Dari Pada Antri di ATM mending Bayar2 Sambil Santai di HP Pribadi. Lebih Murah dan Dapat Cashback !

Bayi Prematur

Tak ada satu wanita pun yang ingin melahirkan bayi prematur, tapi sekitar satu dari delapan ibu di Amerika Serikat melahirkan sebelum usia kehamilan mencapai minggu ke-37.

Kasih sayangmu tak terbalaskan

Kasih sayang ibu dan dukungan penuh keluarga menyelamatkan bayi prematur secara maksimal.

Keajaiban Bayi Prematur

Memiliki bayi prematur bukanlah akhir dari segalanya, justru dari sinilah keajaiban hidup akan terwujud.

Bayi prematur adalah sumber inspirasi kami

Bayi mungilku sumber spirit dan inspirasi bagi kami sekeluarga. Memotivasi kami untuk memastikan hidupnya sangat berkualitas.

Keistimewaan Bayi Prematur

Yakinlah bahwa dia memang istimewa. Dia lebih cerdas dan hebat dibanding bayi seusianya yang lahir normal.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi Orang Tua Bayi Prematur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Orang Tua Bayi Prematur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

Stimulasi Dini Bayi Prematur

Berbagai permasalahan yang beresiko mengganggu perkembangan bayi prematur diperlukan rangsangan yang terus menerus melalui berbagai sistem dan fungsi tubuh agar keterlambatan dan resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang ada dapat dioptimalkan. Intervensi yang dilakukan sejak dini, dilakukan secara berkesinambungan dan berlangsung lebih lama akan memberikan manfaat lebih besar di bandingkan dengan intervensi yang terlambat atau dilakukan dalam waktu singkat.

Stimulasi psikososial
Bayi dengan kelahiran prematur adalah bayi dengan resiko tinggi yang secara klinis belum menunjukkan hambatan perkembangan, tetapi berpotensi untuk mengalami gangguan perkembangan akibat faktor-faktor resiko biomedik ataupun lingkungan psikososial atau ekonomi, yang dialami sejak masa konsepsi sampai masa neonatal. Prematuritas termasuk salah satu resiko biomedik yang tersering ditemukan dan berpotensi untuk menghambat tumbuh kembang. Umumnya gangguan perkembangan bersumber pada gangguan perkembangan otak.
Plastisitas otak adalah kemampuan susunan syaraf untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan atau kerusakan yang disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Pada bayi, kemampuan plastisitas ini tinggi karena jumlah neuron, percabangan akson, dendrit serta jumlah sinaps jauh lebih banyak dibandingkan dengan dewasa. Struktur yang dimanfaatkan akan menetap bahkan berkembang menjadi rangkaian fungsional, tetapi bila tidak dimanfaatkan maka struktur tersebut akan mengalami eliminasi.

Stimulasi bayi prematur yang harus dilakukan adalah

1. Stimulasi Rangsang Taktil (pijat, fleksi, ekstensi, posisi)
2. Stimulasi Vestibular kinestetik (menggoyang, mengayun)
3. Stimulas Pendengaran (menanyi, musik, rekaman suara ibu, irama jantung ibu)
4. Stimulasi Visual (gerakan, warna, bentuk)

Stimulasi Dini Yang Bisa Dilakukan Pada Bayi Prfematur Sesuai Usia perkembangan

Stimulasi sebaiknya dilakukan secara teratur dan berlkesinambungan dalam janghka panjang. Stimulasi dapat dilakukan dalam kehidupoan sehari-hari saat menjelang tidur, memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan.

* Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan. Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dapat dilakukan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan
* Stimulasi untuk bayi 3 – 6 bulan. Stimulasi untuk bayi umur 3 – 6 bulan dapat dilakukan dengan cara dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.
* Stimulasi untuk bayi 3 – 6 bulan. Stimulasi untuk umur 6 – 9 bulan dapat dilakukan dengan cara memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.
* Stimulasi untuk bayi 9 – 12 bulan. Stimulasi untuk umur 9 – 12 bulan dapat dilakukan dengan cara mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.
* Stimulasi untuk bayi 12 – 18 bulan. Stimulasi untuk umur 12 – 18 bulan dapat dilakukan dengan cara latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.
* Stimulasi untuk bayi 18 – 24 bulan. Stimulasi untuk umur 18 – 24 bulan dapat dilakukan dengan cara menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.
* Stimulasi untuk bayi 2 – 3 tahun. Stimulasi umur 2 – 3 tahun dapat dilakukan dengan cara mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.
* Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Rabu, 02 November 2011

Cara Merawat Bayi Prematur di Rumah

Setiap orangtua tentu mengharapkan kelahiran buah hatinya berjalan lancar, sehat, dan tanpa masalah. Namun, adakalanya Allah menakdirkan suatu kenyataan yang berbeda. Terkadang, ada orangtua yang harus menerima kelahiran bayinya lebih awal dari waktu yang diperkirakan, atau lebih dikenal sebagai bayi prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada umur kehamilan kurang dari 36 pekan. Kelahiran yang lebih awal dari seharusnya ini tentu akan menyisakan beberapa permasalahan terkait kesiapan bayi yang belum sempurna dalam menjalani kehidupan di luar rahim ibunya. Berat badan yang rendah, organ tubuh yang belum sempurna, dan rentannya tubuh bayi prematur terhadap berbagai macam infeksi tentu membutuhkan perhatian lebih dari para orangtua. Meskipun demikian, tidak semua bayi prematur harus menjalani perawatan di ruang rawat intensif. Setelah memenuhi beberapa persyaratan tertentu, pihak Rumah Sakit akan memperbolehkan orangtua bayi untuk membawanya pulang. Pada kesempatan ini, akan disampaikan pembahasan tentang perawatan khusus bayi prematur, sebagai bekal bagi orangtua ketika harus merawat bayi prematur di rumah.

Mempertahankan Suhu Normal Bayi
Pada bayi baru lahir dengan berat badan ˂2500 gram atau umur kehamilan ˂36 pekan, perlu penambahan kehangatan tubuh untuk mempertahankan suhu normal. Bayi tersebut dapat dengan cepat mengalami hipotermi (suhu tubuh di bawah normal) dan perlu waktu lebih lama untuk menghangatkannya kembali. Risiko komplikasi dan kematian meningkat secara bermakna bila suhu lingkungannya tidak optimal.
Salah satu cara untuk mempertahankan suhu normal bayi prematur dengan metode Kanguru Mother  Care (KMC) atau Perawatan Bayi Lekat (PBL). Metode ini bermanfaat untuk menstabilkan suhu bayi dengan berat badan ˂2500 gram, terutama direkomendasikan untuk perawatan berkelanjutan bayi dengan berat badan ˂1800 gram. KMC adalah kontak kuli di anatara ibu dan bayinya secara dini, terus menerus, dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. KMC bisa dimulai segera setelah bayi lahir atau setelah bayi stabil, dan dapat dilakukan di rumah setelah bayi boleh pulang. Bayi tetap bisa dirawat dengan KMC meski belum bisa menyusu, yaitu dengan tetap memberikan ASI peras menggunakan sendok. Cara melakukan KMC adalah sebagai berikut:
  • Berilah bayi pakaian, popok, topi, dan kaos kaki yang sudah dihangatkan lebih dahulu (misal dengan cara disetrika)
  • Letakkan bayi di dada ibu dengan posisi tegak dan langsung kontak ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi di dada ibu. Posisikan bayi dalam “frog position” yaitu tertekuk pada siku dan tungkai, sementara kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala bayi agak mendongak.
  • Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah dengan selimut yang sudah dihangatkan sebelumnya. Tidak perlu baju khusus selama baju yang dikenakan sudah cukup hangat dan nyaman selama kontak dengan kulit ibu.
  • Dapat juga menggunakan baju berukuran lebih besar dari badan ibu, kemudian bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, dan ibu memakai selendang yang dililitkan ke perut ibu agar bayi tidak terjatuh.
  • Bila baju ibu tidak cukup menyokong bayi, dapat menggunakan kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi (semacam gendongan).
  • Ibu tetap dapat beraktivitas biasa selama KMC. Pada waktu tidur, posisi ibu setengah duduk atau bisa juga dengan meletakkan beberapa bantal di punggung ibu.
KMC sangat dianjurkan karena memiliki banyak manfaat, yaitu dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi; menstabilkan suhu tubuh, pernafasan, dan denyut jantung bayi; meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi; mengurangi stres pada ibu dan bayi; menenangkan bayi (sehingga tidak rewel).

Pemberian Asi
Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Makin kecil tubuhnya, makin sering nutrisi perlu diberikan.  Umumnya refleks hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan > 34 minggu (berat lahir > 2000 gram), sehingga bayi dapat dicoba langsung menyusu pada ibunya. Telah dibuktikan bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menetek dibanding minum dari botol. Bila refleks mengisap bayi sudah muncul, ia dapat langsung menetek pada ibu. Bila belum, susu diberikan dengan sendok khusus. Bayi prematur, disesuaikan dengan berat badannya, akan mendapatkan nutrisi secara bertahap tergantung kondisinya. Bila ia lahir amat kecil, bayi mendapat nutrisi bertahap mulai dari selang (waktu masih di Rumah Sakit) hingga akhirnya bisa menetek pada ibu. Agar ASI tersedia, ibu harus diajarkan cara memompa atau memerah ASI secara teratur  dan yang paling penting adalah ibu tidak boleh stres, cukup istirahat dan makan. Ibu yang stres oleh karena bayi dipisahkan dari ibunya, dapat menghambat produksi ASI.
Pada waktu pemulangan dari rumah sakit, sebagian besar bayi prematur membutuhkan pemberian makan paling sedikit tiap tiga jam. Ibu harus menyusui tiap 1,5-2 jam dalam sehari pada 24-48 jam pertama setelah pulang dari rumah sakit untuk memastikan produksi susu yang cukup. Setelah itu, bayi normalnya disususi tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Enam sampai 8 popok basah per 24 jam menunjukkan asupan cairan yang cukup. Bila bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam setengah sampai satu jam. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes susu, mendorong puting atau memposisikan bayi. Ibu yang mengalami masalah menyusui dapat berkunjung ke klinik laktasi terdekat.

Waktu Istirahat
Bayi prematur tidur lebih banyak daripada bayi cukup bulan. Kendati demikian, bayi prematur juga bangun lebih sering dibandingkan bayi cukup bulan. Periode tidur rata-rata bayi prematur lebih singkat daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur juga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk dapat pindah dari lingkungan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) ke rumah. Mengurangi kebisingan dan meredupkan lampu secara bertahap terbukti dapat membantu bayi tertidur lelap. Usahakan bayi tidur telentang karena telah diketahui bahwa posisi telungkup berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Hindari juga kasur yang terlalu empuk dan permukaan lainnya yang dapat memerangkap udara pernapasan, karena bisa juga meningkatkan risiko terjadinya SIDS.

Konsultasi  pada Ahlinya
Kelahiran bayi prematur yang lebih awal dari waktunya sering menyisakan permasalahan karena belum matangnya organ-organ tubuh. Untuk itu, orangtua dengan bayi prematur hendaknya selalu mengamati perkembangan anaknya dan sering berkonsultasi dengan ahlinya. Permasalahan yang biasanya muncul seperti masalah penglihatan dan pendengaran.
Strabismus (juling) lebih sering ditemukan pada bayi prematur. Karena juling dapat menjadi tanda kelainan di dalam mata, konsultasi dengan dokter mata umumnya diperlukan. Pada banyak bayi berat lahir sangat rendah, juling pada usia enam minggu menghilang saat mencapai usia 9 bulan. Juling yang timbul saat usia 9 bulan cenderung menetap. Dianjurkan melakukan pemeriksaan awal pada usia 4-6 minggu, dengan follow-up tergantung hasil pemeriksaan awal.
Masalah pendengaran yang sering muncul pada bayi prematur adalah ketulian, hal ini disebabkan oleh beberapa keadaan seperti hiponatremia (kadar natrium dalam darah yang rendah), alkalosis metabolik dan penggunaan ventilator mekanik dalam waktu lama. Penggunaan obat golongan aminoglikosida atau furosemide merupakan faktor resiko tambahan. Orang tua harus memperhatikan adanya tanda-tanda hilangnya pendengaran pada bayi. Respons bayi terhadap suara keras dapat diperiksa oleh dokter dan kemampuan mengerti dan mengekspresikan bahasa dapat dinilai dengan alat pemeriksaan untuk mengukur perkembangan. Konsultasi dengan ahli THT dapat dilakukan jika orang tua melihat tanda-tanda hilangnya pendengaran atau jika ditemukan kelainan saat pemeriksaan.

Dibutuhkan Kesabaran dan Ketelatenan
Memiliki seorang bayi yang terlahir prematur tentu membutuhkan perhatian khusus. Kesabaran dan ketelatenan sangat dibutuhkan untuk merawat bayi prematur, karena kondisinya yang berbeda dari bayi pada umumnya yang lahir cukup bulan. Kesulitan dan masalah seringkali muncul selama perawatan, hal ini bisa diimbangi dengan banyak mencari tahu tentang cara perawatan bayi prematur (salah satunya dengan banyak membaca buku) dan tentunya dengan banyak berkonsultasi pada ahlinya. Perhatian dan kasih sayang orangtua mutlak diperlukan agar bayi prematur dapat berkembang secara optimal. Sentuhan dan belaian bahkan terbukti secara bermakna dapat membantu mereka tumbuh normal seperti bayi lainnya. Semakin dini dilakukan stimulasi (rangsangan), maka hasil yang diperoleh juga lebih bagus. Pijat bayi bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa diterapkan oleh orangtua pada bayinya. Satu hal yang perlu diingat, hendaknya orangtua senantiasa bersyukur dengan kehadiran buah hatinya dan tidak berkecil hati meski bayi mereka terlahir prematur. Demikian penjelasan mengenai perawatan bayi prematur, semoga bisa diterapkan dalam merawat bayi prematur di rumah.
Penulis: dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyya

Referensi:
  1. Standar Pelayanan Medis (SPM) Ilmu Kesehatan Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tahun 2000.
  2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Buku Manajemen Laktasi
  3. Arief Mansjoer dkk. Kapita Selekta Kedokteran UI. 1999. Media Aesculapius, UI, Jakarta.

Selasa, 01 November 2011

Antara Bule, Bayi Prematur dan Nilai Ketulusan



Di bawah ini adalah salah satu tulisan singkat tentang salah satu kegiatan sosial di Lembaga di mana saya bekerja, PKPU Lembaga Kemanusiaan Nasional. Saat itu, lebih tepatnya pada bulan Oktober, PKPU mendapatkan tamu dari pihak perusahaan asing Internasional yang berkunjung ke Surabaya, Indonesia. Ingin tau lebih jelas?? Silahkan membaca tulisan sederhana ini.

Pada bulan September- Oktober, PKPU Surabaya mendapatkan tamu spesial dari luar negeri. Mereka datang ke Indonesia untuk menjalankan suatu program yang disusun oleh perusahaan mereka. Saat itu, saya dan salah satu teman saya di kantor, Alhamdulillah bisa sedikit membantu dengan menjadi guide untuk mereka saat berada di Surabaya.

Sore itu, kami berencana mengadakan kunjungan sosial di salah satu Yayasan Panti Asuhan bersama dengan beberapa bule. Mereka adalah lima orang bule yang berasal dari Irlandia, Autralia, Rumania, Inggris,dan Amerika Serikat. Saat itu adalah kami berkunjung di Panti Asuhan Assalam. Salah satu Panti Asuhan yang terletak di wilayah Gunungsari, Surabaya. Jika dilihat dari segi bangunannya, Panti Asuhan Assalam tampak begitu sederhana. Pada saat kami (para bule dan tim PKPU) datang, beberapa anak2 kecil di sana menyambut kami dengan senyuman dari wajah yang polos. Walaupun mereka adalah anak-anak yatim namun tak tampak raut wajah sedih dari mereka pada sore itu. Lalu kami pun segera bertemu dengan Pimpinan Panti. Namanya Bu Mimin, beliau seorang Ibu yang terlihat begitu sederhana dalam berpenampilan. Sebelumnya beliau sempat menceritakan tentang bagaimana kondisi Panti Asuhan Assalam di sana.

Dan.. ternyata ada pemandangan yang begitu membuat kami merasa empati saat berkunjung di sana. Saat kami berkeliling di dalam Panti, kami melihat seorang bayi mungil yang baru berusia 2 bulan dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Bayi perempuan itu bernama Aula. Dia terlahir prematur di usia 6 bulan. Subhanallah.... itulah kuasa Allah. Dia berhasil lahir dengan selamat walau dia prematur. Dan tahukah kalian jika berat bayi itu saat awal lahir tidak sampai mencapai berat 1 kg. Begitu kecil dan mungil ukurannya.. Bisa membayangkannya??

Bayi itulah yang lantas menarik perhatian dari Bule2 asing tersebut. Mereka begitu seksama mendengarkan cerita tentang si Bayi Mungil itu dari Bu Mimin. Orang tua bayi itu berasal dari keluarga tak mampu. Aayahnya telah meninggal. menurut info dari Bu Mimin, setelah bayi itu lahir, keluarga sang Ibu menitipkannya pada Panti Asuhan Assalam. Dan sejak saat itu belum pernah kembali mengunjungi bayi itu lagi.
Diperlukan perawatan ekstra untuk merawat sang bayi prematur tersebut. Mulai dari cara memegang hingga cara memandikan. Kami merasa merinding ketika melihat bayi mungil itu.

Dari situ muncullah rasa empati dari para bule. Mereka berinisiatif untuk memberikan donasi bantuan untuk Panti Asuhan Assalam. Pablo, adalah salah satu bule yang berinisiatif untuk menggalang dana sosial. Terdorong karena rasa prihatin dan empati yang mendalam, dia menceritakan kondisi bayi prematur itu dalam sebuah blog pribadi dan mengajak teman2nya yang berada di Luar Negeri untuk berbagi kepedulian melalui donasi bantuan.

Dan... Alhamdulillah.. dalam beberapa waktu telah terkumpul donasi bantuan senilai puluhan juta rupiah dari mereka. Mereka menitipkan pesan agar dana itu benar2 dapat disalurkan untuk Panti Asuhan Assalam khususnya untuk biaya perawatan Aula, Si Bayi Prematur tersebut.

Ada beberapa hal yang membuat saya merasakan sesuatu yang berbeda saat itu. Seakan muncul sebuah ketulusan yang begitu memancar dari hati orang-orang yang mau peduli. Andai teman2 lihat, bagaimana saat para bule tersebut bergantian menggendong bayi mungil itu dengan perlahan-lahan dan mencium kening Sang Bayi dengan tulus, mungkin teman2 akan merasakan rasa haru yang saat itu sempat saya rasakan. Sebuah rasa yang tidak bisa saya gambarkan melalui tulisan maupun kata-kata.... Sebuah rasa yang membuka hati ini untuk mengucapkan terimakasih atas sebuah pelajaran tentang nilai sebuah ketulusan dalam berbagi. Sebuah rasa yang menuntun hati ini untuk lebih mengevaluasi diri, apakah diri kita ini sudah menjadi orang yang benar2 bermanfaat bagi lingkungan kita sendiri selama ini.

"Sebuah Kepedulian Bisa Diawali dari Hal Kecil Yang Bisa Kita Berikan. Jangan Tunggu Esok atau Nanti untuk Melakukannya. Karena Setiap Orang, Siapapun Itu Pasti Bisa dan Mampu Melakukannya..."

Sekian tulisan sederhana yang bisa tergoreskan dalam sebuah cerita kecil. Terimakasih bagi teman2 yang sudah mau membacanya.

Salam
Ika


Sumber : http://ikatriwilujeng.blogspot.com/2011/01/antara-bule-bayi-prematur-dan-nilai.html

Senin, 31 Oktober 2011

Bayi Prematur Punya Risiko Mati Lebih Tinggi Saat Remaja



Sebelum membaca artikel berikut ada baiknya, mommy & daddy merenungi beberapa hal berikut :

Allah SWT telah menetapkan ajal bagi tiap-tiap umat maupun individu. Kematian, yaitu datangnya ajal, telah ditentukan waktunya sebagai suatu ketetapan dari Allah yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan. 

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. (QS. Ali Imran [3]: 145).

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ
Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak pula dapat memundurkannya (QS. al-Hijr [15]: 5; al-Mu’minun [23]: 43)

Pernyataan senada antara lain terdapat dalam QS. Yunus [10]: 49; an-Nahl [16]: 61 dan QS al-Munafiqun [63]: 11. Jadi, habisnya ajal atau datangnya kematian adalah sesuatu yang pasti (QS al-‘Ankabut [29]: 5). 

Karena kematian adalah pasti datangnya maka manusia tidak akan bisa lari menghindar darinya. Allah SWT menegaskan:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya tetp akan menemui kalian.” (QS. al-Jumu’ah [62]: 8).

Allah SWT juga menegaskan:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
Di mana saja kalian berada, kematian akan menjumpai kalian kendati kalian berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. an-Nisa’ [4]: 78).

Ayat-ayat di atas, menjadi pegangan kita para orang tua bayi prematur, bahwa kematian itu telah ditetapkan oleh Allah baik terhadap bayi prematur maupun terhadap bayi yang cukup umur. Tidak ada yang dapat memprediksinya karena hanya Allahlah yang tahu.

Contoh kasus yang nyata terjadi, kedua keponakan saya adalah bayi prematur, saat ini yang satu masih kuliah dan satunya lagi sudah bekerja. Juga salah satu teman saya adalah seorang dokter yang dulunya juga lahir prematur. Mereka semua gadis-gadis yang tumbuh normal dan menghancurkan mitos bahwa lebih rentan sakit, memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, autis, buta, dan mitos-mitos lainnya. Alhamdulillahnya saat ini sudah banyak rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dan bagus untuk merawat bayi prematur. Sebagai orang tua kita hanya disuruh berusaha dan tawakal atas amanah yang telah Allah titipkan pada kita, dan Allahlah yang akan menetapkan takdir buah hati kita tanpa campur tangan siapapun. Bagi mommy & daddy yang bingung dengan biaya yang mungkin jauh lebih besar dibanding bayi normal, janganlah pernah takut. Allah telah mengamanahi kita buah hati yang lucu berikut sesuatu yang pasti menyertainya juga. 

Jadi... nikmatilah hidup kalian semua dengan bahagia karena kehadirannya yang memang kita harapkan saat tahu bahwa mommy & daddy akan memilikinya saat bulan-bulan pertama kehamilan mommy.

Salam,
Abi Zahwan & Khanza

Kelahiran bayi sebelum usia kehamilan penuh terkadang tidak dapat dihindari. Bayi yang lahir prematur membutuhkan perawatan medis dan perhatian maksimal.

Bayi yang lahir prematur biasanya akan sangat rentan mengalami beberapa masalah kesehatan. Menurut sebuah studi baru, ketika bayi prematur tumbuh menjadi remaja, memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Umumnya bayi yang terlahir secara prematur memang lebih rentan terkena berbagai masalah kesehatan jika dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir dengan usia kandungan penuh.

Penelitian sebelumnya menunjukkan risiko kematian bayi prematur berakhir setelah si bayi berhasil melewati tahun pertama kelahirannya, setelah itu risiko kematiannya normal.

Namun penelitian baru berlawanan dengan penelitian sebelumnya, yang menemukan bahwa bayi prematur lebih rentan mengalami kematian saat remaja karena penyakit serius antara lain penyakit jantung, diabetes dan asma. Beberapa penyakit tersebut memang memiliki perkembangan penyakit yang cukup lama.

"Hal tersebut merupakan penemuan yang sama sekali baru. Bahkan bayi yang lahir hanya beberapa minggu lebih awal juga tetap memiliki peningkatan risiko kematian. Namun, angka kematian mutlak sekitar 1 per 1.000 orang per tahun, sehingga masih termasuk sangat rendah," kata Dr Casey Crump dari Stanford University seperti dikutip dari HealthNews, Senin (26/9/2011).

Hasil penelitian Dr. Crump telah dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association.

Penelitian ini melibatkan hampir 675.000 orang Swedia yang lahir antara tahun 1973-1979. Peneliti menemukan anak yang lahir sebelum usia 37 minggu kehamilan memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk meninggal sebelum usia 5 tahun jika dibandingkan bayi yang lahir dengan usia kandungan penuh.

Meskipun anak telah berhasil melewati masa kanak-kanak, tetapi kemudian anak tersebut memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami kematian pada usia sekitar 18-36 tahun.

Dr. Crump mengatakan masalah kesehatan yang kemungkinan dapat terkait dengan kematian bayi yang terlahir secara prmatur, antara lain penyakit jantung, diabetes, dan asma. Beberapa penyakit tersebut memang memiliki perkembangan penyakit yang cukup lama.

"Saya pikir hal ini penting untuk menyadari potensi peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan yang akan dialami bayi yang terlahir secara prematur," katanya.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Metode Kanguru : Kehangatan Tubuh Bunda Menjadi Hal Penting Bagi Bayi Prematur

Bayi prematur pada pengertian awamnya adalah ketika Bayi lahir kurang dari umur kelahiran. Biasanya bayi permatur membutuhkan perawatan intensif atau semi-intensif di rumah sakit hal ini diperlukan karena sistem organ-organ bayi belum matang sehingga butuh bantuan untuk tetap hidup. Namun jika kondisinya memungkinkan bayi prematur bisa langsung dibawa pulang dan dirawat dirumah.

Menurut dr Firman Chatab SpA, dari RS. MH. Thamrin Internasional, Jakarta Pusat, penentuan kondisi bayi prematur layak dibawa pulang atau tidak, bukan hanya berdasar pada usia kehamilan. Berat badan bayi saat lahir juga harus dipertimbangkan.

“Bayi prematur dengan berat badan minimal 1,8-2 kilogram sudah aman untuk dibawa pulang asalkan tidak ada kelainan atau memiliki faktor penyulit akibat belum sempurnanya semua organ tubuh,” jelasnya. Menurutnya, berat badan dua kilogram ini setara dengan usia kehamilan 34 minggu di mana bayi sudah memiliki reflek hisap dan pola nafas teratur.

Pada bayi yang lahir di bawah 34 minggu belum memiliki pola nafas teratur sehingga terkadang “lupa” bernafas karena paru-parunya belum sempurna. Sebelum pulang, bayi prematur harus mampu minum secara aktif. Sebagian besar NICU (Neonatal Intensive Care Unit) memiliki persyaratan tertentu agar bayi diizinkan pulang ke rumah:

1. Suhu tubuh bayi dapat dipertahankan bila sedang berada dalam ruangan, umumnya pada usia 34 minggu atau berat 2000 gram.
2. Bayi cukup makan untuk mendapatkan tambahan berat 20 hingga 30 gr setiap harinya.
3. Bayi cukup sehat untuk pulang ke rumah (tidak membutuhkan pengobatan yang memerlukan penanganan di rumah sakit).
4. Tidak memiliki perubahan besar saat pengobatan atau pemberian oksigen.
5. Beberapa hari setelah bayi dipulangkan, bayi harus kembali diperiksa ke dokter setiap satu atau dua minggu hingga bayi memperoleh kenaikan berat badan yang sesuai, serta sudah dapat beradaptasi dengan keadaan rumah. Pastikan dokter mengetahui riwayat kehamilan, kondisi bayi saat baru lahir, hingga risiko komplikasi yang dapat terjadi pada bayi.

Dikarenakan bayi prematur dilahirkan sebelum siap secara fisik untuk meninggalkan rahim, mereka membutuhkan perhatian medis khusus sesegera mungkin setelah dilahirkan. Si kecil mungkin membutuhkan beberapa tes medis yang berbeda dari yang dibutuhkan bayi yang cukup umur. Hal ini akan membutuhkan waktu beberapa hari bahkan mingguan sebelum si kecil dapat dibawa pulang.

Bayi prematur tidak mempunyai refleks menghisap dan menelan yang sempurna sehingga pemberian nutrisi harus diperhatikan juga memenuhi unsur gizi untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan.

Jika si kecil yang prematur sudah lolos persyaratan untuk dibawa pulang, apa saja perlatan 'khusus' yang diperlukan untuk disiapkan di rumah?

Beri bayi pakaian, topi , popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu

Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk , kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak sedikit mendongak.

Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu , dan bayi diletakkan diantara payudara ibu, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.

Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi , dapat digunakan handuk atau kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi.

Ibu dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau berdiri , duduk , jalan, makan dan mengobrol. Pada waktu tidur , posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.

Bila ibu perlu istirahat , dapat digantikan oleh ayah atau orang lain.

note :

Si kecil harus tidur dalam keadaan telentang karena posisi tengkurap akan mengganggu sistem pernafasannya.

Kehangatan adalah hal terpenting yang harus dijaga dari si kecil yang lahir prematur, maka jaga agar ia selalu dalam keadaan hangat.

Sumber : http://www.anmum.com/id/main.aspx?sid=2204&sva=3

Bayi Prematur Hidup Kembali Setelah di Dekap Ibunya 2 Jam

Keajaiban telah membawa bayi prematur kembali bernafas setelah diperkirakan dua jam meninggal. Sang ibu bayi, Kate Ogg awalnya diminta oleh sang dokter untuk tabah dan memberikan salam perpisahan terakhir. Namun Tuhan berkehendak lain, ia kembali bernafas setelah dua jam tidak memiliki detak jantung dan tidak menangis.


Ajaib, seorang ibu berhasil menghidupkan kembali si bayi yang lahir prematur dan sudah dinyatakan meninggal oleh dokter, setelah mencoba bertahan dengan tetap memeluk dan menyusuinya.
Bayi Kate Ogg lahir dalam usia 27 minggu atau sekitar 7 bulan kurang. Beratnya hanya 1 kilogram. Ia diberi tahu oleh tim medis bahwa bayinya tidak bisa diselamatkan. Namun ia tidak mau melepaskan sang bayi dari pelukannya dan terus memberikannya pelukan.

Dokter memang gagal membantu bayi kecil yang akhirnya di beri nama Jamie itu untuk bernafas. Selama 20 menit mereka tidak bisa membuat bayi itu bernafas dan akhirnya menyatakan sang bayi meninggal.

Kate Ogg, sang ibu itu, melahirkan bayi kembar di sebuah rumah sakit di Sydney, Australia, Maret lalu. Kini, bayi yang diberi nama Emily itu tumbuh sehat, sedangkan kakak kembarnya, Jamie, meninggal saat lahir.


Bagaimana Jamie bisa kembali bernafas? Sang ibu melepaskan pakaian sang bayi dan mendekapnya dalam tubuhnya yang hangat. Setelah itu keajaiban terjadi.

Ketika Kate Ogg berjuang untuk menyelamatkan bayinya, staf medis mengatakan ia akan sia-sia melakukannya. Tetapi, Ogg tetap menyusui bayinya dan dua jam kemudian si bayi hidup kembali.

“Aku mengambil gaun dan meletakkan dia di dada saya, dengan kepalanya di lenganku dan aku memeluknya. Dia tidak bergerak sama sekali,” kenang Ogg, seperti diberitakan The Sun.

Setelah dua jam dipelukan sang ibu, bayi mungil itu menunjukkan adanya detak kehidupan. Si bayi terlihat bernafas. Terlebih setelah Kate sang ibu memberikan tetesan ASI menggunakan jari telunjukknya.

Akhirnya sang bayi bernafas normal. Kemudian dalam beberapa saat kemudian sang bayi membuka matnya dan menggenggam jari sang ibu.

“Ini keajaiban. Bahkan dokter mengaku tidak percaya,” ungkap Kate.

Setelah dipeluk dan mulutnya ditempelkan pada puting sang ibu, si bayi kemudian bergerak-gerak. “Aku merasa dia bergerak seolah-olah ia kaget, kemudian dia mulai terengah-engah, kemudian saya beri ASI melalui jari, baru dia bernafas teratur dan normal,” katanya.

“Aku berpikir, ya Tuhan, apa yang terjadi? Beberapa waktu kemudian ia membuka matanya. Ini sebuah keajaiban,” kenang Ogg pula.

Setelah itu, menurut Ogg, oroknya mengulurkan tangan. “Dia meraih jari saya, kemudian membuka matanya dan menggerakkan kepalanya dari sisi ke sisi. Dokter terus menggeleng berkata, ‘Aku tidak percaya. Aku tidak percaya.’ Tapi itu nyatanya anak saya benar-benar bisa bernafas lagi.”

Dokter kemudian memperkirakan, kehangatan tubuh sang ibu bertindak seperti sebuah inkubator untuk menjaga bayi hangat dan merangsang. Ini memperkuat teori “kanguru” bagaimana cara merawat anak-anak di kantong mereka.

Beberapa ahli percaya, pendekatan kulit bayi ke kulit ibu lebih menguntungkan daripada mengambil bayi yang baru lahir dan meletakkannya di inkubator.

Jamie sekarang tumbuh sehat, berumur lima bulan. Ayahnya, David, mengatakan, “Untungnya aku punya istri yang sangat cerdas. Dia punya insting untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan. Jika ia tidak melakukan itu, Jamie mungkin tidak akan berada di sini. [situslakalaka.blogspot.com]