapa perempuan yang mempunyai kelainan dalam bentuk rahimnya, tapi memberikan hasil yang sama, yaitu bayi memiliki ruang yang lebih sempit untuk tumbuh dibandingkan dengan bentuk rahim yang normal.

WHO menyatakan setiap dua detik, di dunia ini lahir bayi dengan berat badan rendah (low birth weight). Bahkan, setiap 31 detiknya seorang bayi prematur meninggal di dunia. Di Indonesia, kelahiran bayi dengan berat badan rendah mencapai 400.000 jiwa per tahun, dan 30-40 persen dari bayi meninggal karena prematur.

Tidak semua kelahiran prematur dapat dicegah, namun dapat dihindari dengan cara merawat kehamilan dengan baik. Untuk menghindari kelahiran prematur, ibu hamil sangat dianjurkan untuk menghindari asap rokok, polusi udara, serta meningkatkan asupan vitamin dan gizi. Ayo selamatkan bayi Anda dari risiko kelahiran secara prematur sekarang juga!


Informasi : www.okezone.com

Antara Bule, Bayi Prematur dan Nilai Ketulusan



Di bawah ini adalah salah satu tulisan singkat tentang salah satu kegiatan sosial di Lembaga di mana saya bekerja, PKPU Lembaga Kemanusiaan Nasional. Saat itu, lebih tepatnya pada bulan Oktober, PKPU mendapatkan tamu dari pihak perusahaan asing Internasional yang berkunjung ke Surabaya, Indonesia. Ingin tau lebih jelas?? Silahkan membaca tulisan sederhana ini.

Pada bulan September- Oktober, PKPU Surabaya mendapatkan tamu spesial dari luar negeri. Mereka datang ke Indonesia untuk menjalankan suatu program yang disusun oleh perusahaan mereka. Saat itu, saya dan salah satu teman saya di kantor, Alhamdulillah bisa sedikit membantu dengan menjadi guide untuk mereka saat berada di Surabaya.

Sore itu, kami berencana mengadakan kunjungan sosial di salah satu Yayasan Panti Asuhan bersama dengan beberapa bule. Mereka adalah lima orang bule yang berasal dari Irlandia, Autralia, Rumania, Inggris,dan Amerika Serikat. Saat itu adalah kami berkunjung di Panti Asuhan Assalam. Salah satu Panti Asuhan yang terletak di wilayah Gunungsari, Surabaya. Jika dilihat dari segi bangunannya, Panti Asuhan Assalam tampak begitu sederhana. Pada saat kami (para bule dan tim PKPU) datang, beberapa anak2 kecil di sana menyambut kami dengan senyuman dari wajah yang polos. Walaupun mereka adalah anak-anak yatim namun tak tampak raut wajah sedih dari mereka pada sore itu. Lalu kami pun segera bertemu dengan Pimpinan Panti. Namanya Bu Mimin, beliau seorang Ibu yang terlihat begitu sederhana dalam berpenampilan. Sebelumnya beliau sempat menceritakan tentang bagaimana kondisi Panti Asuhan Assalam di sana.

Dan.. ternyata ada pemandangan yang begitu membuat kami merasa empati saat berkunjung di sana. Saat kami berkeliling di dalam Panti, kami melihat seorang bayi mungil yang baru berusia 2 bulan dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Bayi perempuan itu bernama Aula. Dia terlahir prematur di usia 6 bulan. Subhanallah.... itulah kuasa Allah. Dia berhasil lahir dengan selamat walau dia prematur. Dan tahukah kalian jika berat bayi itu saat awal lahir tidak sampai mencapai berat 1 kg. Begitu kecil dan mungil ukurannya.. Bisa membayangkannya??

Bayi itulah yang lantas menarik perhatian dari Bule2 asing tersebut. Mereka begitu seksama mendengarkan cerita tentang si Bayi Mungil itu dari Bu Mimin. Orang tua bayi itu berasal dari keluarga tak mampu. Aayahnya telah meninggal. menurut info dari Bu Mimin, setelah bayi itu lahir, keluarga sang Ibu menitipkannya pada Panti Asuhan Assalam. Dan sejak saat itu belum pernah kembali mengunjungi bayi itu lagi.
Diperlukan perawatan ekstra untuk merawat sang bayi prematur tersebut. Mulai dari cara memegang hingga cara memandikan. Kami merasa merinding ketika melihat bayi mungil itu.

Dari situ muncullah rasa empati dari para bule. Mereka berinisiatif untuk memberikan donasi bantuan untuk Panti Asuhan Assalam. Pablo, adalah salah satu bule yang berinisiatif untuk menggalang dana sosial. Terdorong karena rasa prihatin dan empati yang mendalam, dia menceritakan kondisi bayi prematur itu dalam sebuah blog pribadi dan mengajak teman2nya yang berada di Luar Negeri untuk berbagi kepedulian melalui donasi bantuan.

Dan... Alhamdulillah.. dalam beberapa waktu telah terkumpul donasi bantuan senilai puluhan juta rupiah dari mereka. Mereka menitipkan pesan agar dana itu benar2 dapat disalurkan untuk Panti Asuhan Assalam khususnya untuk biaya perawatan Aula, Si Bayi Prematur tersebut.

Ada beberapa hal yang membuat saya merasakan sesuatu yang berbeda saat itu. Seakan muncul sebuah ketulusan yang begitu memancar dari hati orang-orang yang mau peduli. Andai teman2 lihat, bagaimana saat para bule tersebut bergantian menggendong bayi mungil itu dengan perlahan-lahan dan mencium kening Sang Bayi dengan tulus, mungkin teman2 akan merasakan rasa haru yang saat itu sempat saya rasakan. Sebuah rasa yang tidak bisa saya gambarkan melalui tulisan maupun kata-kata.... Sebuah rasa yang membuka hati ini untuk mengucapkan terimakasih atas sebuah pelajaran tentang nilai sebuah ketulusan dalam berbagi. Sebuah rasa yang menuntun hati ini untuk lebih mengevaluasi diri, apakah diri kita ini sudah menjadi orang yang benar2 bermanfaat bagi lingkungan kita sendiri selama ini.

"Sebuah Kepedulian Bisa Diawali dari Hal Kecil Yang Bisa Kita Berikan. Jangan Tunggu Esok atau Nanti untuk Melakukannya. Karena Setiap Orang, Siapapun Itu Pasti Bisa dan Mampu Melakukannya..."

Sekian tulisan sederhana yang bisa tergoreskan dalam sebuah cerita kecil. Terimakasih bagi teman2 yang sudah mau membacanya.

Salam
Ika


Sumber : http://ikatriwilujeng.blogspot.com/2011/01/antara-bule-bayi-prematur-dan-nilai.html

Bayi Prematur Laki-Laki Terkecil di Dunia Masih Bertahan Hidup

Bayi laki-laki prematur terkecil di dunia yang dipublikasikan oleh dokter Jerman belum lama ini, ternyata masih mampu bertahan hidup walaupun harus berjuang melewati kondisi sangat kritis karena dilahirkan pada minggu ke-25 masa kehamilan dengan bobot hanya sekitar setengah pon.

Panjang bayi yang dijuluki "Jempol Tom" ini hanya kurang dari selembar kertas ukuran A4 (21 cm). Ia hanya mencatat bobot seberat 275 gram ketika dilahirkan melalui pembedahan caesar di Rumah Sakit University of Medicine di Göttingen, Jerman, pada Juni 2009 lalu.

Setiap hari selama 24 jam, bayi ini melewati masa-masa kritis dalam inkubator lengkap dengan saluran makanan, alat pernapasan, dan alat monitor jantung. Ia juga harus memakai kateter dan fletora elektronis untuk memantau setiap tanda-tanda vital karena menghadapi risiko pendarahan selebral atau gagal organ.

Pada bulan Desember lalu, bayi supermini ini akhirnya dinyatakan dalam kondisi stabil setelah mencapai bobot sekitar 8,2 lbs atau 3,7 kilogram yang merupakan rata-rata berat bayi lahir normal di Jerman.

Kini, sembilan bulan setelah kelahirannya, tim dokter telah mengizinkan bayi yang belum diberi nama ini untuk diambil oleh kedua orangtuanya yang tinggal di Eighsfeld, wilayah Jerman tengah. Dokter telah memastikan kondisi bayi ini sudah cukup kuat untuk dirawat di rumah.

Pejabat dari RS Göttingen mengatakan, setelah mengecek semua catatan kelahiran prematur di seluruh dunia, mereka tidak menemukan kelahiran bayi laki-laki lain yang beratnya lebih rendah. Tiga bayi perempuan—termasuk satu di antaranya yang lahir di Amerika Serikat dengan berat sekitar 244 gram—juga mampu bertahan hidup. Rekor bayi-laki-laki prematur sebelumnya adalah seberat 294 gram.
[kompas.com]

Yang Perlu Disiapkan dan Diperlukan Untuk Menyambut Kedatangan Bayi Prematur di Rumah

Umumnya bayi yang lahir prematur baru diizinkan pulang bila berat badannya telah mencapai 2.000 g. Atau setidaknya sudah terjadi kecenderungan peningkatan berat badan yang stabil dalam 2–3 kali pemantauan. Tubuh bayi juga telah memiliki pengaturan suhu yang baik.

Nah, saat membawa si kecil yang lahir prematur pulang ke rumah, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

1. Menjelang kepulangan, yakinlah bahwa Anda dan pasangan mampu merawat bayi prematur di rumah. Keyakinan orangtua akan "menular" kepada bayi sehingga ia akan lebih nyaman dan tenang.

2. Konsultasikan kondisi bayi pada dokter, termasuk tindakan yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Tanyakan juga tentang perlu tidaknya boks khusus untuk si kecil yang lahir belum cukup bulan ini. Boks yang menyerupai inkubator ini berfungsi sebagai penghangat mengingat bayi prematur umumnya belum memiliki pengaturan suhu tubuh yang baik sehingga mudah kedinginan. Boks ini juga bisa dibuat sendiri. Caranya pada keempat sisi bagian bawah boks dipasangi lampu berkekuatan 60-100 watt. Dapat juga disediakan lampu belajar (100 watt) yang diletakkan di samping atau bawah boks.

3. Untuk alat kesehatan, yang wajib disediakan adalah termometer. Berguna untuk mengukur suhu tubuh bayi sewaktu-waktu bila diperlukan. Suhu ideal bayi berkisar antara 36,5-37,5°C.

4. Pakaikan baju lengan panjang dan selimut pada bayi. Setelah bayi dipakaikan baju lengan panjang, sarung tangan, sarung kaki dan topi, selimuti ia sehingga merasa nyaman serta hangat dan siap dibawa pulang.

5. Jaga suhu ruangan agar tetap stabil. Jika kamar bayi menggunakan penyejuk ruangan, setel suhunya tidak terlalu dingin sekitar 23°. Bila perlu matikan AC. Selama ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik, bayi akan mendapatkan suhu yang nyaman dan stabil.

6. Jaga suhu tubuhnya. Ingat, pengaturan suhu tubuh bayi prematur belum baik. Jaga suhu tubuhnya agar stabil. Kenakan padanya tutup kepala terutama pada malam hari, karena bagian kepala paling mudah kehilangan panas tubuh. Tambahkan sarung tangan dan kaki, bila dirasa perlu. Cara lain untuk menghangatkan tubuh bayi prematur adalah dengan metode kangguru. Gendong bayi yang dalam keadaan tanpa busana ke dada ibu. Buka kancing kemeja yang ibu kenakan, dekap bayi di dada ibu lalu selimuti bayi dengan kemeja tersebut. Kulit bayi yang bersentuhan dengan kulit ibu, selain akan membuatnya merasa nyaman juga sekaligus menghangatkannya.

7. Ibu lebih sering menyusui. Semakin sering bayi diberi ASI semakin baik. Kemampuan minum dan daya tampung perutnya belumlah terlalu banyak. Untuk itu, berikan minum sedikit demi sedikit tapi sesering mungkin.

8. Cucilah tangan dan gunakan masker. Bayi prematur rentan terhadap infeksi. Untuk itu, batasi penjenguk dan mintalah mereka mencuci tangan terlebih dahulu dan menggunakan masker sebelum melihat bayi.

9. Patuhi petunjuk dokter perihal waktu kunjungan. Patuhi kontrol rutin yang sudah dijadwalkan dan ikuti petunjuk dokter agar kesehatan si kecil lebih terjaga.

10. Boleh dimandikan. Bayi prematur tidak dilarang untuk dimandikan. Namun sebelumnya, cermati dulu suhu tubuhnya, jangan sampai kurang dari 36,5° C. Mandikan ia 2 kali sehari dengan air hangat.

Sumber : Utami Sri Rahayu. Foto: Ferdi/nakita
Narasumber:
dr. Satyawati, Sp.A.,
dari RS Azra, Bogor

Senin, 31 Oktober 2011

Bayi Prematur Punya Risiko Mati Lebih Tinggi Saat Remaja



Sebelum membaca artikel berikut ada baiknya, mommy & daddy merenungi beberapa hal berikut :

Allah SWT telah menetapkan ajal bagi tiap-tiap umat maupun individu. Kematian, yaitu datangnya ajal, telah ditentukan waktunya sebagai suatu ketetapan dari Allah yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan. 

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali Imran [3]: 145).

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ
Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula dapat memundurkannya (QS. al-Hijr [15]: 5; al-Mu’minun [23]: 43)

Pernyataan senada antara lain terdapat dalam QS. Yunus [10]: 49; an-Nahl [16]: 61 dan QS al-Munafiqun [63]: 11. Jadi, habisnya ajal atau datangnya kematian adalah sesuatu yang pasti (QS al-‘Ankabut [29]: 5). 

Karena kematian adalah pasti datangnya maka manusia tidak akan bisa lari menghindar darinya. Allah SWT menegaskan:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya tetp akan menemui kalian.” (QS. al-Jumu’ah [62]: 8).

Allah SWT juga menegaskan:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Di mana saja kalian berada, kematian akan menjumpai kalian kendati kalian berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. an-Nisa’ [4]: 78).

Ayat-ayat di atas, menjadi pegangan kita para orang tua bayi prematur, bahwa kematian itu telah ditetapkan oleh Allah baik terhadap bayi prematur maupun terhadap bayi yang cukup umur. Tidak ada yang dapat memprediksinya karena hanya Allahlah yang tahu.

Contoh kasus yang nyata terjadi, kedua keponakan saya adalah bayi prematur, saat ini yang satu masih kuliah dan satunya lagi sudah bekerja. Juga salah satu teman saya adalah seorang dokter yang dulunya juga lahir prematur. Mereka semua gadis-gadis yang tumbuh normal dan menghancurkan mitos bahwa lebih rentan sakit, memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, autis, buta, dan mitos-mitos lainnya. Alhamdulillahnya saat ini sudah banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan bagus untuk merawat bayi prematur. Sebagai orang tua kita hanya disuruh berusaha dan tawakal atas amanah yang telah Allah titipkan pada kita, dan Allahlah yang akan menetapkan takdir buah hati kita tanpa campur tangan siapapun. Bagi mommy & daddy yang bingung dengan biaya yang mungkin jauh lebih besar dibanding bayi normal, janganlah pernah takut. Allah telah mengamanahi kita buah hati yang lucu berikut sesuatu yang pasti menyertainya juga. 

Jadi... nikmatilah hidup kalian semua dengan bahagia karena kehadirannya yang memang kita harapkan saat tahu bahwa mommy & daddy akan memilikinya saat bulan-bulan pertama kehamilan mommy.

Salam,
Abi Zahwan & Khanza

Kelahiran bayi sebelum usia kehamilan penuh terkadang tidak dapat dihindari. Bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan medis dan perhatian maksimal.

Bayi yang lahir prematur biasanya akan sangat rentan mengalami beberapa masalah kesehatan. Menurut sebuah studi baru, ketika bayi prematur tumbuh menjadi remaja, memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Umumnya bayi yang terlahir secara prematur memang lebih rentan terkena berbagai masalah kesehatan jika dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir dengan usia kandungan penuh.

Penelitian sebelumnya menunjukkan risiko kematian bayi prematur berakhir setelah si bayi berhasil melewati tahun pertama kelahirannya, setelah itu risiko kematiannya normal.

Namun penelitian baru berlawanan dengan penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa bayi prematur lebih rentan mengalami kematian saat remaja karena penyakit serius antara lain penyakit jantung, diabetes dan asma. Beberapa penyakit tersebut memang memiliki perkembangan penyakit yang cukup lama.

"Hal tersebut merupakan penemuan yang sama sekali baru. Bahkan bayi yang lahir hanya beberapa minggu lebih awal juga tetap memiliki peningkatan risiko kematian. Namun, angka kematian mutlak sekitar 1 per 1.000 orang per tahun, sehingga masih termasuk sangat rendah," kata Dr Casey Crump dari Stanford University seperti dikutip dari HealthNews, Senin (26/9/2011).

Hasil penelitian Dr. Crump telah dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association.

Penelitian ini melibatkan hampir 675.000 orang Swedia yang lahir antara tahun 1973-1979. Peneliti menemukan anak yang lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk meninggal sebelum usia 5 tahun jika dibandingkan bayi yang lahir dengan usia kandungan penuh.

Meskipun anak telah berhasil melewati masa kanak-kanak, tetapi kemudian anak tersebut memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami kematian pada usia sekitar 18-36 tahun.

Dr. Crump mengatakan masalah kesehatan yang kemungkinan dapat terkait dengan kematian bayi yang terlahir secara prmatur, antara lain penyakit jantung, diabetes, dan asma. Beberapa penyakit tersebut memang memiliki perkembangan penyakit yang cukup lama.

"Saya pikir hal ini penting untuk menyadari potensi peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan yang akan dialami bayi yang terlahir secara prematur," katanya.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Informasi dan Saran Tentang Bayi Prematur

Bayi Prematur

Wajar bila Ibu sedih dan khawatir ketika bayi Ibu lahir prematur. Kami punya beberapa tips praktis tentang cara menjalin ikatan batin dengan bayi prematur dan cara memerah ASI untuknya. Dan ibu juga bisa berkonsultasi dengan tim ahli kami.
Dr. Dewi Sp.A
Konsultan Medis Anak
Ibu dari 4 anak

Walaupun Ibu tidak bisa membelainya seperti yang Ibu inginkan, bayi Ibu bisa tetap mengenali bau dan suara Ibu. Jadi seringlah duduk dan bicara di dekatnya agar ikatan batin Ibu berdua makin kuat.

Belaian atau pijatan lembut Ibu adalah cara istimewa yang menenangkan untuk menyalurkan rasa sayang dan perhatian Ibu.

Siapkan diri Ibu dan suami agar lebih siap saat mengunjungi bayi Ibu. Luapkan perasaan sayang dan jangan sedih, karena bayi Ibu mungkin bisa merasakannya.

Menjalin Ikatan Batin dengan Bayi Prematur Ibu di Rumah Sakit

Jika bayi Ibu lahir prematur, kemungkinan besar dia harus dimasukkan dalam inkubator. Hal ini menyebabkan ia harus tinggal di rumah sakit sampai cukup kuat dan siap untuk dibawa pulang.

Memerah ASI untuk Bayi Prematur Ibu

Jika bayi Ibu masih berada di unit perawatan, Ibu mungkin harus memerah ASI untuk bisa menyusuinya. Tetaplah tenang agar produksi ASI Ibu stabil dan Ibu tetap bisa memberinya ASI. Jika Ibu perlu ketenangan, cobalah beberapa tips berikut:

  • Berendamlah dalam air hangat agar Ibu lebih tenang dan payudara Ibu tidak sakit.
  • Pijat perlahan payudara Ibu dan perah dengan tangan. Lakukan cara perah yang berbeda-beda agar tidak menimbulkan sakit.
  • Seringlah menjenguk dan membelai si kecil agar semangat Ibu untuk memberinya ASI tetap tinggi.

    Perkembangan Bayi Prematur Ibu

    Tidak ada tabel perkembangan ‘rata-rata’ untuk bayi prematur. Tapi, bayi prematur tidak selalu menghadapi masalah perkembangan dalam waktu lama. Ingatlah bahwa bayi normal pun mencapai perkembangan pesatnya pada waktu yang berlainan.

    Jadi tenanglah dulu. Hal yang paling penting adalah terus semangat dan bersyukur atas setiap langkah dan perkembangan bayi Ibu.

    Apa Bayi saya Berikutnya Bisa Prematur Juga?

    Sekitar 9 dari 10 wanita yang bayi pertamanya dilahirkan prematur melahirkan anak keduanya dengan persalinan normal. Jadi, redam kecemasan Ibu akan hal ini. Persiapkan diri akan lebih baik daripada mencemaskannya.

    Bayi prematur pada umumnya perlu diletakkan di inkubator yang mempunyai kontrol suhu, sehingga bayi tetap berada pada suhu yang sesuai seperti saat bayi berada dalam kandungan. Hal ini dilakukan, karena bayi prematur seringkali belum mempunyai kontrol suhu yang baik, sehingga mudah kedinginan.

    Selain itu, dengan ditaruh di inkubator, maka bayi dapat dievaluasi fungsi nafasnya (dengan melihat gerakan dada/perut), juga untuk melihat warna kulit bayi. Itu sebabnya bayi sering diletakkan tanpa pakaian ( karena jika tertutup pakaian akan menyulitkan pengawasan).

    Biasanya, saat berat badan bayi sudah mencapai 2000 – 2250 gram, ia sudah bisa dipulangkan. Tentu saja, sebelumnya setelah dicoba dengan meletakkan bayi di luar inkubator dan dinilai apakah bayi dapat beradaptasi dengan suhu kamar atau tidak. Setelah di rumah, yang paling penting adalah pemberian ASI untuk bayi sehingga berat badan bayi secepatnya bisa mencapai berat bayi yang seharusnya ( sekitar 2500 – 3000 gram).

Sumber : http://www.clubnutricia.co.id/my_baby/my_babys_health/baby_common_problem/article/premature_babies