Dari Pada Antri di ATM mending Bayar2 Sambil Santai di HP Pribadi. Lebih Murah dan Dapat Cashback !

Selasa, 15 November 2011

Metode Kanguru Penting Buat Bayi Prematur

Kangoroo mother care (KMC) adalah kontak kulit diantara ibu dan bayi secara dini, terus menerus dan dikombinasi dengan pemberian ASI eksklusif. Tujuannya agar bayi kecil tetap hangat. Dapat dimulai segera setelah lahir atau setelah bayi stabil.

KMC atau yang kita kenal dengan metode kangguru dapat dilakukan dirumah sakit atau di rumah setelah bayi pulang. Bayi tetap bisa dirawat dengan metode kangguru meskipun belum bisa menyusu, berikan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum.

Pengertian
• Posisi kangguru : Kontak antara ibu dan bayi dari kulit ke kulit.
• nutrisi secara kangguru: ASI dini dan eksklusif
• Dukungan secara kangguru: Jangan memisahkan ibu dan bayi.

KEUNTUNGAN YANG DI DAPAT DARI METODE KANGURU BAGI PERAWATAN BAYI :
1. Meningkatkan hubungan emosi ibu dan bayi.
2. Menstabilkan suhu tubuh , denyut jantung , dan pernafasan bayi
3. Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi dengan lebih baik
4. Mengurangi stress pada ibu dan bayi
5. Mengurangi lama menangis pada bayi
6. Memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi
7. Meningkatkan produksi ASI
8. Menurunkan risiko terinfeksi selama perawatan di rumah sakit
9. Mempersingkat masa rawat di rumah sakit

Lama dilakukannya metode KMC (metode kangguru)
1. Dilakukan sampai bayi berat badan 2500gr atau mendekati 40 minggu atau sampai bayi merasa tidak nyaman lagi dengan metode tersebut, misalnya sering bergerak, gerakan ekstremitas (tangan dan kaki) berlebihan. Atau bila dilakukan KMC bayi menangis.
2. Bila ibu lelah dan ingin beristirahat, dapat digantikan ayah, saudara atau petugas kesehatan. Bila tidak ada yang bisa menggantikan, bayi diberi pakaian hangat dan topi dan diletakkan di boks bayi dalam ruangan yang hangat.
3. Bila bayi sudah tidak nyaman lagi dengan metode kangguru, maka ibu sebaiknya menyapih bayi, dan sebagai penggantinya dapat melakukan kontak kulit lagi pada waktu bayi sehabis mandi, atau kapan saja bayi menginginkan.

Pakaian dan posisi ibu dan bayi
1. Berilah bayi pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang hangat.
2. Letakkan bayi di dada ibu:
- Dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu, dan lihat apakah kepala bayi sudah ada di depan dada ibu.
- Posisikan bayi dalam “frog position” yaitu fleksi pada siku dan tungkai, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak keatas (ekstensi).
3. Tutupi bayi dengan pakaian ibu ditambah dengan selimut yang hangat.
- Tidak perlu baju khusus bila baju yang ibu kenakan sudah cukup hangat dan nyaman selama kontak bayi dengan kulit ibu.
- Pada waktu udara dingin, kamar harus hangat.
- Bila baju ibu tidak dapat menahan berat bayi, ibu dapat menggunakan handuk atau kain, kain lebar yang elastik, atau kantong yang dibuat sedemikian rupa untuk menjaga tubuh bayi.
- Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu. Bayi diletakkan diantara payudara ibu. Baju ditangkupkan kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.

Bagaimana dengan aktifitas ibu
1. Ibu dapat bebas bergerak walau berdiri, duduk, jalan, makan bahkan mengobrol.
2. Pada waktu tidur, metode kangguru ini dapat dilaksanakan dengan cara posisi ibu setengah duduk atau dengan meletakkan bantal di belakang punggung ibu.

Bagaimana dengan nutrisi dan pertumbuhan bayi
1. Posisi KMC ideal untuk menyusui bayi
2. Ibu dapat melakukan pemberian ASI, tidak perlu cemas hanya saja cara menyusui dan perlekatan yang benar perlu dipelajari.
3. Bila ibu tidak dapat menyusui, beri ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum.
4. Pantau jumlah ASI yang diberikan oleh ibu, jangan sampai bayi dehidrasi dan berikan ASI tanpa jadwal dalam arti kapanpun bayi bisa minum ASI.

Sumber : http://www.kangaroomothercare.com Buku panduan manajemen masalah bayi baru lahir untuk dokter, perawat, bidan di rumah sakit rujukan dasar,2003.

http://bidanshop.blogspot.com/2009/12/metode-kangguru-penting-buat-bayi_31.html

0 komentar:

Posting Komentar